Review: Century – Sarah Singleton

Judul: Century
Penulis: Sarah Singleton
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: 
Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Desember 2004 (cetakan pertama)
Harga: Rp – (dapat dari Book Blind Date-nya Goodreads Indonesia, di acara IIBF 2016)
Jumlah halaman: 248 hal.
ISBN: 9792230335

*

Blurb:

Mercy dan adiknya tinggal di dunia yang remang-remang: tidur saat matahari terbit, dan bangun saat matahari terbenam. Rumah mereka pun diselimuti musim dingin tak berkesudahan.

Mercy tidak pernah bertanya pada ayahnya tentang cara hidup mereka—dan penyebabnya—sampai suatu hari ia menemukan di bantalnya sekuntum bunga snowdrop, tanda pertama musim semi.

Pertemuannya dengan Claudius yang misterius mengguncang Mercy dan memulai perjalanan berlikunya menyusuri sejarah keluarga, mengungkapkan fakta-fakta tentang kematian ibunya dan rumah mereka yang membeku dalam waktu.

*

Review:

Suatu kali, sebuah buku ditemukan. Penulisnya bernama Mercy Galliena Verga, dan ternyata buku itu merupakan kisah hidup Mercy sendiri.  Mercy bisa melihat hantu, dan ia tinggal di sebuah rumah yang remang-remang, tidak pernah ada matahari. Sebab Mercy, Trajan –ayahnya, Charity –adiknya, Aurelia, serta Galatea yang bertindak sebagai pengajar mereka, hanya terbangun pada malam hari. Mereka akan pergi tidur menjelang fajar. Mercy merasa ada yang aneh dengan kehidupan mereka semua, bukankah seharusnya orang-orang bangun menjelang pagi?

Berangkat dari rasa penasaran itulah, akhirnya Mercy mencoba mencari tahu. Ditambah lagi, suatu hari Mercy bertemu dengan Claudius –lelaki misterius yang mengatakan bahwa Mercy bisa bertemu lagi dengan ibunya, dan bisa juga kembali melihat matahari pagi. Ajakan itu kemudian membuat Mercy tergugah untuk mengikuti arahan Claudius, meski tindakannya ditentang oleh Trajan –sang ayah.

Sebenarnya, saya bukan pembaca fantasi. Century ini juga dibaca awalnya karena tema baca bareng Bacaisme Oktober, yaitu horror. Alasan lainnya adalah karena dulu beberapa tahun yang lalu pernah baca buku ini, kemudian nggak paham sama ceritanya, dan tiba-tiba pengin baca ulang. Dan seolah direstui nasib, entah kenapa kemarin ketika ke IIBF dan ikut Book Blind Date, mendapatkan buku ini dari hasil menukarkan salah satu buku (buku Century yang dulu sudah dikasih ke teman sepertinya).

Kalau kamu pembaca fantasi, atau pengin baca cerita yang dark sebenarnya Century ini udah cocok banget. Kisahnya sederhana pada awalnya, kita sebagai pembaca diajak untuk melihat segalanya dari sudut pandang Mercy sebagai seorang anak kecil beranjak remaja. Pembaca juga mungkin akan ikut menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi di rumah remang-remang itu, apakah ibu Mercy sebenarnya memang masih hidup, atau apa yang mengunci mereka di sana sehingga tidak bisa lagi melihat matahari pagi?

Semakin ke belakang, ceritanya semakin seru. Ternyata permasalahannya tak sesederhana pandangan seorang anak kecil beranjak remaja, bahkan lebih dari itu. Century menyimpan kisah kelam percintaan sebuah keluarga dengan keluarga lain, sihir, keabadian, kematian yang seharusnya jauh namun terasa semakin dekat, sehingga mereka akhirnya terkurung dalam kegelapan berkepanjangan. Well, Century cukup seru untuk dinikmati, apalagi jika kamu seperti saya –tidak terlalu menyukai fantasi yang merumitkan pikiran. Century memang tak sederhana di mata seorang anak kecil beranjak remaja, tapi cukup sederhana bagi pembaca yang sebenarnya tak terlalu suka fantasi namun tetap ingin berimajinasi.

Sekarang saya paham mengapa saya tidak memahami Century ketika saya remaja dulu. 🙂

*

*Ditulis untuk Baca Bareng Bacaisme Oktober 2016

Advertisements

2 thoughts on “Review: Century – Sarah Singleton

  1. Gue pikir judul bukunya “Singletan” taunya nama pengarangnya “singleton”. Tadinya gue kira ini cerita tentang orang yang tiap hari pakai baju singlet. trnyata gue salah baca. *plis, jangan apus komen ini*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s