Tentang Sketsa #HilangnyaMaryam dan Olok-Olok Karakter

Bookshow Hilangnya Maryam dan Perkara-Perkara Lain bersama Pringadi Abdi Surya dan Dy Lunaly. 20 Maret 2016.

Mandewi

Setelah mini launching Hilangnya Maryam dan Perkara-Perkara Lain yang terlaksana pada Februari 2016 lalu, kami mengadakan acara berikutnya yang sudah bukan lagi launching melainkan bookshow.  :))

*

Pada bookshow tanggal 20 Maret 2016 ini, akhirnya kami berhasil mendatangkan Dy Lunaly. Yeay! Dy adalah seorang novelis, namun kali ini kami bekerja sama dengannya dalam hal memvisualisasikan masing-masing tokoh perempuan dalam kumcer #HilangnyaMaryam ke dalam bentuk sketsa. Karena ini karya kolaborasi antara cerpen dan sketsa, maka Dy tidak mau bekerja sendirian. Dy meminta masing-masing cerpenis untuk mendaftar unsur-unsur apa saja yang mereka inginkan ada dalam sketsa. Beberapa daftar masih terlalu umum, beberapa lainnya sangat spesifik. Hasilnya, beberapa sketsa dibuat tanpa hambatan berarti, beberapa lainnya membutuhkan beberapa kali revisi.

“Salah satu sketsa yang sulit adalah yang mewakili warna nila. Sketsa tersebut menggambarkan perempuan yang sedang tumbuh dari seorang gadis menjadi seorang perempuan dewasa.” — Dy Lunaly

013 Bincang-bincang bersama Dy Lunaly…

View original post 376 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s