Review: A Man Called Ahok – @Kurawa

whatsapp-image-2017-02-13-at-3-30-45-pm

Judul: A Man Called Ahok (sepenggal kisah perjuangan dan ketulusan)
Penulis: Rudi Valinka @Kurawa
Penerbit: 7 Press
Tahun Terbit: 2016 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp – (dibagikan)
Jumlah halaman: 112 hal.
ISBN: 9786021814734
(Yang mau baca PDF-nya silakan klik di sini aja)

*

Blurb:

Harapan gue, jika kalian sudah baca buku ini mohon disebarkan lagi ke keluarga, kerabat, hingga sahabat, dan siarkan bahwa masih ada harapan untuk orang Bersih, Transparan, dan Profesional hidup di negeri ini.

*

Review:

Seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memang kerap menuai kontroversi, terlebih semenjak beliau masuk wilayah DKI dan menjadi gubernur. Ahok seorang yang jauh berbeda daripada pejabat-pejabat yang sudah ada. Ia pemimpin yang tegas, menindak segala kecurangan, dan ini membuat banyak orang ‘membenci’-nya. Kita semua tahu, orang baik -sebaik apa pun ia, akan selalu ada yang membencinya. Simpelnya, orang jahat tak suka pekerjaan yang baik dan teratur. Beberapa orang kemudian mencari cela seorang Ahok. Ini mungkin pekerjaan sulit, mengingat kinerjanya yang memang harus diakui lebih baik dari pejabat-pejabat sebelum beliau. Tapi haters gonna hate, dan mereka kemudian menggunakan kebiasaan Ahok bicara keras dan ceplas-ceplos untuk menjatuhkannya.

Berbagai kasus kemudian diangkat ke permukaan, sampai yang paling terakhir ini adalah penistaan agama. Ahok dituduh menistakan agama islam karena membawa-bawa sebuah ayat dalam omongan beliau. Tapi sebenarnya seperti apakah sosok seorang Ahok semenjak masa kecilnya?

Dalam buku ini, Rudi Valinka atau yang biasa dikenal dengan @kurawa di Twitter, mencoba mengupas sisi-sisi kehidupan Ahok yang mungkin tak banyak diketahui dunia luat. Mungkin banyak orang –termasuk saya, kurang tahu kiprah Ahok selama di Belitung dulu. Bahkan jauh sebelum ia jadi pejabat. Semenjak Ahok masih kecil, misalnya? Nah, buku inilah yang menjawab semuanya. Terdapat kurang lebih 400an kultweet yang dibukukan, @kurawa bercerita mengenai masa kecil Ahok, keluarganya, adik-adiknya, ayah ibunya, rumahnya di Gantung, bekas guru Ahok, teman-temannya, bahkan hingga orang yang pernah menjadi musuhnya dalam pemilihan kepala daerah di Belitung dulu!

whatsapp-image-2017-02-13-at-3-31-36-pm

@Kurawa tampaknya tak puas jika tidak membuktikan bahwa segala fitnah haters Ahok itu tak beralasan, ia pergi ke Belitung, menggali cerita-cerita masa lalu Ahok yang ternyata sarat cerita haru. Saya respect pada Pak Ahok semenjak beliau menjabat jadi gubernur DKI Jakarta. Sebab, sebagai salah satu warga Jakarta harus saya akui, Jakarta menjadi lebih baik di tangan Pak Ahok. Hanya sebatas itu. Tapi ketika membaca buku ini, saya merasa tingkat respect saya bertambah. Ahok banyak mendapat fitnah dan menerima kebencian dari orang-orang di daerah asalnya -jauh sebelum ia menerimanya di DKI Jakarta, tapi semuanya tak pernah ia balas dengan dendam. Cerita-cerita mereka yang pernah membencinya pun membuktikan itu. Mereka jadi malu sendiri, sebab Ahok merangkul mereka dengan senyum, meminta agar lawan-lawannya itu melupakan permusuhan yang ada dan berjalan bersama membangun tanah kelahiran mereka -terlepas dari siapa pun yang memenangkan pemilihan.

Ahok sosok yang bersahaja. Ia memiliki kesempatan untuk bisa menyuap dan mendapatkan jabatan semasa masih di Belitung, tapi ia menolaknya. Seperti yang dikatakan @kurawa,

Ahok tidak takut KALAH, ia hanya takut SALAH.

Jadi, itulah ternyata rahasianya mengapa Ahok tidak pernah takut pada orang-orang yang membenci bahkan mungkin ingin mencelakakan dirinya. Selain itu, doa dari orang-orang yang menyayanginya juga tak kalah mujarab -keluarga, istri, rakyat kecil yang pernah dibantu dan dibelanya. Bahkan Ahok yang kini dituduh menistakan agama Islam itu pernah berkali-kali mengirimkan warganya untuk umroh, naik haji, dan membangun masjid-masjid serta pesantren yang ada di Belitung. Di satu sisi, tak elok memang mengungkit kebaikan-kebaikan yang dilakukan seseorang sementara orangnya sendiri mungkin tak ingin kebaikan itu dipamerkan, tapi barangkali dengan membaca semua yang ada di buku ini, haters akan lebih mengenal sosok Ahok dengan baik –bukan sekadar membencinya sebab melihat berita-berita jelek dari media bodong yang nggak jelas situs apaan, bukan sekadar membencinya karena sepotong kalimat yang dipelintir haters, bukan sekadar membencinya karena ia Tionghoa, bukan sekadar membencinya karena ia bukan muslim.

Semoga kita tak jadi manusia yang sepicik itu.
🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s