REVIEW: Coupl(ov)e – Rhein Fathia

Judul: Coupl(ov)e
Penulis: Rhein Fathia
Penerbit: Bentang Pustaka
Tahun Terbit: Februari 2013 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp 64.000
Jumlah halaman: 396 hal.
ISBN: 9786027888128

*

Blurb:

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”?

Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

***

Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku. Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu.

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik,  yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku,  yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembab karena tangis,  dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka …. Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskan.

Tapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?

*

Review:

Ceritanya udah sejak lama baca buku ini, tapi ternyata belum gue rating dan review. Kebetulan, akhir 2014 lalu gue baca lagi, tapi baru sempat nulis reviewnya sekarang. Bukunya memang lumayan tebel sih untuk ukuran roman, nggak biasanya gue betah baca roman tebel begini :p berikut lengkapnya.

  1. First impression

Suka sama warna covernya. Desainnya juga simpel dan teduh, nggak berlebihan atau terlalu ingin menunjukkan bahwa ini novel cecintaan. Kadang, sesuatu yang berlebihan itu bikin mual –misalnya terlalu banyak warna terang atau lambang hati di cover, dan Coupl(ov)e berhasil menghindarinya.

  1. How did you experience the book?

Sebenernya dari awal ke tengah buku, gue lumayan menikmati buku ini. Tapi kalau boleh jujur, di bagian yang menceritakan tentang masa lalu Halya, Raka, dan Gilang, itu terlalu tebel. Mungkin seharusnya bisa dicut beberapa bagian dan menyisakan intinya saja. Intinya gue nangkep, tapi kalau kebanyakan scene masa lalu, gue sebagai pembaca jadi gemes dan pengin tahu (baca: nggak sabar pengin tahu) ini-gimana-jadinya-Raka-sama-Halya-yang-sekarang? Dan efeknya, mungkin beberapa pembaca yang berpendapat sama, akan skip beberapa halaman, untuk mencari kelanjutan cerita di masa sekarang.

  1. Characters

Halya: seorang editor, cewek muda yang lucu dan supel. Pinter bergaul dan punya banyak teman blogger. Halya mengingatkan gue pada Rhein –penulis novel ini. Hehe. Mungkin karena memang kenal, jadi tahu bagian mana saja di diri Halya yang memang aslinya adalah jelmaan Rhein :p

Raka: sahabat Halya, seorang bankir. Lelaki yang akhirnya menjadi suaminya karena perjanjian konyol mereka di masa lalu. Perjanjian yang ternyata ditepati Raka. Orangnya baik, pengertian, tapi kurang tegas sama perasaan sendiri. *guncang raka biar eling*

Puput: Sahabat Halya di kantor, orangnya centil dan ceplas-ceplos. Tapi aslinya dia sayang sama teman-temannya dan bisa diandalkan. Namanya memang mirip gue, tapi centil dan binalnya nggak. Dan ini bukan jelmaan gue. Bukan. *menegaskan sebelum dituduh *nari-nari di tiang striptis :))

Gama: sahabat Raka semasa kuliah, yang akhirnya cinlok sama Puput. Makanya jangan keseringan ngurusin percintaan temen, akhirnya sesama sohip cinlok deh. Gama ini otaknya agak mesum, tapi kalo lagi eror suka ada benernya. Misalnya waktu Raka lagi bodoh dan terlalu terbawa masa lalu, Gama adalah salah satu orang yang menyadarkannya.

Gilang: mantan Halya. Sebenernya nggak bisa dibilang mantan sih, karena jatohnya nggak putus atau apa. Gilang kecelakaan dan meninggal, ketika kisah mereka lagi manis-manisnya. Gilang meninggalkan kesedihan mendalam untuk Halya.

Rina: mantan gebetan Raka waktu kuliah. Memang mereka nggak pernah jadian, karena beberapa hal yang terlambat. Kesalahan besar Rina, kembali lagi ketika Halya dan Raka sudah menikah. You know what, masa lalu yang kembali dan mencoba masuk lagi ke hidup seseorang, titelnya ya cuma satu: pengganggu.

  1. Plot

Plotnya cukup menarik. Walau ketebak endingnya bakal seperti apa, tapi mengikuti perjalanan cinta Halya dan Raka sama sekali nggak membosankan. Bahkan gue agak kelelep di beberapa scene-nya. *lap air mata* Beberapa cerita serupa ini bisa berakhir jadi cerita picisan, tapi Rhein Fathia sudah menuliskannya secara ringan, dengan diksinya simpel, tapi dalem.

  1. POV

POV 3

  1. Main Idea/Theme

Tentang dua orang sahabat yang bikin perjanjian di masa remajanya: kalau sampai umur sekian kita sama-sama single, aku akan lamar kamu. Sederhana banget, tapi greget ketika perjanjian itu harus menjadi kenyataan. Nah!

  1. Quotes
  • Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”? | Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
  • “Sometimes, people get married not just because they’re in love. They’re couple, who only have some future dreams and decide to get happy life.”
  1. Ending

Endingnya hmm, agak menggantung di bagian Gama dan Puput, tapi memang bikin penasaran. Harusnya part mereka bisa dibuat novel baru, nih. Haha. Tapi ending untuk Raka-Halya sih gue suka, udah okelah.

  1. Questions

(nggak mau posting question untuk penulis, karena kalo ada pertanyaan, gue pengin nanya langsung aja)

  1. Benefits

Nambahin ilmu nulis romance, apalagi buat gue yang susah nulis romance dan membangun karakter atau plotnya -_-“ Banyak membaca bakal nambah stok ilmu dan kosakata, kan? ^^

*

Well, secara garis besar sih, gue suka sama premis dan keseluruhan ceritanya. Cuma hambatan gue ketika membaca ya poin kedua itu. Sisanya no problem. Dan pada akhirnya, 4 dari 5 bintang untuk Coupl(ov)e dan Rhein Fathia. Oh, dan pengin baca novel terbarunya yang bakal terbit tahun ini.

Wohooo!

Pamer foto narsis berdua dulu. Susah kalo dua penulis narsis temenan, bukunya sampe dituker buat foto :))

Pamer foto narsis berdua dulu. Susah kalo dua penulis narsis temenan, bukunya sampe dituker buat foto :))

Advertisements

4 thoughts on “REVIEW: Coupl(ov)e – Rhein Fathia

  1. Pingback: Book-admirer and Friends #2: Petronela Putri | Book-admirer

  2. Pingback: Hidup Seimbang dan Bahagia ala Rhein Fathia: Menekuni Hobi Menulis, Traveling, Hingga Survive Kuliah Creative Writing Di Australia – Bukunya Mput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s