REVIEW: Rahasia Meede – E.S. Ito

Judul: Rahasia Meede – Misteri Harta Karun VOC
Penulis: E.S. Ito
Penerbit: Mizan
Tahun Terbit: April 2008 (Cetakan Ketiga)
Harga: Rp. – (dapat dari bookswap di forum BBI)
Jumlah halaman: 675 hal.
ISBN: 978-979-114-099-7
Selengkapnya ada di: Chirpstory

*

Blurb:

Sebuah terowongan tua ditemukan di perut bumi Jakarta. Pintu masuknya terletak dalam Museum Sejarah Jakarta. Rutenya diyakini menuju tempat persembunyian emas VOC.

Sementara itu, di atas permukaan, Jakarta dicekam oleh teror pembunuhan misterius. Satu per satu orang penting ditemukan tewas mengenaskan, di tempat-tempat berawalan huruf B, disertai pesan-pesan aneh. Entah apa makna semua itu.

Het Geheim van Meede – Rahasia Meede, misteri emas VOC itu, perlahan terungkap. Dan, untuk mendapatkan jawabannya, seorang laki-laki muda intelijen militer harus berhadapan dengan seorang anarkis, karibnya ketika sama-sama sekolah di SMA Taruna Nusantara.

Lika-liku pencarian Rahasia Meede melintasi lorong sejarah ratusan tahun Indonesia, memacu adrenalin kita dalam petualangan ke seantero Nusantara.

*

Review:

Akhirnya menemukan buku yang bisa membuat saya mengumpat karena merasa ‘kalah’ sekaligus senang dalam waktu yang bersamaan. Merasa kalah karena banyak twistnya yang tidak bisa saya tebak dengan benar, senang karena saya menyukai twist-twist yang tidak tertebak itu, ditambah lagi alunan sejarah yang diuraikan dalam Rahasia Meede benar-benar totalitas. Awalnya buku ini seperti banyak kisah yang berjalan sendiri-sendiri, semakin ke tengah rasanya seperti benang kusut sebab ada cerita yang berkaitan dan ada yang (sepertinya) tidak. Tapi ternyata saya dipermainkan. Menjelang bab-bab akhir, baru ketahuan bahwa semuanya terangkai dalam satu benang merah; rahasia harta karun VOC yang dipendam sejak dulu. Orang-orang tamak dan mereka yang mencintai Nusantara pun saling menyamar dan berlomba untuk menyingkap rahasia paling rahasia tersebut. Cathleen Zwinckel, seorang mahasiswi S2 dari Belanda terjebak dalam permainan itu. Tidak ada yang bisa dipercaya dalam keadaan terjebak, hanya ada satu dua orang baik di antara ribuan orang jahat. Terlalu banyak teka-teki dan petunjuk yang rumit, harus dipecahkan dengan cerita sejarah penuh darah.

Saya takjub.

Sialan!

  1. First impression

Covernya cukup bikin penasaran sih ini. Aura historical fiction-nya terasa. Dan dari tebal halamannya, bisa tahu sepanjang apa lika-liku yang akan saya lewati untuk menyelesaikan buku ini. Dan saya mengira buku ini akan jadi seperti Jacatra Secret, tapi ternyata awal mula ceritanya malah terasa seperti thriller, sebab sudah ditemukan mayat dengan kondisi mengenaskan. Rahasia Meede ternyata jauh lebih ‘renyah’ dan menyenangkan.

  1. How did you experience the book?

Awalnya Rahasia Meede terlihat seperti banyak sekali cerita-cerita yang berbeda. Bahkan beberapa kisah seperti tak berhubungan dengan kisah lainnya. Namun, saya tahu pada akhirnya mereka semua akan berhubungan bagaimana pun caranya. Semakin ke tengah, ceritanya seperti benang kusut yang tidak berujung, beberapa cerita menggugurkan tokohnya satu per satu. Yang tersisa adalah yang kuat dan cerdas. Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, saya semakin menyukai Rahasia Meede. Menjelang akhir cerita, semua tabirnya terkuak. Kemudian, terlalu banyak hal yang berhasil membuat saya takjub; sikap dan kecerdasan beberapa tokohnya, bersihnya pembunuhan-pembunuhan yang ada, misteriusnya teka-teki yang disuguhkan, hingga penuturan berdarah dari sejarah VOC di Indonesia dulu. Rahasia Meede barangkali akan menjadi salah satu buku favorit saya di sepanjang tahun ini, sebab saya merasa masih susah move on dari tokoh-tokoh dan ceritanya yang… susah diungkapkan dengan kata-kata. Cerdas.

