REVIEW: Balada Si Roy 1 (Joe, Avonturir)

Judul: Balada Si Roy 1 (Joe, Avonturir)
Penulis: Gol A. Gong
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2012 (Cetakan Pertama, edisi bookset)
Harga: – (beli di obralan Gramedia Puri Indah, Rp. 20.000,-)
Jumlah halaman: 368 hal.
ISBN: 9789792290288

*

Blurb:

Ini tentang cinta terlarang anak SMA antara Roy yang bandel dan Ani yang cantik. Dullah—anak jawara dengan geng Borsalino-nya, juga mencintai Ani. Bahkan Dullah merasa berhak mendapatkan Ani, karena sudah dijodohkan oleh orangtua mereka. Ayah Ani “menjual” Ani kepada ayah Dullah yang kaya dengan imbalan seluruh utangnya beres.

Roy berjuang untuk mendapatkan cinta Ani dari tangan Dullah. Roy tidak peduli Dullah dengan geng Borsalino-nya selalu mengancamnya agar tidak mendekati Ani. Roy menantang Dullah untuk menyelesaikan urusan Ani tanpa main keroyokan. Roy ingin “satu lawan satu”. Dullah kalah duel dengan Roy. Karena dendam kepada Roy, Dullah menghalalkan segala cara. Dullah membunuh Joe—anjing herder Roy warisan dari ayahnya.

Roy terluka dan traveling menjelajahi Indonesia membawa serta cintanya kepada Ani. Roy harus pergi, tapi juga harus pulang karena ada yang dikasihi dan mengasihi di rumah.

*

Review:

Well, sejauh yang saya baca, novel ini memang ringan sekali, novel remaja biasa. Kisah anak sekolahan. Semacam teenlit dengan gaya lebih elegan. Mengapa elegan? Karena menurut saya Balada si Roy lebih kuat dalam segala hal ketimbang buku remaja lain di pasaran.

Karakter Roy seakan hidup, dan settingnya pun menarik. Serang, Banten yang letaknya 91 km di sebelah barat Jakarta. Kota kecil itu tak pernah saya kenal secara detail, walau sebagai penghuni ibukota, beberapa kali saya dan teman-teman menghabiskan waktu liburan di Anyer (yang masih daerah Banten, tapi menurut teman saya masih jauh dari Serang).

Roy adalah seorang anak muda yang tumbuh di tahun 90an, dengan segala jatuh bangun kehidupannya. Menyukai Ani, gadis cantik yang ternyata juga diincar Dullah -anak badung di sekolah, yang kemudian menjadi saingan Roy. Tapi, ternyata dugaan saya salah kalau hanya mengandalkan blurb. Saya kira, Roy hanya terpaku pada Ani. Ya, mungkin bertemu satu dua perempuan di perjalanannya, tapi ternyata dia bahkan dekat dengan beberapa perempuan selain Ani, bahkan perempuan yang satu sekolah dengan mereka. Playboy kelas berat juga. Haha.

Membaca Balada si Roy membuat saya merasa bahwa settingnya pun hidup. Saya seakan dibawa ke sana, melihat apa yang ada di sana di zaman Roy masih remaja. Karena cerita ini pertama booming tahun 1989 atau 1990an, dan itu berarti kondisinya sudah beda jauh dengan Banten yang sekarang. Tapi saya memang selalu suka membaca sesuatu yang bisa membawa saya ke masa lalu, menunjukkan pada saya apa yang belum pernah saya lihat, apa yang ada sebelum saya lahir. Jadi, kalau dari sudut pandang saya, Balada si Roy termasuk novel yang asyik untuk dibaca.

Dan sepertinya, edisi cetakan baru versi bookset GPU ini nggak mengalami banyak editan dari versi asli, ya? Soalnya walau ada beberapa yang mungkin kurang tepat penulisannya, saya merasa kata-katanya masih hawa-hawa 90an banget. Tapi itu lebih baik, sih, ketimbang diganti jadi kekinian dan merusak suasana 1990an-nya.

Dan saya merasa telat banget baru baca sekarang.

Advertisements

4 thoughts on “REVIEW: Balada Si Roy 1 (Joe, Avonturir)

  1. dulu itu serial paling keren yang paling ada, efeknya menginspirasi banyak orang untuk ikutan berpetualang, bekpekeran keliling negeri ini, eh kmaren pas pameran buku di jkt harganya cuma 10 rb lhoh hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s