REVIEW: [Kumpulan Cerpen] Karena Kita Tidak Kenal – Farida Susanty

Judul: Karena Kita Tidak Kenal
Penulis: Farida Susanty
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2010 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 39.900
Jumlah halaman: 202 hal.
ISBN: 9789790812260

*

Blurb:

Ini adalah cerita tentang orang asing. Merasa asing dengan diri sendiri, membagi rahasia dengan orang asing, mencoba menarik perhatian orang asing, dan memengaruhi hidup orang-orang asing.

Orang-orang paling keren di Friendster, Facebook, dilihat dari jumlah temannya. 500. 1000? Tentu saja aku akan berusaha punya teman sebanyak itu, seperti si Ita. Aku akan memasang kata-kata paling gaul, akan memasang foto paling cantik dengan kamera menyudut dari atas, dan pura-pura emo. Apa pun untuk menarik orang-orang asing yang melewati profilku untuk meng-add-ku. (Cerpen “Bagaimana Menarik Orang Asing”)

“Lo percaya sama Tuhan, nggak?”

Dia Tertawa

“Siapa sih Tuhan buat lo? Paling juga Tuhan cuma orang asing buat lo, kayak orang lain. Yang ngelakuin ritual ini itu, tapi nggak ngerti juga mereka nyembah siapa. Yang ngerasa nyaman sama Tuhannya, cuma ngerasa Tuhan itu orang asing yang kerjaannya hukum-hukumin orang.” (Cerpen “Tuhan”)

*

Review:

Awalnya malah tahu buku ini duluan karena ada akun twitternya. Gue nggak tahu kalau istilah ‘karena kita tidak kenal’ itu adalah sebuah buku. Gue follow akun twitternya –yang kayaknya sekarang sudah nggak aktif lagi dan gue juga lupa nama akunnya, kemudian melihat isinya beberapa penggalan quotes. Gue sempat ngira itu cuma akun-akun quotes yang bisa berseliweran di twitter, tapi gue kurang yakin, karena namanya cukup unik seperti… judul buku.

Baru kemudian ketika buku ini gue lihat di Google, yang entah di web mana, akhirnya tahu bahwa ini adalah sebuah kumpulan cerpen karangan Farida Susanty. Tapi ketika gue melihatnya, sudah agak lama semenjak pertama kali terbit, jadi stoknya kebanyakan sudah kosong.

Belakangan, tersiar kabar kalau bukunya dicetak ulang –yang awkwardnya lagi bersamaan dengan tawaran sis @bellazoditama.

“Aku punya bukunya, mau baca ndak?” katanya waktu itu.

Akhirnya gue mengiyakan, buku itulah yang sekarang ada di tangan gue.

1. First impression

Ketika membandingkan buku yang ini (versi lama) dengan versi cover barunya, jujur gue lebih suka cover yang ini. Lebih kelihatan aura-aura kesepian, asing, dan kesedihannya. Bukan berarti cover barunya nggak bagus, sih. Cover barunya sejujurnya bagus tapi menurut gue kurang cocok aja sama isinya yang kebanyakan ‘gelap’. Cover barunya memberi kesan seperti aura novel-novel chicklit luar.

2. How did you experience the book?

Nggak semua cerpen dalam buku ini gue baca. Berhubung ada halaman Lembar Panduan yang berisi inti-inti cerpen, maka gue membaca cerpen-cerpen yang kira-kira menarik terlebih dulu. Hanya butuh sekitar dua jam untuk menyelesaikannya (walau sekali lagi, nggak semua).

3. Main Idea/Theme

Tema besar buku ini adalah orang asing. Orang asing dan segala yang berhubungan dengan itu; entah kesendirian, kesepian, kesakitan, kesedihan, keinginan bercerita, merasa tersisihkan, merasa berbeda. Intinya adalah ‘asing’. Satu tema itu yang kemudian diramu sang penulis menjadi bermacam-macam cerpen dengan genre remaja. Ada yang biasa saja, ada yang agak jleb, ada juga yang diam-diam menyimpan bom waktu di endingnya. Dan ketika kalian sampai di sana, maka seketika kalian akan meledak dan merasa endingnya kampret. Di beberapa cerpen gue merasa begitu, kemudian tersenyum senang karena mendapati kejutan tersebut. Latar belakang Farida Susanty sebagai mahasiswi psikologi Unpad, sepertinya cukup berpengaruh juga dalam penulisan buku ini. Gue merasa, sebuah cerita berkonflik psikologi akan terasa berbeda jika dituliskan oleh mereka yang lebih paham.

