REVIEW: A Kiss Remembered – Sandra Brown

Judul: A Kiss Remembered (Ciuman Kenangan)
Penulis: Sandra Brown
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: April 2005 (Cetakan Ketiga)
Harga: Hadiah dari Cakrawala Gelinjang
Jumlah halaman: 230 hal.
ISBN: 9789792208832

*

Blurb:

Sepuluh tahun yang lalu Grant Chapman mencium muridnya, Shelley. Tapi karena Shelley masih SMU dan mereka tinggal di kota yang sangat kolot, Grant tak dapat menyatakan cintanya.

Perjalanan nasib membuat mereka berpisah. Grant merintis karier sebagai politikus di Washington. Sayang sekali suatu skandal membuat kariernya terputus. Akhirnya dia kembali ke Oklahoma dan menjadi dosen.

Di lain pihak, Shelley menikah, disia-siakan suaminya, dan akhirnya bercerai. Setelah bangkit dari kehancuran hatinya, dia memutuskan kembali ke bangku kuliah.

Keduanya sangat terkejut saat kembali bertemu dalam posisi murid-dan-guru yang sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Mereka juga belum melupakan ciuman kenangan itu. Apakah sekarang tali kasih mereka akan bertaut?

*

Review:

Pas IRF kemarin, gue main ke booth Cakrawala Gelinjang. Kalo ada yang belum tahu, Cakrawala Gelinjang ini adalah komunitas pembaca buku-buku dewasa. Jadi, di boothnya itu ada banyak buku baik terjemahan maupun asli, yang bisa dipilih untuk dibawa pulang setelah kalian foto narsis di sana (kalau nggak bisa dibilang foto binal). Kemarin itu gue foto bareng kembaran gue @miss_zp, lalu masing-masing kami dikasih 1 novel.

Kurang binal? KURANG? Tenang, katanya IRF taun depan CG mau bawa tiang. *muter-muter tiang listrik*

Gue pilih novel Sandra Brown ini karena menurut mbak-mbak CG cukup recommended. Maklum, minta rekomendasi dulu, soalnya sebelumnya nggak pernah baca buku dewasa *benerin konde* Karena tertarik sama blurbnya, gue akhirnya ambil buku ini.

Well, percintaan guru dan murid memang selalu menarik di mata gue, apalagi gue termasuk suka sama serial Pretty Little Liars di mana salah satu tokohnya memang pacaran sama gurunya sendiri, jadi makin penasaran dong pengin baca buku ini.

A Kiss Remembered sebenernya biasa aja sih, endingnya pun ketebak, mereka pasti bareng-bareng. Dan tentunya adegan erotisnya banyak. Cuma yang menyebalkan, si Shelley ini super labil, bikin gue pengin gigit orang. Dia cinta sama Grant, tapi ragu, selalu mundur dengan alasan takut pada pandangan orang. Padahal Grant sendiri berani maju dan mempublikasikan hubungan mereka, cuma Shelley yang mengulur-ngulur waktu, sampai akhirnya masalahnya makin runyam. Shelley ini seperti masih berjiwa 17 tahun, padahal aslinya udah 26 tahun. Dia kayak belum kehilangan jiwa abegenya. Labilnya gengges banget.

Sisanya begitulah, di sisi lain ada mahasiswi lain yang juga menyukai Grant dan selalu berusaha merayunya. Lalu untungnya masalahnya cepat beralih ke klimaks sebelum buku ini berubah jadi teenlit-dua-cewek-rebutan-cinta-sang-dosen. Kalo drama rebutannya jadi banyak, mungkin labelnya harus diganti jadi teenlit erotis 😐 *dikepruk*

Kelebihan novel ini, terjemahannya bagus dan nggak bikin pusing. Ide dasarnya juga bagus sebenernya. Cuma mungkin gue keburu sebel aja sama Shelley-nya, jadi kurang menikmati cerita walau gue selesai membacanya dengan sukses.

Well, 3 dari 5 bintang untuk A Kiss Remembered dan Sandra Brown.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s