  1. Characters

Nah, inilah yang awalnya sempat membuat bingung. Karakter dalam buku ini terlalu banyak, baik karakter yang berpengaruh maupun karakter tambahan atau figuran.

Attar Malaka (Kalek): Pemimpin Anarki Nusantara, sebuah kelompok pemberontakan yang dianggap menentang pemerintah dan bertanggungjawab atas beberapa penyerangan di Indonesia, serta pembunuhan-pembunuhan beberapa tokoh penting di tempat berawalan B yang kemudian dikenal sebagai Pembunuhan Gandhi. Attar Malaka/AM/Kalek adalah seorang anak muda yang cerdas dan cepat memahami sesuatu. Berbagai ceritera sejarah dikuasainya dengan baik, beberapa teka-teki dipecahkannya dengan lancar, dan siasat-siasat licik musuh pun bisa dibacanya dengan sukses. Hal inilah yang membuat Kalek diincar. Sebuah kelompok ingin mengajaknya bekerja sama, namun mereka terlalu berbeda ideologi, sehingga Kalek kemudian diburu untuk dilenyapkan. Bertahun-tahun dalam pelarian, Kalek mendapati seorang intelijen militer muda dikirim untuk menangkapnya. Intelijen yang tak lain adalah sosok yang sangat dikenalnya.

Batu Noah Gultom: Wartawan Indonesiaraya, sebuah surat kabar di Jakarta. Batu adalah seorang lelaki muda dari Samosir, yang melarikan diri ke Jakarta karena tuduhan jelek keluarga pada dirinya. Fitnah itulah yang kemudian membuatnya terdesak dan tak bisa lagi kembali ke kampung halaman. Analisis tajamnya membuat Parada Gultom –redaktur Indonesiaraya, kemudian mengajaknya bekerja di sana.

Roni Damhuri (Lalat Merah): Intelijen militer yang dikenal sebagai orang tak pernah gagal dalam mengusut kasus. Lalat Merah adalah sosok yang sedikit angkuh dengan hasil kerjanya, sehingga ia sangat berhati-hati dan tidak ingin kecolongan. Ia adalah sahabat baik Attar Malaka selama di SMA Taruna Nusantara, dan sebuah operasi militer rahasia menuntutnya untuk memburu dan menangkap sang sahabat lama.

Cathleen Zwinckel: Mahasiswi S2 dari Amsterdam yang datang ke Jakarta untuk mempelajari sejarah kolonial bagi tulisan akhirnya. Cathleen dititipkan profesornya pada sebuah organisasi bernama CSA. Penelurusan kasus harta karun VOC atau Rahasia Meede kemudian membawa Cathleen pada cerita masa lalu yang tak pernah ingin diungkapnya, dan juga membawanya untuk bertemu Kalen alias Attar Malaka, lelaki cerdas yang membuatnya jatuh cinta.

Amelia Lusiana Sumawinata: Putri diplomat yang berkat nama besar ayahnya, bisa bekerja di CSA sebagai asisten pribadi Suryo Lelono. Lusi adalah gadis yang supel dan periang. Hobinya adalah berjibaku dengan dunia malam Jakarta.

Rian: Seorang anggota CSA yang dekat dengan Cathleen namun menyimpan misi tertentu dari pendekatannya terhadap gadis Belanda tersebut.

Suryo Lelono: Bos CSA yang membawahi Lusi dan Rian, serta beberapa orang lainnya. Seorang yang agak sulit ditebak sih sebenarnya. Bahkan saya pikir ia tidak ada hubungannya sama sekali dengan Rahasia Meede, dan hanya bertindak sebagai tokoh pendukung. Namun ternyata sedikit meleset.

Raudal dan Irvan: Bawahan Roni Damhuri. Raudal dan Irvan adalah orang kepercayaannya, yang kerap diturunkan Roni/Lalat Merah untuk tugas-tugas penting.

