REVIEW: [Novella] The Curious Case of Benjamin Button – F. Scott Fitzgerald

Judul: The Curious Case of Benjamin Button (Kisah Aneh Benjamin Button)
Penulis: F. Scott Fitzgerald
Penerbit: Buku Katta
Tahun Terbit: 2010 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. – (bonus waktu beli paket terjemahan di Buku Katta)
Jumlah halaman: 96 hal.
ISBN: 978-979-10-1032-48-3
Status: Free from Buku katta
Paket Bisa dibeli di:http://bukukatta.blogspot.com

*

Blurb:

Hildegarde melambai-lambaikan bendera sutra besar, menyapanya di teras. Saat Benjamin menciumnya, ia merasa dengan kedalaman hati bahwa tiga tahun sudah diambil dari mereka. Dia adalah seorang wanita yang empat puluh tahun sekarang. Dengan samar, tampak pertempuran garis uban di kepalanya. Pemandangan itu membuat Benjamin tertekan.

Sampai di kamarnya, ia melihat bayangan yang dikenalnya di cermin. Ia pergi mendekat dan memeriksa wajahnya sendiri dengan kecemasan, membandingkannya dengan foto dirinya berseragam yang diambil sebelum perang.

“Ya Tuhan!” katanya keras. Proses ini terus, tidak bisa diragukan lagi. Sekarang ia tampak seperti orang berusia tiga puluh tahun. Bukannya senang, ia malah merasa gelisah. Ia tumbuh muda. Hingga kini ia berharap tubuhnya bisa terlihat setara dengan umurnya. Ini fenomena mengerikan yang ditandai kelahirannya sedang akan berhenti berfungsi. Dia bergidik. Takdirnya sangat luar biasa mengerikan.

Untuk menambah ketidakberdayaannya, ia menyadari bahwa abad baru semakin dekat, kehausan akan kesenangan semakin kuat. Tak pernah sebuah acara apa pun di kota Baltimore dilewatkannya. Berdansa dengan wanita muda tercantik yang sudah menikah, mengobrol dengan debutan terpopuler, dan menjalankan perusahaan dengan penuh pesona. Sementara, istrinya tampak seperti seorang janda culas. Duduk di antara pengantarnya, menjadi angkuh karena penolakan. Sekarang mengikutinya dengan serius, bingung, dan mata mencela.

“Lihat!” orang akan berkomentar. “Sayang sekali, seorang pemuda seusia itu terikat pada seorang perempuan empat puluh lima tahun. Ia harus dua puluh tahun lebih muda dari istrinya.”

Mereka sudah lupa, sebagian orang-orang pasti lupa, yang mestinya ingat kembali pada kejadian tahun 1880. Semua orang juga berkomentar sama tentang hal ini, pasangan sakit yang cocok.

*

Review:

Ini buku terakhir dari paket sastra terjemahannya Buku Katta yang gue baca. Dari empat buku yang ada di tangan, cuma 3 yang gue review lengkap. Satunya, bikin malas duluan dan akhirnya cuma ditandain di Goodreads :p anggap aja nambah-nambah progress membaca, menuju 50 buku setahun. Ahyee! 🙂

Eh, iya, kisah Benjamin Button ini ternyata berasal dari pengarang yang sama dengan yang menulis novel Great Gatsby. Dan konon kabarnya cerita pendek ini sudah diangkat ke layar lebar dengan Brad Pitt sebagai pemeran Benjaminnya. Seharusnya nonton dulu, sih, ya. mungkin bagi beberapa orang, agak kebalik nonton dulu baru baca, tapi gue memang tipe pembaca yang seperti itu. Lebih suka nonton dulu baru baca, kemudian membandingkan kualitas keduanya.

Jadi kebanyakan basa-basi, berikut reviewnya.

1. First impression

Nah, ketika pertama kali melihat covernya, kemudian membandingkan dengan judulnya, gue mikir: apanya yang aneh?

Dari cover kelihatan seorang perempuan yang menurut blurb berusia empat puluh lima tahun dan pasangannya berusia tiga puluh tahun. Gue mengira itu cuma masalah rentang umur yang agak jauh aja. Nggak menyangka bahwa si cowok memiliki sejarah pertumbuhan yang terbalik dari manusia-manusia lain pada umumnya.

2. How did you experience the book?

Ada 4 cerita dalam buku ini, yang paling panjang adalah kisah Benjamin Button dan itu yang paling berkesan ketika dibaca. Sedangkan 3 sisanya; Jemima, Tuan Icky, Porselin dan Merah Muda bisa dibilang nggak berkesan sama sekali. Yang gue selesaikan cuma sebatas Jemima, itu pun rada-rada nggak paham sama terjemahannya tapi masih mengerti ke mana alur ceritanya. Sementara Tuan Icky sama yang Porselin dan Merah Muda, gue keburu malas duluan lihat terjemahan di lembar-lembar awalnya.

