Review: Sleepover – Nathalia Theodora

Photo Credit: Goodreads

Judul: Sleepover
Penulis: Nathalia Theodora
Penerbit: Elexmedia
Tahun Terbit: Agustus 2015 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp – (baca di iJakarta)
Jumlah halaman: 185 hal.
ISBN: 9786020270944

*

Blurb:

Hanna yang baru pulang les bersama pacarnya, Edward, dihadang oleh preman, dan sebagai akibatnya Edward ditusuk hingga meninggal.
Dua tahun kemudian, Hanna mengadakan acara menginap bersama dengan ketiga temannya—Erin, Jill, dan Sharon.
Acara menginap mereka yang awalnya seru mendadak berubah menjadi mimpi buruk, ketika listrik padam dan seorang penyusup meneror mereka. Selama semalaman mereka berusaha melarikan diri dari penyusup itu, sampai kemudian satu demi satu teman-teman Hanna menghilang.

*

Review:

Kemarin iseng nyari bacaan baru yang ringan-ringan aja di iJakarta, dan menemukan buku ini. Awalnya tertarik karena blurb-nya menjanjikan. Dan karena jarang juga baca thriller versi remaja alias teenlit-teenlit gitu, jadi mungkin nggak ada salahnya dicoba. Well, meski openingnya biasa aja -nggak begitu merasa greget, tapi sebenarnya penulis menceritakan semuanya dengan ‘bolehlah’. Sebagian besar narasi yang digunakan penulis adalah tell. Sebagai penyuka thriller, sebenarnya saya merasa kurang greget dengan teror-terornya. Memang, sih, setting waktunya kurang dari dua puluh empat jam dan setting tempatnya hanya sebuah rumah mewah -yang mungkin ruang lingkupnya itu-itu saja.

Well, biar nggak bingung, mungkin perlu diceritakan sedikit bagaimana awalnya. Hanna berpacaran dengan seorang teman sekolahnya bernama Edward. Suatu malam, ia pulang kursus dan Edward menjemputnya. Di dalam perjalanan mereka dirampok dan Edward tewas. Dua tahun kemudian, Hanna merancang rencana menginap bersama kawan-kawannya, dan sebuah teror datang untuknya malam itu. Ketika dikatakan bahwa malam itu mungkin saja ada hubungannya dengan malam perampokan dua tahun lalu, saya rasa saya bisa menebak jalan ceritanya. Nggak akan jauh-jauh dari sebab kematian Edward, kan?

Pun, sempat mengira bahwa ini terjemahan, karena nama-nama tokoh yang digunakan impor semua. Selain judulnya yang berbahasa Inggris, saya juga nggak menemukan nama tokoh lokal di buku ini. Tapi well, itu hanya masalah selera saja, kok.

Mengenai pendalaman karakter, saya merasa Hanna dibuat seolah terlalu polos, padahal pada praktiknya di dialog dan segala macamnya, ia bukan cewek yang polos-polos amat juga. Ia digambarkan begitu cepat percaya pada Ryan yang baru dikenalnya selama beberapa bulan dan dipacari selama tiga minggu. Yah, intinya memang tidak ada tokoh yang sempurna.

Untuk sebuah novel thriller sebenarnya alurnya memang terlalu pendek. Sempat agak bosan di bagian kejar-kejarannya yang di sana-sana aja. Mungkin karena saya mengharapkan sebuah cerita thriller yang sedikit lebih rumit daripada ini, sih. Tapi setidaknya, cukup menambah warna-warni novel teenlit Indonesia 😀 belum lihat (atau memang belum tahu aja) ada thriller selain novel-novelnya Lexie Xu.

Not bad, untuk dibaca sekali duduk, lumayan menghibur 😀 Silakan dibaca.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s