Sebuah Pengakuan Tentang BBI dan Ucapan Selamat Ulang Tahun

Sebenarnya saya belum menuliskan apa-apa seharian kemarin mengenai ulang tahun BBI, tapi akhirnya saya memutuskan menulis dan ikut menyuarakan apa yang saya rasa setelah membaca beberapa postingan member BBI –baik pengurus maupun member lainnya. Beberapa postingan saya pikir bagus dan cukup mewakili, salah satu yang paling saya sukai adalah postingan Kak Bzee dari Divisi Dana dan Usaha. Itu lho, divisi yang sering buat kalender sama mug kemudian sering nagihin utang abis tanggal gajian. *ditimpuk Kak Alvina*

Mengenai awal mula masuk BBI, saya tidak punya kisah manis seperti member lain. Sederhana saja, saya resmi menjadi member sekitar tahun 2013. Waktu itu saya anak perempuan yang patah hati karena banyak hal, dan kemudian seorang member BBI bernama Biru Cahya mengajak saya ngeblog buku. Waktu itu Biru sedang aktif-aktifnya, kemudian malah saya jadi polisi blog bukunya. Tukang bawel kalau beliau itu nggak kunjung update blog. Sungguh dunia yang lucu :))

Kembali ke topik. Karena sedang patah hati dan tidak bersemangat melakukan apa pun, akhirnya iseng saya mencoba buat blog buku dan mendaftarkannya ke BBI. Ternyata diterima. Sejak itu saya resmi menjadi anggota BBI. Sebelum di BBI, saya suka membaca tapi hampir tidak pernah menuliskan ulasan buku yang saya baca. Hanya sepatah dua patah kata di Goodreads. Tapi semenjak di BBI, saya bertemu banyak teman-teman baru yang seringnya bagus-bagus dalam menulis review buku dan itu cukup memotivasi juga.

Continue reading

Advertisements

Desember: Main ke #IRF2016, Buat Fanpage Blog, dan Bergabung dengan BookTube Indonesia

Di awal Desember yang ceria namun sedikit mendung dan sering hujan ini, saya menemukan bahwa progress membaca saya di Goodreads tidak terlalu baik. Hingga hari ini, baru 39 buku yang saya baca, dari total 60 buku yang saya rencanakan di bulan Januari lalu. Saya lihat, beberapa teman juga merasakan hal yang sama, merasa tidak membaca sebanyak tahun lalu. Agak bahaya, sih. Soalnya bloger buku seharusnya membaca justru lebih banyak ketimbang yang bukan. Tapi bloger buku juga manusia; bisa malas dan kehabisan waktu, hahaha. So, update terbaru untuk bulan Desember ini akhirnya hanya dua:

  1. Main ke Festival Pembaca Indonesia atau Indonesia Readers Festival, atau yang dikenal juga sebagai #IRF2016, dan
  2. Akhirnya punya kesempatan untuk bergabung dengan BookTube Indonesia!

Awalnya, saya tidak ingin ke IRF berturut-turut selama dua hari, sebab saya pikir sehari saja cukup dan workshop yang saya ikuti adanya di hari Sabtu saja. Hari pertama saya membawa 15 buku untuk ditukarkan di meja bookswap, dan hari pertama ini memang menggiurkan sekali. Buku-buku di meja swap sedang bagus-bagusnya. Membuat saya tidak menyesal mengangkat 15 buku jauh-jauh ke Museum Nasional. Saya banyak mendapatkan buku-buku Bahasa Inggris, terutama penulis India. Kalau tidak salah ada tiga buku dari penulis India. Sisanya penulis Amerika Latin, dan tentu ada penulis lokal, bahkan kumpulan tulisan mengenai LGBT yang ditulis dari hasil kolaborasi penulis-penulis terkenal di Indonesia.

Continue reading