Review: Pulang – Happy Salma

IMG_20160901_132819

Judul: Pulang
Penulis: Happy Salma
Penerbit: Koekoesan
Tahun Terbit: November 2006 (cetakan pertama)
Harga: Rp – (pemberian teman)
Jumlah halaman: 120 hal.
ISBN: 979954525

*

Blurb:

Ke mana hamparan sawah, pohon karet yang tinggi langsing berjajar rapi, dan juga pohon-pohon rindang lainnya? Semua terbabat habis, ke mana mereka? Kicau burung sudah tidak seramai dulu lagi. Sungai yang dulu mendendangkan gemericik alam yang bening, kehilangan auranya, keruh, pekat! Semua menghilang bersama derai tawaku semasa kecil. Tak ada lagi keindahan seperti ketika aku dan adikku berlari kecil bersama kawan-kawan sepermainan. Tak ada lagi dangau tempat aku tertawa mesra bersama kekasih. Semua menghilang, hilang sudah. Tinggal tunggul-tunggul kecoklatan yang diguyur hujan dan terpanggang matahari silih berganti.

Happy Salma dalam kumpulan cerpen pertamanya: “Pulang”, sengaja menuliskan cerpen-cerpennya sebagai ajang aktualisasi diri. Namun, perlu dicatat, setidak-tidaknya, bagaimanapun juga sastra adalah alat aktualisasi diri pengarangnya.

Sebagai ajang aktualisasi diri, tentu saja kualitas cerpen-cerpen Happy Salma ini akan mencerminkan kualitas hidup (pun pemikiran) Happy Salma sendiri. Karenanya tampak, cerpen bagi Happy adalah proses pencarian diri dan mematangkan diri sebagai …(tentu ini juga terserah Happy Salma sendiri sebagai manusia yang punya hidup). Filsafat atau ilmu-ilmu humaniora bisa saja membantu dalam proses ini. Sebagai ajang aktualisasi diri, cerpen-cerpen Happy Salma pun tampak ringan dan gampang bahkan dalam memandang kehidupan itu sendiri. Sedikit gelisah, sedikit kerinduan, sedikit peduli, tanggung, tak ada keberanian, bahkan keragu-raguan yang ada, begitulah cerpen-cerpen Happy Salma. Karenanya cerpen-cerpen Happy Salma ini tak beranjak dari tema-tema lama: kekalahan, kepasrahan tapi ingin keluar dari situasi seperti ini walau tanpa perspektif yang jelas. Ujung-ujungnya justru membingungkan: apa sih maunya? Sementara ia punya peluang untuk mengungkapkan itu semua dengan baik dan berani setidaknya ada editor bahasa dan logika cerita yang siap setiap saat di samping hidupnya sendiri yang sudah menarik dan dahsyat untuk menjadi tumpuannya: artis dan selebritis

*

Review:

Waktu itu, sudah lama sekali, pernah membaca liputan koran Kompas Minggu mengenai Happy Salma yang katanya menulis dan baru saja menerbitkan bukunya. Sejak itu, saya berniat membaca buku beliau, sebab selama ini di mata saya Happy Salma adalah seorang aktris –belakangan juga pemain teater, tapi saya penasaran bagaimana seandainya jika beliau menulis. Kebetulan, seorang teman tahu bahwa saya mencari buku ini sudah lama sekali. Jadi, beruntungnya, buku ini saya dapatkan cuma-cuma dari hasil perburuan seorang teman di pasar buku bekas di Malang. Melewati jarak yang lumayan untuk tiba di Jakarta.

Pulang terdiri dari 8 cerita pendek. Tidak terlalu panjang dan tidak terlalu berbelit. Tema besarnya mungkin adalah hubungan ibu, anak, dan kepulangan seorang anak ke rumahnya. Hampir semua cerita pendek menggunakn benang merah yang sama walau twistnya berbeda-beda. Pulang sendiri, cerita pendek yang kemudian dijadikan judul cerpen, menurut saya biasa saja. Tidak ada kejutan yang menarik di dalamnya. Malahan, cerita berjudul Umi yang ada di urutan paling akhir buku yang memberikan sedikit kejutan.
Twist dalam cerita-cerita pendek ini pun serupa dan sering kali saya baca di beberapa cerpen karya pengarang lain. Tapi Happy Salma memposisikan dirinya (penulis) sebagai seorang anak perempuan Sunda dari desa, menceritakan segala pergolakan kota, dalam berbagai wajah di berbagai cerita. Katanya, ketika menulis yang paling mudah itu memang menjadi diri kita sendiri terlebih dulu. Mungkin ada benarnya juga. Tapi tipe perempuan yang digambarkan Happy Salma kebanyakan adalah perempuan ‘pemberontak’ yang tidak terlalu suka dengan tempat mereka pulang, namun selalu rindu untuk pulang. Jiwa-jiwa mereka liar, selalu ingin bertualang kembali.

Selain itu, yang cukup menyenangkan dari Pulang adalah sebab semua cerita memiliki ilustrasinya sendiri. Tipe gambar yang sederhana pula, tak ingin terlihat elegan dan rumit, tapi cukup menggambarkan isi cerita. Favorit saya adalah yang dua ini..

IMG_20160901_132956
IMG_20160901_133006

Dari teknik penulisan, secara garis besar cukup rapi. Saya menyukai cara Happy Salma menulis, mengalir dan apa adanya, meski saya tipe pembaca yang sangat memuja kejutan, tapi semoga di tulisan beliau yang lainnya bisa saya temukan kejutan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s