Review: Sepasang Peniti Perak – Agnes Jessica

Judul: Sepasang Peniti Perak
Penulis: Agnes Jessica
Penerbit: Vania Books
Tahun Terbit: 2006 (Cetakan pertama)
Harga: Rp – (beli di lapak buku bekas Rp 20.000,-)
Jumlah halaman: 288 hal.
ISBN: 9789792480047

*

Blurb:

…waktu masih dalam kandungan, orangtuaku menjodohkanku dengan anak teman mereka.

Masing-masing memegang sebuah peniti perak. Tapi sebelum lahir, kami terpisah dan hingga kini mereka tidak tahu di mana rimbanya..

Dua pasang suami isteri sepakat menjodohkan kedua anak mereka dengan tanda perjodohan sepasang peniti perak. Tapi seorang pria yang tertarik dengan salah satu wanita, membunuh kedua suami mereka dan menikahi wanita itu. Kedua wanita itu pun terpisah, dengan sebuah peniti perak di tangan masing-masing.

Dua puluh empat tahun kemudian, takdir mempertemukan Randa dan Sisi. Mereka tak pernah tahu bahwa orang yang mereka cari ada begitu dekat dengan mereka. Randa sudah memiliki kekasih dan Sisi pun sudah dicintai oleh pemuda lain. Sifat tertutup Randa juga membuat ia tak pernah ramah pada Sisi. Ketika mereka tahu bahwa mereka adalah pemegang peniti perak itu, berbagai persoalan rumit pun muncul.

*

Review:

Waktu itu nemu buku ini di lapak buku bekas di Blok M. Ternyata masih ada buku-buku lama Agnes Jessica yang dijual di sana, walau beberapa judul udah berganti cover, atau bahkan udah berganti sama judul baru.

Sepasang Peniti Perak bercerita tentang dua pasang anak muda yang menjodohkan calon anak mereka, di tahun 1980-an. Keempatnya bersahabat baik, lalu masing-masing pasangan menikah. Melalui sepasang peniti perak, mereka membuat janji, jika kedua bayi itu berbeda jenis kelamin, maka akan dijodohkan. Jika sama kelaminnya, akan diangkat jadi saudara satu sama lain. hingga suatu malam, beberapa pria menerobos ke dalam rumah, mencoba menculik Yanti. Gunawan, suami Yanti, mati ditebas kepalanya oleh para penjahat tersebut. Begitu juga dengan Abdi, suami Rita. Rita sendiri berhasil lolos dan diselamatkan Hermanto, adiknya yang sedang nongkrong di warung tak jauh dari rumah. Semuanya kemudian berubah. Mereka mulai mencari-cari satu sama lain -siapa saja yang masih hidup. Yanti kemudian diselamatkan oleh Irvan, pria kaya raya yang menyukainya sejak lama.
Dua puluh empat tahun kemudian, anak Rita sudah tumbuh jadi gadis cantik bernama Sisi. Ia tak sengaja terjebak dalam situasi menyebalkan bersama seorang lelaki bernama Randa -yang ketus dan nggak ramah sama sekali. Mereka saling membenci, sampai akhirnya tahu bahwa masing-masing dari mereka menyimpan peniti perak tersebut.

Ceritanya agak FTV, sih. Nggak tahu, deh, ini awalnya memang skrip FTV atau bukan. Terlepas dari dramanya yang agak berlebihan, seperti biasa, gaya bercerita Agnes Jessica memang cukup enak dibaca dan Indonesia banget. Jadi, kalau suka novel lokal, bisa baca tulisan-tulisan Agnes Jessica. Karena sejauh ini, di dalam tulisannya hampir nggak pernah ada istilah kebarat-baratan dan kebule-bulean seperti yang sering digunakan penulis lokal zaman sekarang.

Beberapa bagian terkesan dipaksakan, terlalu banyak kebetulan yang membawa Sisi pada keberuntungan. Memang, sih, dalam kehidupan juga banyak kebetulan, tapi kayaknya nggak sebanyak di novel ini. Hal-hal yang dipaksakan, misalnya sikap Randa yang super duper nyebelin, nggak tahunya Sisi masih menerima perlakuan itu dengan lapang dada, dan masih aja mau berurusan dengan Randa. Mungkin dia terpaksa karena butuh uang, tapi posisinya ada Andrew yang bisa lebih banyak membantu dan lebih ramah. Tapi ya sudahlah, ya. Sudah hukum alamnya, se-nyebelin apa pun tokoh utama cowok, harus tetap terlihat menawan. Hahaha. Semakin ke belakang pun rasanya semakin terburu-buru.

Cuma sedikit banyaknya nambah ilmu juga, sih, soalnya jadi tahu beberapa istilah tentang penulisan skenario (Karena baca scene tentang pembuatan skenario yang dikerjakan Randa, Andrew, Sisi, dan Firna).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s