REVIEW: Roman Orang Metropolitan – Threes Emir

Judul: Roman Orang Metropolitan
Penulis: Threes Emir
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. – (beli di obralan Gramedia Rp. 15.000,-)
Jumlah halaman: 280 hal.
ISBN: 978-979-22-8664-9

*

Blurb:

Jatuh cinta adalah hak setiap orang, juga orang-orang yang tinggal di Metropolitan. Gaya dan lagaknya macam-macam.

Sheila yang baru berumur 21 tahun jatuh cinta pada dokter setengah umur yang wajahnya mirip Sean Connery. Tentu saja papanya keberatan. “Masa Papa punya menantu yang umurnya hanya berselish dua tahun dengan Papa?” Tapi bukan alasan papanya yang membuat Sheila memutuskan hubungan, melainkan apa yang ditulis dalam blog anak Pak Dokter.

Pertama kali Pedro mengajak ceweknya brunch bersama Mami dan Papi di Hotel Shangrila, ceweknya bersendawa. “Hadeuuuh, Pedro, Mami gak mau ya kalau harus mengajarkan etiket pada calonmu. Carilah gadis dari srata sosial yang sama dengan kita.” Setelah mendapat gadis dari srata sosial yang sama, Mami berteriak, “Aduh, mamanya pacarmu itu tukang tembak!”

Amanda yang memiliki Papa setampan Javier Bardem mengaku pada sahabatnya, “Papaku tuh Don Juan tulen, untung kamu menolak ajakannya, kalau enggak, apa iya aku harus memanggilmu tante?”

Sabrina yang mirip Kate Middleton malu setengah mati atas kelakuan ayahnya yang berpacaran dengan tante suaminya. “Papa pulang ke solo siang ini ya. nanti saya antar ke airport. Saya maluuu sekali.”

*

Review:

Yak, jadi setelah sekian lama pengin beli Roman Orang Metropolitan, akhirnya malah nggak sengaja nemu di obralan buku Gramedia dengan label harga super miring. Selain buku ini, sebenarnya ada beberapa buku lain yang berhasil gue bawa pulang. Tapi buku ini yang pertama kali gue baca, sedangkan yang lain masih ikut ngantre di tumpukan 😐

Sebenarnya, gue punya ekspektasi tinggi atas buku ini. Dan berhubung sebelumnya belum pernah baca tulisan Threes Emir, jadi nggak tahu-tahu banget gimana gambaran tulisan beliau. Walau beberapa teman yang sudah pernah baca buku ini mengatakan bahwa bukunya jauuuhhh sekali dari harapan mereka, tapi gue tetap pengin beli sendiri. Karena gue orangnya nggak bisa tahan kalau udah pengin sesuatu, tapi cuma bisa dengar dari pendapat orang. Jadi harus baca dan membuktikan sendiri :p

Ini review singkatnya.

1. First impression

Ketika pertama kali lihat buku ini di bookshop online, jujur gue tertarik karena covernya. Ada banyak buku Threes Emir yang lain, kan, ya. Ada Tuan Besar, Nyonya Besar, Simpanan Nyonya Besar, Menantu dan Mertua Metropolitan, tapi entah kenapa gue malah paling suka cover Roman Orang Metropolitan. Iya, gue anaknya suka jadi korban cover -_-

Jadi, karena penasaran, gue kemudian mengincar buku ini. Tapi setelah lama, baru kesampaian bisa baca sekarang :p

2. How did you experience the book?

Kesan pertama gue ketika membuka daftar isi adalah: nyebelin. Penjelasan singkat akan ditulis di poin nomor 4. Sisanya, ketika membaca cerpen pertama, jujur nggak terlalu nyaman. Ceritanya memang ringan, bahasanya juga nggak terlalu berat, tapi apa, ya… kalau gue boleh jujur, bahasanya kaku dan terkesan jadul. Mungkin memang pengaruh umur penulisnya. Barangkali di zaman beliau, gaya menulis memang belum seringan zaman sekarang. Jadi ketika dibaca anak zaman sekarang, jadinya ya gitu..

3. Main Idea/Theme

Roman Orang Metropolitan bercerita tentang bagaimana kisah percintaan kaum jetset Jakarta. Ibarat wanita, Jakarta itu bisa dibilang seorang wanita muda yang stylish dan smart mungkin, ya. Semuanya ada di Jakarta dari kalangan kelas bawah sampai paling atas. Maka Roman Orang Metropolitan mengambil ruang lingkup pada bagian kelas menengah ke atas. Kalau kalian pengin tahu apa aja masalah percintaan orang kaya, atau ulah-ulah anak konglomerat, baca aja nih buku.

4. Review Singkat Cerpen

Review kali ini nggak panjang-panjang. Gue jadi malas review satu-satu seperti biasa, semenjak baca daftar isinya.

Pertama, karena gue tadinya mengira ini adalah novel, tapi ternyata kumpulan cerpen.

Kedua, gue buka daftar isi itu untuk nyari judul mana yang bakal gue baca duluan –seperti biasa ketika gue baca sebuah kumcer, tapi ternyata daftar isinya bikin speechless setengah mati. Jadi seluruh cerpen dalam buku ini nggak ada judulnya. Biar gue ulang supaya dramatis, nggak ada judulnya! Jadi, yang ada di daftar isi adalah tulisan ‘Roman 1’ halaman sekian, ‘Roman 2’ halaman sekian, sampai cerpen ke-24 -__- dan ini spontan bikin gue migren, bingung harus baca dari mana dan mau nggak mau harus baca dari awal.

Ketiga, karena sebelum membacanya, ekspektasi gue akan buku ini cukup tinggi. Tapi ternyata, selain bahasanya kaku, seluruh ceritanya punya kemiripan. Semua anak orang kayanya pasti les piano, pasti sekolahnya diatur sedemikian rupa biar begini dan begitu, setiap istri orang kaya pasti cantik dan bergelimang belanjaan bermerek, setiap suami-suami kaya raya pasti ada aja kelakuannya; mulai naksir pembokat, selingkuh, sampai duda yang pacaran sama abege kuliahan. Tapi gue juga nggak bisa protes, lah, ya. Soanya ada label based on a true story di cover bukunya. Jadi, kalau memang ini kelakuan orang-orang kaya metropolitan, gue cuma bisa elus dada. Sorry to say, kisah cinta kalian sama runyamnya dengan sinetron-sinetron kejar tayang di stasiun televisi 😐 *belah meja*

5. Quotes

Nggak banyak quotes yang ngena dari buku ini. Tapi baiklah, daripada ndak ada. Mari kita comot aja beberapa yang sekiranya kece.

Papaku tuh Don Juan tulen, untung kamu menolak ajakannya, kalau nggak, apa iya aku harus memanggilmu tante?– Amanda to Vitri, Roman 11 – hal. 134

Masa Papa punya menantu yang umurnya hanya berselisih dua tahun dengan Papa?– Papa to Sheila, Roman 16 – hal.187

6. Kesimpulan

Overall, 2/5 bintang untuk Threes Emir dan Roman Orang Metropolitan. Dan di ending ketika membaca tentang penulis, baru nyadar bahwa beliau pernah jadi pimred majalah MODE Indonesia, padahal awal April lalu sempat lihat beliau hadir di acara Kompas Gramedia Fair di JCC Senayan. *sungkem* 😐

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s