Tak Pernah Ada Kata Terlambat untuk Menulis (atau Membaca)

Image from here

Yak, sebenarnya inti dari postingan ini adalah, tak pernah ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang baik.

Tapi karena ini blog buku, dan topik yang ingin saya bahas tentunya adalah buku, maka quotes supernya saya persempit lagi menjadi, “tak pernah ada kata terlambat untuk menulis/membaca.”

Sebab saya selalu menganggap bahwa menulis dan membaca itu sesuatu yang baik, dan mereka selalu sepaket.

Umur berapa kira-kira kalian pertama kali suka membaca buku? Atau menulis? Sebenarnya, kapan pun kita memulainya sama sekali tak begitu penting. Menurut saya, yang paling penting adalah kita pernah menyukainya.

Saya mulai suka membaca semenjak kecil dan baru berani menulis cerita pendek waktu SMP, sementara bos saya di kantor baru saja menelurkan buku perdana di usia beliau yang ke-70. Ini sesuatu yang hebat, menurut saya. Bahwa mereka-mereka yang sudah berumur ternyata masih punya semangat sehebat itu. Masa yang muda kalah, sih? 😛

Saya sendiri mulai jarang baca buku belakangan ini (iya, itu alasannya mengapa blog ini jadi jarang ada isinya), karena beberapa kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebenarnya itu sama sekali bukan alasan –ya, saya tahu. Kita bisa membaca kapan saja di mana saja, mungkin kecuali di ruang meeting. Haha 😛

Tapi ketika sudah remuk, maunya cuma istirahat, jadi jarang buka buku untuk dibaca, padahal banyak buku yang antre menunggu dibuka segelnya. Prinsip penimbun buku mah begitu, ya sudah beli aja dulu, bacanya nanti 😀

Jangan ditiru, prinsip saya agak sesat sih memang 😛

Cuma ya, seberapapun tua umur kita, seharusnya tak pernah ada kata terlambat untuk hal-hal yang baik; termasuk menulis dan membaca. Tak perah ada kata terlambat untuk menambah ilmu dan membagi ilmu, begitulah lebih tepatnya barangkali.

Jadi, kamu sudah membaca atau menulis apa saja sejauh ini? 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Hal yang paling menyenangkan dari mendatangi acara besar adalah, bisa ketemu sama orang-orang penting. Hehe. Tolong konsen ke wajah Kak Seto, bukan ke saya yang kayaknya melebar (sedikit) dari beberapa bulan lalu.

Demikianlah 😛

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s