Setahun Bersama Blogger Buku Indonesia

I’m BBI-ers – 1306145, how ’bout you? 🙂

Hai, kayaknya udah lama juga nggak update blog buku. Belum ada buku yang bakal direview, jadi hari ini bakal cerita tentang pengalaman gue selama bergabung sama BBI aja. Kalau ada yang belum tahu, BBI itu Blogger Buku Indonesia, yang merupakan komunitas blogger tukang review *halagh* buku :p Ada banyak jenis bacaan yang bisa direview baik fiksi maupun nonfiksi. Dan ada cukup banyak review yang sudah dituliskan oleh member-member BBI. Selengkapnya tentang BBI bisa kalian baca di sini, dan selengkapnya mengenai seluruh review ada di blog agregator BBI.

Awalnya, gue tahu BBI dari seorang teman nan kece asal Surabaya, namanya Biru Cahya. Kalau mau PDKT atau kenalan, silakan ke @birucahya :p Dia itu sudah lebih dulu gabung sama BBI dan seringkali link postingan reviewnya lewati di timeline. Kemudian, gue sempat nanya-nanya sama dia mengenai BBI; apa aja kegiatannya, boleh posting apa aja di blognya, kemudian seru/ndaknya gabung BBI, ketat/ndak peraturannya.

Jujur, peraturan sebuah komunitas itu sangat penting gue ketahui sebelum bergabung. Gue nggak suka terlalu dikekang. Rasa-rasanya, dulu ada sebuah grup FB kepenulisan gitu –gue bergabung di dalamnya, dan ada peraturan setiap kali menuliskan pesan apapun di wall grup, wajib rapi sesuai EYD. Nggak boleh ada yang disingkat-singkat. Udah kayak mau nulis di koran harian. Nah, itu menurut gue agak berlebihan. Penulis ya penulis, tapi ada kalanya kalau untuk postingan santai, juga menyingkat beberapa kata –selama masih terbaca dengan jelas apa maksudnya dan nggak pakai gaya alay.

Kemudian gue leave group. Nggak tahan.

Makanya sebelum gabung sama BBI, gue sempat mencari tahu apa saja peraturan membernya, takutnya sudah gabung malah ndak betah. Kata Biru, gabung di BBI menyenangkan, banyak kegiatan dan event-event gitu, terus cuma diwajibkan update blog secara berkala. Dalam rentang 3 atau 4 bulan, ya, kalau ndak update akan ditegur divisi member. Hehe. Kalau yang ini, sih, buat gue nggak begitu berat. Soalnya, gue tipe orang yang memang suka nyerocos di blog sendiri, jadi ndak masalah.

Kemudian, alasan berikutnya gue bergabung (selain diajakin Biru) adalah karena waktu itu gue sedang down dan banyak masalah. Gue rasa, kayaknya butuh komunitas baru, teman-teman baru, segala hal baru yang mungkin bisa meredakan kusutnya gue waktu itu. Jadilah gue mulai buat blog ini, lalu mengisinya dengan beberapa postingan review yang sebelumnya memang pernah diposting di blog lama. Beberapa teman sempat nyeletuk, katanya pengin banget gabung sama BBI juga, tapiii.. malas misahin blog pribadi sama blog buku –sedangkan di BBI, member diwajibkan memisahkannya. Segala tentang buku dibahas di blog buku, sedangkan curhatan pribadi, cerpen, cerber, dan semua postingan biasa silakan di blog lain. Yang gue tahu, peraturan ini yang masih belum bisa diterima beberapa orang.

Tapi nggak masalah, sejauh ini member BBI juga cukup ramai (kalau dari pengamatan songong gue, sih) :p

Nah, setelah blog gue jadi, gue memberanikan diri mengirim email ke divisi member BBI. Nggak butuh proses lama, sih. Karena waktu itu memang pendaftarannya lagi terbuka (kemarin sempat tutup beberapa bulan, hingga calon-calon member baru proses pendaftarannya dipending, tapi sekarang sudah seperti biasa lagi). Setelah dapat nomor anggota, gue resmi jadi anak BBI *tepok-tepok pipi sendiri* hehe ^^ Kemudian nggak lama setelah itu, gue bergabung dengan grup Whatsapp Bajay Jabodetabek –grupnya anak BBI regional Jabodetabek 🙂

Di sanalah gue bertemu teman-teman baru yang satu kota. Ada Mbak @asdewi kebanggaan aku, hahaha. Terus ada Kak @dinoynovita yang bawel sebawel-bawelnya, ada @miss_zp yang kemudian jadi kembaran gue karena namanya sama, dan mbak-mbak lainnya yang semuanya menyenangkan. Ketika itu gue berpikir, oh ternyata BBI nggak serem sama sekali. Hahaha. Dulu pas baru gabung sempat agak takut, kirain senior-seniornya pada ketus atau gimanaaa gitu. Jadi anak BBI itu seru-seru, tiap hari adaaa aja yang dibahas di grup, ada aja yang bikin ngakak, dan ketika kopdar semuanya juga menyenangkan :)) *inget di JCC, walau cuma ketemu sebentar*

Kemudian, nggak lama ini, gue baru gabung dengan grup Whatsapp BBI Writing –isinya anak BBI yang suka menulis dan menerbitkan tulisan secara berkala di blog. Coba, deh, cek blognya 🙂 Barangkali cerpen-cerpen dan cerita estafetnya bisa menemani waktu luangmu ^^

Jadi, tertarik bergabung dengan kami? 🙂 *bahasa orang MLM banget, dah*

Advertisements

One thought on “Setahun Bersama Blogger Buku Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s