REVIEW: CARRIE – Stephen King

Judul:CARRIE
Penulis:Stephen King
Penerjemah: Gita Yuliani K.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit:Oktober 2013 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 47.000
Jumlah halaman:255 hal.
ISBN: 978-979-22-9951-9
Status Buku: dihibahkan @siputriwidi

*

Blurb:

Carrie White adalah gadis yang tidak populer, tapi dia memiliki kemampuan tersembunyi. Carrie bisa membuat benda-benda bergerak jika dia memusatkan perhatiannya pada benda itu. Kemampuannya ini membuatnya berkuasa dan menjadi sumber dosanya.

Carrie hanya ingin menjadi gadis normal di sekolah, tidak diejek sebagai gadis aneh, dan… bisa pergi ke pesta dansa sekolah. Hingga seorang gadis berusaha menebus kesalahannya pada Carrie dengan memberikan semua keinginan Carrie tersebut. kebaikan itu berubah menjadi malapetaka yang takkan pernah dilupakan teman-teman sekolahnya dan seisi kota.

*

Review:

Nih, akhirnya kesampaian juga baca salah satu bukunya Stephen King. Buku ini dihibahkan @siputriwidi awal April kemarin, dan baru sempat gue baca sekarang. Walau agak tersendat pas bacanya karena terjemahannya… ng, begitulah, tapi akhirnya gue selesaikan. Karena sebenarnya memang tertarik baca buku Stephen King dan penasaran sama kelanjutan kisah Carrie White ini.

Berikut reviewnya.

1. First impression

Ini dia! My first impression is, covernya keren luar biasa :p entah kenapa, gue suka banget sama covernya. Warna yang antimainstream untuk sebuah cover buku: kuning, tapi gambar di covernya itu sesuatu. Ada aura gelap yang ditampilkan walau pun latar belakangnya kuning. Sempat juga baca blurbnya sedikit, akhirnya memberanikan diri mulai membacanya, meski teman-teman bilang mending baca yang versi bahasa Inggris atau nonton filmnya sekalian. Gue percaya ada hal-hal yang tidak bisa didapat di film, dan kalau seandainya kurang puas sama yang versi ini, nanti bisa baca ulang dengan versi asli yang berbahasa Inggris. Gitu.

2. How did you experience the book?

Gue nyaman sama semua yang ada dalam buku ini, kecuali TERJEMAHANNYA. Plotnya, karakternya, cara penulisnya menguraikan tentang kehidupan keluarga White dan juga kehidupan gadis-gadis muda di sekolahan itu. Tapi please, terjemahannya itu bikin migren berhari-hari 😐 jangan salahkan kenapa gue lanjut baca walau terjemahannya acakadut, alasannya sudah gue tuliskan di atas. Tapi ini ketiga kalinya gue menulis kalimat berikut, setelah kemarin menulisnya di Path dan Goodreads, teganya GPU memberikan terjemahan kayak gini untuk novel dari seorang penulis sekaliber Stephen King. Gue yang baru pertama baca buku dia aja rasanya keki, gimana penggemarnya? Mungkin langsung siapin peralatan perang :))

3. Characters

Carrietta White: seorang gadis cupu di sekolahnya. Sedari kecil Carrie selalu dianggap aneh dan tidak punya teman di sekolah. Sederhananya, Carrie hanya ingin menjadi normal. Tapi kasihannya, ia tidak pernah mampu jadi normal karena ulah ibunya sendiri.

Margaret White: biasa dipanggil Momma oleh Carrie. Mrs. White ini adalah penganut agama Kristen yang fanatik dan keras. Keras, tapi entah sesat atau nggak, gue masih samar-samar, karena terjemahannnya hvft sekali. Tapi mungkin juga penganut aliran Kristen yang sesat, karena tiap kali Carrie melakukan sesuatu yang dianggapnya sebuah dosa, ia akan menampar, memukul, menyeret kemudian mengurung Carrie di lemari dan menyuruh anak itu berdoa meminta pengampunan pada ‘Tuhan’ mereka. Bahkan kadang sampai seharian dan Carrie tersiksa. Nah, di sini, gue nggak yakin ada orang beragama yang tega melakukan hal sejahat itu sama anaknya sendiri. Margaret juga menganggap bahwa hal-hal kecil seperti menyimpan poster penyanyi cowok atau pergi ke prom sekolah adalah sebuah dosa besar.

Chris Hargensen: tokoh antagonis dalam novel ini. Chris adalah gadis manja yang bergantung pada kekuasaan ayahnya yang seorang pengacara. Dia berteman dengan jajaran gadis-gadis populer di sekolah dan suka buat ulah. Tiap kali dia kena masalah atau hukuman, maka semua itu akan langsung diselesaikan ayahnya.

Billy Nolan: pacar Chris. Banyak yang nggak habis pikir kenapa Chris mau sama Billy. Karena dari deskripsinya sih, Billy ini berantakan dan preman banget, tapi malah bukan idola sekolah. Bukan tipe idaman gadis populer. Ditambah lagi, Billy Nolan ini anaknya kasar. Dan ulah anak ini yang kemudian jadi malapetaka bagi mereka semua.