Gatot: Wartawan Indonesia Raya yang selalu tampak mencurigakan bagi Batu. Sebab, Gatot seringkali menguping obrolannya dengan Parada Gultom ketika membahas kasus Pembunuhan Gandhi.

Galesong: Orang kepercayaan Kalek. Mengikutinya dari Banda hingga Jakarta.

Raharjo/Ajo: Pemimpin Indonesia Raya. Orang minang asli.

Parada Gultom: Salah satu redaktur Indonesia Raya yang bersahabat baik dengan Attar Malaka, dan kemudian hari diketahui juga membantu pelarian Kalek ke berbagai tempat. Parada begitu percaya pada Batu, anak muda yang baru ditemukan serta direkrutnya selama lima bulan.

Rafael Alexander van de Horst, Erick Marcelius de Noiijer, Robert Stephane Daucet: Tiga peneliti Belanda yang ditugaskan untuk mencari misteri harta karun VOC di perut bumi Batavia, tepatnya di bawah Museum Sejarah Jakarta. Awalnya pun saya mengira mereka akan menjadi tokoh utama, tapi ternyata yang muncul di awal adalah tokoh figuran. Tokoh utamanya malah muncul setelah dua di antara 3 orang peneliti ini tewas terbunuh.

Darmoko: Seorang jenderal purnawirawan yang membawahi Rudi dan timnya, memimpin operasi untuk memburu Attar Malaka serta menyelamatkan Cathleen dari Anarki Nusantara.

Jan Huygens: Professor yang menjadi dosen Cathleen di Universitas Leiden, Amsterdam. Beliau juga yang mengirimkan Cathleen Zwinckel ke Jakarta untuk penelitian tentang sejarah kolonial.

Melati Putih: Anggota militer misterius dan kerap dipanggil untuk melakukan pembunuhan berencana. Dia lebih mirip Petrus atau penembak misterius di era Orba. Melati Putih datang dan pergi tanpa jejak apapun. Ia bisa menghilang secepat kedatangannya, membunuh tanpa jejak dan sangat bersih.

  1. Plot

Alurnya maju, dan plotnya sangat menarik. Campur aduk. Semuanya ada di Rahasia Meede, mulai dari sejarah kolonial, hingga penelusuran seni rajah tato dari Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat. Walau memang, sebagai cerita fiksi sejarah, tentu kadar cerita sejarahnya lebih banyak. Plotnya sangat menyenangkan karena menyimpan banyak teka-teki yang sulit diterka. Twistnya juga tidak hanya sekali, tapi berkali-kali dan selalu mengagetkan saya sebagai pembaca. Saya rasa, penulisnya memang sudah menyiapkan Rahasia Meede dengan begitu matang, sehingga hasilnya cukup maksimal untuk sebuah plot cerita fiksi sejarah. Ulasan sejarahnya pun tidak dangkal dan tidak setengah-setengah.

  1. POV

POV 3

  1. Main Idea/Theme

Tentang harta karun VOC atau yang biasa disebut sebagai Rahasia Meede. Banyak pihak yang turun tangan untuk memperebutkannya, baik pihak-pihak yang tamak maupun pihak yang masih mencintai Nusantara. Berbagai konspirasi dan pembunuhan terjadi di Jakarta. Seketika ibukota menjadi mencekam, dan rasanya tak ada satu orang pun yang bisa dipercaya dalam keadaan tersebut. Cathleen Zwinckel yang kemudian terjebak di dalam permainan berdarah itu, menuntunnya untuk membongkar kisah masa lalu, serta emas-emas bercap VOC peninggalan Meede yang terkubur di bawah tanah Batavia. Benang merah cerita ini adalah Hatta dan Gandhi. Bahkan 7 dosa sosial ala Gandhi sering diulang-ulang penyebutannya. Malah dijadikan teka-teki dari pembunuhan berantai.

