Review: Lelaki Harimau – Eka Kurniawan

Gambari dari sini

Judul: Lelaki Harimau
Penulis: Eka Kurniawan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Desember 2015  (Cetakan Ketiga)
Harga: Rp. 50.000,-
Jumlah halaman: 190 hal.
ISBN: 9786020324654

*

Blurb:

LELAKI HARIMAU ADALAH PERAIH PENGHARGAAN BOOK OF THE YEAR IKAPI 2015. TELAH DITERJEMAHKAN KE DALAM BAHASA INGGRIS, PRANCIS, ITALIA, JERMAN, DAN KOREA.

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”

*

Review:

Membaca buku ini dalam dua hari, dan rasanya tidak seberat yang saya bayangkan. Entah untuk judul yang lain, sebab Lelaki Harimau adalah judul pertama Eka Kurniawan yang saya baca. Orang bilang, saya harus memulainya dengan Cantik Itu Luka, sebab rata-rata pembaca sepertinya lebih menyukai CIL ketimbang judul buku Mas Eka yang lain. Hanya saja, saya berpikir mungkin akan lebih baik dimulai dengan yang tidak terlalu tebal, sehingga saya bisa meraba-raba apakah tulisan beliau sesuai dengan bacaan saya atau tidak.

Lelaki Harimau berkisah tentang seorang bocah bernama Margio. Sejak kecil, ia sudah mendengar legenda mengenai harimau yang turun temurun dipelihara lelaki dalam garis keturunan keluarganya. Kabar itu didengarnya dari sang kakek. Bahwa, jika sang kakek meninggal, harimau tersebut akan pergi kepada keturunannya. Sempt Margio mengira Komar bin Syueb –ayahnya yang begundal itu, akan mewarisi harimau kakek. Tapi ternyata tidak, harimau itu memilih Margio.

Dan sama seperti kebanyakan kisah yang tokohnya pemuda tanggung, Lelaki Harimau pun punya sepucuk kisah roman di dalamnya, antara Margio dengan Maharani –putri bungsu Anwar Sadat, tetangga mereka yang cukup berpunya. Tapi tak disangka, suatu hari harimau itu mengamuk di dalam diri Margio, membuatnya menjadi beringas dan membunuh orang.

“Bukan aku yang melakukannya, ada harimau di dalam tubuhku.”

*

Membaca Lelaki Harimau mengingatkan saya pada cerita rakyat daerah yang sering saya baca di perpustakaan sekolah sewaktu kecil. Bedanya, barangkali ini cerita rakyat versi dewasa. Cara bercerita Mas Eka Kurniawan boleh dibilang cukup renyah, dan termasuk sastra yang tidak terlalu berat. Masih bisa dihabiskan dalam hitungan cepat, tanpa perlu berpikir ruwet. Tapi anehnya, justru cerita yang beliau tulis bisa sangat melekat dalam kepala saya sebagai pembaca.

Walau latar buku ini hanya sebuah perkampungan di mana warga yang bisa kita jumpai hanya itu-itu saja, tapi tak mempersempit ruang lingkup penulisannya. Bahkan, saya merasa terbawa ke dalam kampung tempat Margio dan keluarganya tinggal. Di sana, saya mengenal banyak tokoh pendukung lainnya. Seperti Kasia -istri Anwar Sadat yang bidan itu, beserta ketiga anak mereka: Laila, Maesa Dewi, dan tentu Maharani. Selain itu juga ada Nuraeni, ibu Margio. Pemuda ini punya dua adik perempuan; mameh, dan Marian (bayi malang yang mati begitu saja beberapa waktu setelah kelahirannya).

Lelaki Harimau ditulis sangat mengalir, dengan diksi yang kadang berbeda dari tulisan kebanyakan, namun tetap bisa dipahami. Saya rasa, kesan saya pada buku pertama Mas Eka yang saya baca ini masih cukup baik. Dan itu berhasil membuat saya penasaran pada buku beliau yang lain. Sepertinya saya harus beli buku burung (Baca: Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas) yang fenomenal itu.

Tambahan: suka banget warna covernya. oranye stabillo! Tampak seperti kemasan buku impor.

Advertisements

5 thoughts on “Review: Lelaki Harimau – Eka Kurniawan

    • Alurnya sih bang, yang unik. Aku pikir alur maju aja. Kemudian di beberapa bab awal, alurnya mundur. Lalu sepertinya dari keseluruhan cerita, yang aku tangkap adalah maju-mundur. Hahaha. Aku jd pengin baca buku burungnya. ((buku burung))

  1. Pingback: Review: Sastra, Perempuan, Seks – Katrin Bandel – Bukunya Mput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s