3. Characters

Gue cuma akan bahas kisah Benjamin Button saja, ketiga cerita lainnya mari kita skip.

Benjamin Button: Putra keluarga Button yang mengalami keanehan semenjak hari kelahirannya. Lahir dengan fisik renta seperti kakek-kakek tujuh puluh tahun, bahkan sering dianggap sebagai saudara ayahnya. Tapi kemudian ketika semakin dewasa, ia malah semakin muda dan terus muda.

Hildegarde Moncrief: Istri Benjamin, yang tumbuh normal seperti wanita pada umumnya. Jadi aneh, karena ketika ia menua dan terus menua, Ben malah semakin muda dan terus muda. Ini poin yang diangkat dalam cerita. Ketika seorang perempuan berusia empat puluh lima tahun jalan bareng sama suaminya yang (tampak seperti usia) tiga puluh tahun. Kasihannya, Hildegarde awalnya menyangka Ben beneran lima puluh tahun. Tapi menjelang akhir, malah dia yang kelihatan lebih tua.

Roger Button: Ayah Benjamin Button. Ia membuka cerita dengan keheranannya ketika melihat kondisi bayinya yang tampak renta. Tapi porsi Mrs. Roger Button hampir nggak berasa, nggak terlihat sejak awal, cuma namanya aja disebut-sebut.

Jenderal Moncrief: Mertua Benjamin, ayah dari Hildegarde. Awalnya Jenderal Moncrief tidak menyetujui putrinya menikahi Benjamin, karena Ben terlihat seperti lelaki berusia lima puluh tahun. Tapi justru karena itulah putrinya memilih Ben, karena ia menganggap lelaki lima puluh tahun adalah lelaki matang; tidak terlalu sombong dan banyak tingkah seperti lelaki-lelaki muda dan tidak terlalu tua seperti kakek-kakek tujuh puluhan.

Roscoe Button: Anak lelaki Benjamin. Ada yang aneh juga sama anak ini. Dia lahir normal, tapi di masa pertumbuhannya, dia lebih cepat menua, bahkan ketika ayahnya semakin muda, dia tampak seperti Paman bagi Benjamin.

Nana: perawat bayi keluarga Button. Di akhir kisah, Benjamin dirawat oleh Nana. Benjamin yang seharusnya menua, tapi malah semakin muda dan muda lagi. Berakhir menjadi… bayi 😐

Dokter Keene: dokter yang membantu kelahiran Benjamin, cuma muncul sekilas di awal, tapi gue heran kenapa pas muncul ujug-ujug dia sewot sama Roger Button dan mengatakan nggak akan mau lagi jadi dokter pribadi keluarga mereka setelah empat puluh tahun mengabdi. Dia kemudian pergi bersama kereta kudanya, dan nggak muncul-muncul lagi sampai akhir cerita.

4. Plot

Plotnya lumayan menarik, khusus untuk kisah Benjamin Button. Sedangkan yang lainnya, nggak menarik sama sekali. Atau mungkin terjemahan yang membuat ketiganya nggak menarik. Atau mungkin otak gue yang korslet.

Bukunya tipis, cuma 90an halaman dan langsung ludes gue habiskan dalam waktu dua jam.

5. POV

PoV 3

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang lelaki yang tumbuh kebalikan dari manusia normal lain. Ia lahir tua dan tumbuh semakin muda.

7. Quotes

Kau berada dalam usia romantis sebab tepat di usia lima puluh tahun. Dua puluh lima tahun, orang bisa bijaksana dalam perkataan, tiga puluh tahun sangat tepat untuk pucat karena terlalu banyak bekerja. Empat puluh tahun adalah usia cerita panjang yang membutuhkan seluruh cerutu untuk bicara. Enam puluh tahun adalah terlalu dekat tujuh puluh tahun. Tetapi, lima puluh tahun adalah usia matang. Aku suka orang berusia lima puluh tahun.– hal. 32, Hildegarde Moncrief to Benjamin Button.

8. Ending

Endingnya lumayan mengejutkan. Segitu aja. Ceritanya pendek, kalau semuanya spoiler, lama-lama habis :p

9. Questions

10. Benefits

Gue nggak tahu apa yang harus gue tuliskan di bagian ini. Dibilang nggak ada benefitsnya, ya ada aja. Tapi nggak tahu gimana cara nulisnya. Yang jelas, gue berhasil membaca satu lagi kisah unik dan lain daripada yang lain.

*

Overall, 3/5 bintang untuk The Curious Case of Benjamin Button dan F. Scott Fitzgerald. Cuma kisah Ben yang berkesan, sisanya ancur bersama terjemahannya. Itu juga yang bikin gue ngasih bintang cuma tiga biji. Seharusnya bisa lebih, tapi… ahsyudahlaah~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s