  1. Quotes
  • “Seorang maniak punya dunia sendiri. Jarak dan waktu pun menjadi relatif dalam dunianya.” – Hal. 15
  • “Kolonialisme itu, Cantik Bermata Indah, seperti hasrat cinta. Kadang, dia bersikap posesif dan muncul dalam bentuk monopoli. Kadang pula, dia mengobarkan kecemburuan dan muncul dalam bentuk perang dan kekerasan. Tetapi, lebih sering memancarkan kasih sayang dan muncul dalam bentuk pendidikan dan pembebasan. Kolonialisme tidak lebih dari percintaan antara Barat dan Timur. Barat yang agresif dan Timur yang pasif.” – Rian, hal. 39
  • “Tulis berita yang bagus, tidak perlu dramatis. Jangan ada kesan Obituari. Kita bukan koran cengeng.” – Parada Gultom, hal. 121
  • Sejarah bukanlah jejak tetapi udara, memberi hidup pada setiap masa. – hal. 127
  • Setiap manusia seharusnya merasakan sakit di wajahnya ketika ada orang lain yang mukanya ditampar. – Jose Marty, hal. 524
  1. Ending

Jalan berliku-liku menuju ending, sih. Tapi setidaknya ending Rahasia Meede cukup memuaskan saya. Walau saya masih nggak ikhlas karena tokoh-tokoh favorit saya harus gugur di medan perang, tapi setidaknya saya masih tipikal pembaca yang menyukai ending rasional. Dan sama seperti penuturan seseorang kepada Cathleen, ya beginilah akhir sebuah tragedi di Indonesia. Akan selalu begitu. Sebab, tragedi mempunyai akhir yang berbeda dengan dongeng-dongeng Pangeran dan Putri yang biasa menjadi pengantar tidur noni-noni cilik kompeni.

  1. Questions

Kalau bisa bertanya pada penulisnya, sungguh, saya hanya ingin menanyakan dia sudah riset ke mana saja demi merampungkan Rahasia Meede.

  1. Benefits

Benefits besar membaca Rahasia Meede adalah menambah pengetahuan sejarah, terutama sejarah republik ketika era penjajahan dulu. Kemudian jadi tahu (walau sebenarnya sudah tahu dan rahasia umum sih) bahwa politik sebuah negara pasti ada kotor-kotornya, akan selalu ada yang tamak ingin menguasai segala hal. Dan juga belajar bagaimana cara menulis historical fiction dengan baik. Sebab twist yang mengejutkan dan berkali lipat di Rahasia Meede memang juara! Hahaha.

*

Kelompok pro dan antipemerintah sama pecundangnya. Kiri, kanan, dan nasionalis sama bejatnya, tidak punya etika. Teror bom dan peracunan politik menjadi ciri dari tindakan pecundang itu. Indonesia memang tempat berkumpulnya para pecundang. Anarki Nusantara mungkin kegagahan yang tersisa. Dia terlanjur jatuh cinta pada kelompok itu. Dia mengenal Indonesia lewat umpat dan makian Anarki Nusantara. Dia mencintai Indonesia lewat geram dan marah anak-anak muda.

Ini bukan lagi Indonesia yang dikenalkan anak-anak kaya yang dikirim sekolah ke Amerika. Bukan Indonesia tempat bapak mereka bebas mengisap dan menyamun, sementara mereka berpesta. Ini juga bukan Indonesia yang dikenalkan orangtuanya dalam jamuan makan malam para diplomat. Bukan Indonesia tempat anak diplomat, seperti dirinya, menduduki kasta tertinggi kelas sosial lewat manipulasi Pejambon. Ini juga bukan sekadar Bali yang diperbincangkan dalam kepalsuan pariwisata tempat banyak penduduknya harus transmigrasi. Dia dikenalkan pada Indonesia yang menggoda. Di mana tragedi sering kali dihadapi dengan tawa.Hal. 524-525

*

Ditulis untuk posting bareng Blog Buku Indonesia Maret 2016 #BBILagiBaca dan Baca Bareng Maret 2016 Reight Book Club, tema adventure

Advertisements

4 thoughts on “REVIEW: Rahasia Meede – E.S. Ito

  1. waah udah penasaran sama buku ini sejak lama, tapi jadi beneran penasaran setelah baca reviewmu XD ini reviewnya komplit dan terstruktur banget mput, kayak tugas akhir kuliah hihi oiyaaa mana capture twitnyaaaaa

  2. Pingback: #WorldBookDay – Antara Membaca dan Menulis Review – Bukunya Mput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s