Susan Snell: Niknemnya Sue, atau pacarnya biasa memanggilnya Suzie. Dari semua tokoh dalam novel Carrie, Sue dan pacarnya (Tommy) adalah tokoh favorit gue. Bahkan Carrie tokoh utamanya sendiri nggak greget-greget banget. Sue juga termasuk gadis populer di sekolahnya. Suatu hari dia ikut ambil bagian dalam menertawakan Carrie dan akhirnya menyesal. Baiknya anak ini, dia masih punya perasaan. Sue sempat diremehkan Chris karena kasihan pada Carrie, tapi Sue bahkan kemudian berusaha memperbaiki kesalahannya melalui Tommy.

Tommy Ross: pacar Sue, ganteng, idola sekolah. Carrie juga sempat tertarik padanya, makanya Sue nyuruh Tommy mengajak Carrie ke prom dan dia sendiri mengalah untuk nggak ikut prom. Tommy awalnya nggak mau, tapi akhirnya melakukan segala keinginan Suzie karena katanya sayang. This is, bagian so sweetnya adalah ketika Tommy melakukan segalanya demi Suzie, tapi kemudian mati terbunuh di pesta prom berdarah itu. 😐

Henry Grayle: kepala sekolah mereka. Sebenarnya dia tegas, tapi sayangnya terlambat. Dia kurang memerhatikan anak-anak seperti Carrie –yang tersisih dari pergaulan.

Rita Desjardin: biasa dipanggil Miss Desjardin, ia guru Pendidikan Jasmani dan belum terlalu lama mengajar, tapi berani menghardik Chris yang mengejek Carrie. Chris memperkarakan perlakuan Desjardin melalui ayahnya, tapi kemudian ayahnya menyerah dan nggak jadi menuntut sekolah karena anaknya sendiri ketahuan ngebully Carrie.

4. Plot

Plotnya menarik, cukup menarik. Tapi gue butuh waktu agak lama baca buku ini. Kayaknya sekitar lima harian. Alurnya biasa aja, nggak terlalu cepat, tapi bergantian maju-mundur. Ada beberapa flashback aja sih.

Cuplikan-cuplikan potongan kisah kejadian menjelang bencana sekolah itu yang menurut gue menarik. Juga kesaksian Sue dalam Namaku Susan Snell yang akhirnya dibukukan. Juga ada Komite White yang merangkum segala hal mengenai Carrie.

5. POV

POV 3

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang gadis remaja yang kerap dibully teman-temannya, namun kemudian semuanya berbalik menjadi malapetaka bagi seisi kota, sewaktu si gadis menyadari bahwa dirinya memiliki kekuatan telekinesis yang mampu mengendalikan benda-benda sekitar hanya dengan memusatkan perhatiannya.

7. Quotes

Carrie sendirian dengan Tuhan Momma yang murka. Cahaya biru menyorot gambar dari Yahweh besar dan berjenggot yang melemparkan banyak manusia menjerit melalui jurang gelap ke dalam ngarai api. Di bawah mereka, sosok-sosok hitam mengerikan berjuang menerobos kobaran api penderitaan abadi sementara Laki-laki Hitam duduk di atas takhta berwarna api dengan trisula di satu tangan. Tubuhnya tubuh manusia, tetapi ia mempunyai ekor runcing dan kepala serigala.hal. 63-64

Malam Prom sudah sejarah sekarang. Para cendekiawan mengatakan selama berabad-abad bahwa waktu menyembuhkan semua luka, tetapi luka kota kecil Maine barat mungkin abadi.hal. 246 (terjemahannya memang agak sesuatu, tapi kalau disusun lagi, sebenarnya kalimat ini cukup bagus juga).

8. Ending

Endingnya memuaskan. Tadinya gue kira Carrie-nya masih hidup. Tapi akan awkward jadinya kalo Carrie diceritakan masih hidup. Seluruhnya, hampir seluruh anak termasuk Carrie akhirnya meninggal. Yang tersisa hanya anak-anak yang nggak ikut ke prom dan Susan Snell sendiri. Margaret White bahkan ikut terbunuh pada akhirnya.

Thriller yang menyenangkan, banyak darah, banyak nyawa yang melayang, tapi tetap memberikan ending yang bagus.

Oh, ada sedikit kejutan di ending paling akhir. Yang penasaran boleh baca sendiri. Fufufu~

9. Questions

10. Benefits

Walau terjemahannya acakadut, tapi novel ini cukup menghibur (dari sisi cerita, ya). Dan berhasil menggenapkan cita-cita gue untuk membaca buku Stephen King. Sekarang malah jadi penasaran pengin baca versi asli dan novel-novel beliau yang lainnya. Bahh..

*

Overall, 3/5 bintang untuk Carrie dan Stephen King. Tadinya mau ngasih 4 bintang karena suka sama ceritanya, tapi terjemahan GPU berhasil merusaknya dan menjadikan bintangnya berkurang 1. Hiks. Semoga kedepannya, GPU nggak memberikan terjemahan kayak gini lagi, baik untuk buku-buku Stephen King sendiri maupun untuk buku lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s