Desember: Main ke #IRF2016, Buat Fanpage Blog, dan Bergabung dengan BookTube Indonesia

Di awal Desember yang ceria namun sedikit mendung dan sering hujan ini, saya menemukan bahwa progress membaca saya di Goodreads tidak terlalu baik. Hingga hari ini, baru 39 buku yang saya baca, dari total 60 buku yang saya rencanakan di bulan Januari lalu. Saya lihat, beberapa teman juga merasakan hal yang sama, merasa tidak membaca sebanyak tahun lalu. Agak bahaya, sih. Soalnya bloger buku seharusnya membaca justru lebih banyak ketimbang yang bukan. Tapi bloger buku juga manusia; bisa malas dan kehabisan waktu, hahaha. So, update terbaru untuk bulan Desember ini akhirnya hanya dua:

  1. Main ke Festival Pembaca Indonesia atau Indonesia Readers Festival, atau yang dikenal juga sebagai #IRF2016, dan
  2. Akhirnya punya kesempatan untuk bergabung dengan BookTube Indonesia!

Awalnya, saya tidak ingin ke IRF berturut-turut selama dua hari, sebab saya pikir sehari saja cukup dan workshop yang saya ikuti adanya di hari Sabtu saja. Hari pertama saya membawa 15 buku untuk ditukarkan di meja bookswap, dan hari pertama ini memang menggiurkan sekali. Buku-buku di meja swap sedang bagus-bagusnya. Membuat saya tidak menyesal mengangkat 15 buku jauh-jauh ke Museum Nasional. Saya banyak mendapatkan buku-buku Bahasa Inggris, terutama penulis India. Kalau tidak salah ada tiga buku dari penulis India. Sisanya penulis Amerika Latin, dan tentu ada penulis lokal, bahkan kumpulan tulisan mengenai LGBT yang ditulis dari hasil kolaborasi penulis-penulis terkenal di Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Hari pertama juga, saya sempat meluangkan waktu untuk menjaga booth BBI yang kebetulan sedang sepi penjaga. Ketika saya jaga, cukup banyak yang mampir untuk menukarkan buku mereka di meja swap mini milik BBI maupun untuk menyampul buku-buku yang baru mereka dapatkan hari itu. Tahun ini saya merasa BBI tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, atau mungkin juga member-member Joglosemar tidak banyak yang hadir. Seingat saya hanya satu orang. Padahal biasanya menjelang IRF, Joglosemar sudah heboh mencari penginapan dan ketika hari H, sudah tumpah ruah di booth dari pagi. IRF 2016 ini memang kembali lagi ke Museum Nasional setelah IRF 2015 sempat diadakan di daerah Gatot Subroto dan aksesnya agak melelahkan itu. Tapi keramaian IRF sepertinya tidak kembali. Padahal IRF 2014 yang juga berlokasi di MuNas termasuk meriah.

Ditambah lagi, kali ini IRF diadakan di lantai basement saja, tidak lagi diadakan di lantai atas. Ketika 2014 silam, diadakan di lantai atas dan workshop sebagian ada di basement. Mungkin karena ini juga saya jadi merasa bahwa IRF lebih sepi dari biasanya. Meski memang buku-bukunya masih menggoda, hahaha.

Hari kedua, buku di meja swap tidak terlalu menarik. Rata-rata novel remaja dan buku non fiksi yang topiknya tidak terlalu menggugah selera. Saya tidak banyak menukarkan buku di hari kedua, padahal saya membawa 8 buku. Tapi tetap saya, saya merasa menang banyak di hari pertama sebab sudah mendapatkan 13 buku. Total buku yang saya dapatkan adalah 15-16 buku.

Nah, akhirnya saya memang datang juga di hari kedua karena ingin menemani kawan yang ikutan workshop puisi. Meski ada untungnya juga saya datang di hari kedua, karena sorenya sepulang IRF jadi bisa berkumpul dengan teman-teman dari Kaskus Serapium. Rasanya memang hanya setiap IRF anak-anak Kaskus bisa berkumpul sedemikian banyaknya; mengurus booth sama-sama, ngobrol, bahas apa saja yang ada di forum/grup, kemudian makan-makan bareng. Dan sore itu kami melakukannya. Rasanya kangen juga, sih, sebab belakangan saya memang jarang nimbrung di grupnya. Karena kumpul-kumpul itu juga, saya akhirnya kembali buka akun Kaskus yang berdebu dan mengomentari thread IRF 2016.

Terus apalagi, ya. Sepulang dari IRF, besoknya saya mengedit vlog terbaru. Di sana, saya bercerita mengenai sebuah buku yang saya dapatkan di meja swap. Dan ada juga cuplikan kegiatan-kegiatan di IRF 2016. Tidak banyak, hanya yang saya ikuti saja, sebab saya tidak sempat keliling semua booth dan merekamnya. Di basement itu rasanya berdesakan sekali, dan kurang enak buat merekam. Jadi, hanya yang tertangkap mata yang saya masukkan ke vlog. Kalian bisa menyimaknya di sini.

Setelah memposting vlog tersebut, seorang kawan mengajak saya bergabung dengan BookTube ID, komunitas booktuber Indonesia. Sebenarnya saya pernah beberapa kali melihat video anak-anak BookTube ID, tapi akhirnya baru resmi bergabung dengan mereka kemarin siang. Semoga dengan cara ini, bisa membuat saya lebih rajin nge-vlog (tanpa meninggalkan blog tentunya) baik mengenai buku maupun daily life. Saya pikir, sama seperti nge-blog, nge-vlog pun butuh kekonsistenan tersendiri. Hehe.

Dan udah ganti tampilan Instagram buku karena udah punya fanpage blog sendiri, jadi bisa disinkron ke Instagram 😛

Entah di bulan Desember yang tinggal dua minggu ini saya akan menyelesaikan berapa buku lagi, yang jelas sepertinya target 60 buku takkan tercapai. Tak apa, ada kalanya dalam kehidupan kita merasa gagal 😛 mungkin tahun depan lebih beruntung. Tetap semangat membaca, menulis, nge-blog, dan nge-vlog. Wah, jadi banyak 😛

Advertisements

2 thoughts on “Desember: Main ke #IRF2016, Buat Fanpage Blog, dan Bergabung dengan BookTube Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s