4. Review Singkat Cerpen

Nah, di atas gue udah cerita kalau dalam buku ini ada lembar panduan. Berikut cerpen-cerpen yang sempat gue baca dan ratingnya.

  • Bagaimana Cara Menarik Orang Asing: Tentang seorang remaja krisis identitas yang tertarik pada sebuah website social network, dan terobsesi untuk membuat orang asing yang melihat profil onlinenya tertarik padanya. Yang awalnya hanya kontes “paling banyak friend request” dengan temannya, menjadi obsesi jangka panjang yang adiktif. (rate: 3 dari 5 bintang).
  • Joker: Ranti hanyalah seorang cewek normal yang ingin diterima dan punya geng, walau dia sebenarnya tidak benar-benar merasa cocok dengan gengnya itu. Sampai suatu hari, datang seorang anak baru, Indri, yang tidak seperti orang-orang yang pernah dia temui sebelumnya. Indri yang sudah biasa pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan menjadi orang asing. Indri, yang bilang “menjadi murid baru udah jadi profesi aku.” Ranti begitu nyaman dengan Indri, tapi semuanya tidak seperti yang terlihat. Mungkin ada sesuatu yang aneh dengan teman barunya ini. (rate: 2 dari 5 bintang)
  • Selamat Ulang Tahun: surat dari seorang ayah pada putrinya, tentang bagaimana putrinya selalu berkembang menjadi pribadi-pribadi baru yang asing satu sama lain dalam perkembangannya. Sebuah surat untuk refleksi jangka panjang si anak, tentang kehidupannya dan terutama, siapa dirinya. (rate: 4 dari 5 bintang)
  • Rahasia: Seorang remaja merasa tertekan karena sebuah rahasia yang tidak bisa ia bicarakan dengan orang-orang terdekatnya. Tapi, di kereta menuju Jakarta, dia dan seorang asing saling membagi rahasia-rahasia mereka, yang tidak pernah mereka bicarakan pada orang-orang yang mereka kenal. (rate: 5 dari 5 bintang)
  • Tuhan: seorang mahasiswi yang mempunyai sahabat seorang mahasiswa ateis, hanya bisa mengigit jari ketika si mahasiswa ateis ingin mencalonkan diri sebagai ketua senat. Selama kampanye, terjadi “tabrakan” ideologi antara si ateis dengan orang-orang beragama yang menentangnya. Mahasiswi itu akhirnya mengalami konflik batin dan terpaksa memikirkan ulang tentang konsepnya sendiri tentang agama dan Tuhan. (rate: 3 dari 5 bintang)
  • Halo: tentang seorang perempuan yang diajak kenalan lewat SMS oleh seorang asing, dan dari situ segala hal berubah jadi sangat absurd. (rate: 3 dari 5 bintang)

5. Quotes

I dont really know anyone. And no one know me either. Ive always been a stranger. Over and over again, over and over again. My Mom… She was the only person who really knew me. She was the only who always there. – Hal. 36, Indri to Ranti.

Ayah percaya. Jika Ayah harus menyisakan satu hal terakhir untuk Ayah percaya di otak usang Ayah ini, ketika Alzheimer nanti menyerang, ketika Ayah bahkan tidak ingat lagi jalan pulang ke panti jompo, itu adalah kepercayaan bahwa kau bisa berubah dan melebarkan sayapmu lagi. – hal. 54

Memang itu fungsi orang asing ‘kan? Untuk bisa membagi rahasia-rahasia terkotormu yang tidak bisa kamu ceritakan pada orang-orang terdekatmu. – hal. 55

6. Kesimpulan

Seperti yang gue tuliskan di review singkat Goodreads, gue agak ragu ketika ingin memberi rating buku ini. Ragu antara ingin memberi 3 atau 4 bintang, tapi akhirnya gue pilih 3. Ada beberapa cerpen yang berhasil meledak ketika di ending dan bikin gue cukup tercengang, tapi ada juga yang sampai ending kejutannya malah garing. Bukan garing juga, sih. Gimana ya nyebutnya, biasa aja. Niatnya kasih kejutan, tapi gue merasa kejutannya biasa saja. Jadi, begitulah, pada akhirnya 3 dari 5 bintang untuk Karena Kita Tidak Kenal milik Farida Susanty.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s