#OpBarApril – Hubungan dengan Pembaca

Pernahkah kamu merasa sangat nyambung dengan sebuah cerita atau buku? Seolah kamu bisa relate dengan kisah si tokoh. Atau kamu membaca sebuah buku, tapi temanya bertentangan dengan moral pribadimu? Bagaimana jika sebuah buku begitu kontroversial, kamu nggak tahu bagaimana harus membuat review bukunya? Bagaimana kamu menyikapinya?

Opini Bareng April ini cukup menarik juga temanya. Makanya saya tergelitik untuk ikutan setelah dari awal tahun nggak pernah ikutan opini bareng maupun posting bareng. Astaga, member macam apa. Hehe.

Hubungan dengan pembaca, sepertinya saya bisa mengomentari ini dari 2 sudut pandang. Pertama, saya sebagai pembaca. Saya tidak akan menyebutkan satu per satu, buku apa saja yang tokohnya related atau saya banget. Soalnya udah keburu lupa. Saya orangnya pelupa. Sesuka apapun saya pada sebuah cerita, biasanya saya hanya ingat intinya, bukan tokohnya bagaimana, atau tokohnya mirip saya. Tapi sebenarnya pasti ada saja. Tapi sejauh ini, sih, tokoh yang mungkin related dengan saya adalah tokoh-tokoh yang saya ciptakan sendiri –walau tidak semuanya juga.

Ini sudah menyerempet ke sudut pandang kedua, saya sebagai penulis. Tanpa saya sadari, atau mungkin tanpa kalian (para penulis) sadari, kita kerap kali menuliskan tokoh sesuai selera kita, yang mana artinya mirip diri kita sendiri. Misalnya, saya nggak pernah nyadar bahwa 80% tokoh novel saya adalah seorang perempuan yang profesinya jurnalis, sampai seseorang mengatakan begitu. Karena dari SMA saya punya cita-cita kerja di media, entah media apa saja. Yang jelas hal-hal yang berhubungan dengan jurnalistik. Dan mereka –tokoh-tokoh itu seolah saya push untuk mewujudkan keinginan saya. (Tapi untungnya sekarang sudah kerja di media juga, alhamdulillah yaaa). 😛

Tapi secara general, menurut saya sih, adalah sebuah penghargaan tersendiri bagi penulis jika pembaca merasa tokoh ini gue banget. Senang rasanya kalau ada yang bilang suka banget sama tokoh yang kita ciptakan. Barangkali itu juga yang dirasakan penulis lain ketika saya atau kamu merasa suka banget sama tokoh yang mereka ciptakan.

Btw, buku yang bertentangan dengan moral pribadi maksudnya gimana, ya? Saya pernah baca buku tentang pelacur –banyak malah. Tentang pembunuhan, pengguna narkoba, dan banyak hal-hal aneh lainnya. Tapi mungkin moral pribadi saya tidak seketat itu, jadi saya merasa baik-baik saja dengan buku-buku yang mungkin temanya agak tabu. *geol-geol di tiang Cakrawala Gelinjang*

Eh, ini bahas apa tadi?

Sudahlah.

Salam olahraga.

Advertisements

2 thoughts on “#OpBarApril – Hubungan dengan Pembaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s