REVIEW: [Novelet] The Bear Came Over The Mountain – Alice Munro

Judul: The Bear Came Over The Mountain
Penulis: Alice Munro
Penerbit: Buku Katta
Tahun Terbit: Maret 2014 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 15.000,-
Jumlah halaman: 64 hal.
ISBN: 978-979-10-3280-3
Status: beli dari promo bukukatta, jadi member BBI dapet harga khusus plus bonus 1 buku.
Bisa dibeli di:http://bukukatta.blogspot.com

*

Blurb:

“Kukira itu tak perlu dikhawatirkan,” kata Fiona, “Mungkin aku hanya kehilangan ingatanku.”

Grant bertanya apakah dia telah meminum pil tidur.

“Aku tak ingat,” katanya. Lalu dia minta maaf karena terdengar begitu ceroboh. “Aku yakin tak meminum pil apapun. Mungkin aku seharusnya meminum sesuatu. Mungkin vitamin.”

Vitamin tak membantu. Dia sering berdiri di ambang pintu, bingung ke mana dia akan pergi. Dia lupa menyalakan api ketika memasak sayur atau lupa menaruh air di mesin pembuat kopi. Dia menanyakan kapan mereka pindah ke rumah ini.

“Apakah tahun lalu atau tahun sebelumnya?”

“Dua belas tahun yang lalu,” kata Grant.

*

Review:

Buku ini gue dapat waktu ada promo dari bukukatta. Waktu itu katanya kalo pake nomor anggota BBI, maka akan dapat harga promo tiap beli satu bundel buku sastra, plus dikasih bonus 1 buku lainnya. Yang namanya member BBI, pasti nggak tahan digoda promo-promo macam gitu, apalagi ‘terancam’ dapat harga super murah meriah untuk buku-buku kece. Kami demen yang begituan, kalau penerbit kalian mau ngadain promo, coba aja deh hubungi BBI :p *kenapa jadi iklan* -_-

Intermejo sedikit, buat yang nggak tahu siapa Alice Munro, beliau adalah pemenang nobel sastra 2013 dan dijuluki ‘Master of the Contenporary Short Story’. Kok tahu, Mput? Keren banget bisa tahu 😐 Iya, abis ditulis di sampul depan bukunya *hening seluruh jagad*

Buku berjudul The Bear Came Over The Mountain ini sejatinya bukan cerpen karena kepanjangan, juga bukan novel karena kependekan. Jadi, ini adalah novelet, dan udah diadaptasi ke layar lebar berjudul Away From Her.

Versi filmnya. Sweet 🙂

The Bear Came Over The Mountain, bercerita tentang sepasang suami istri yang sudah menikah selama 50 tahun (ini sama sekali nggak ada beruang dalam ceritanya, ya) dan si istri ketika tua, lama-kelamaan jangkauan ingatannya semakin pendek. Fiona kelamaan bahkan nggak inget jalan, nggak inget apa isi laci dapurnya, nggak inget apa yang baru dia lakukan beberapa menit lalu. Gejalanya kayak alzaimer gitu, tapi di buku nggak disebutkan deh rasanya.

Grant –sang suami, kemudian menempatkan istrinya di sebuah tempat bernama Meadowlake, semacam panti tempat orang-orang tua berkumpul, dengan harapan Fiona kelamaan akan pulih karena bertemu teman-teman baru. Namun, selama Grant menempatkan istrinya di sana, ia sendiri yang bekerja sebagai pengajar di universitas juga menjalin affair diam-diam sama beberapa cewek. Istilahnya, beberapa kali nyeleweng. Salah satunya cewek bernama Jacqui Adams yang kemudian hubungan mereka putus karena Jacqui harus pindah kota ikut suaminya.

Alice Munro menceritakan masa tua sepasang suami istri yang amat kesepian, nggak punya anak. Yang lebih dibahas di sini mungkin bagaimana isi hati si suami ketika mendapati istrinya menderita penyakit yang demikian (kehilangan ingatan jangka pendek), dan ketika menempatkannya di Meadowlake, Fiona lalu dekat dengan seorang lelaki gaek bernama Aubrey. Si Aubrey jadi manja sama Fiona dan maunya diurusin terus. Hingga kemudian, Marian, istri Aubrey membawanya pulang.

Pergolakan berikutnya, adalah pertimbangan Grant tentang Fiona. Ia berusaha menolong istrinya, tapi menurut gue, dia pun merasa kesepian. Ada kebingungan mengenai ajakan Marian, ada kebingungan lain lagi mengenai permohonan Grant agar Aubrey kembali ke Meadowlake.

Tapi endingnya memang jleb banget 😐 nggak gue sangka-sangka. Kehidupan percintaan itu sesuatu yang magis, ya, ternyata : ))

Berikut review lengkapnya.

1. First impression

Covernya bagus, dan di poster filmnya juga auranya mirip-mirip. Cuma bedanya di film ada tambahan dua wajah tokoh utamanya, Grant dan Fiona.

2. How did you experience the book?

Memang sebenarnya gue nggak langsung nyaman membaca buku ini. Apa ini pengaruh karena tulisan terjemahan, gue juga nggak tahu. Tapi memang, terjemahannya di beberapa bagian jadi gengges. Gue lihat rating di Goodreads pada bagus, jadi gue penasaran baca. Gue menangkap apa yang ingin disampaikan Alice Munro, tapi gue jujur agak gimanaa gitu sama terjemahannya. Mungkin aja bule-bule itu ngerating tinggi karena mereka baca versi aslinya langsung dan benar-benar mendapatkan bagusnya buku ini di sebelah mana. Ya, mungkin aja.

3. Characters

Fiona: seorang wanita tua yang sudah menikah selama 50 tahun dengan suaminya. Suatu hari di masa tuanya, Fiona menderita penyakit kehilangan ingatan jangka pendek. Di sinilah masalah bermula. Ingatan Fiona, kesetiaan Grant, perkawinan mereka, segalanya.

Grant: suami Fiona. Ia seorang profesor dan pengajar di universitas. Selama istrinya ditempatkan di Meadowlake, ia kerap berselingkuh dengan beberapa wanita lain. Awalnya gak suka sama tokoh Grant ini. Tapi kepeduliannya untuk tetap mengunjungi, merawat dan menolong istrinya, juga patut dipertimbangkan sebagai kesan positif. Manisnya, dia juga sempat membelikan istirnya bunga bakung sebelum berkunjung, walau selama ini dia sama sekali nggak pernah membelikannya bunga.

Aubrey: lelaki tua yang sama-sama penghuni Meadowlake, konon kabarnya pernah kenal Fiona di masa muda. Selama di Meadowlake, Aubrey jadi manja dan suka menangis di hadapan Fiona. Kalo dia main kartu dan kartunya tercecer dikit, Fiona yang beresin. Kalo dia sedih, dia akan datang ke ranjang Fiona kemudian menangis, nah, Fiona lagi yang susah mendiamkannya. Tapi Fiona terus melakukannya seolah-olah Aubrey itu suaminya. Ini yang kemudian membuat Grant resah.

Marian: istri Aubrey yang lebih muda beberapa tahun dan kayaknya masih energik aja. Nggak selang beberapa lama, dia datang menjemput Aubrey dan membawanya pulang karena nggak sanggup lagi membayar biaya perawatan di Meadowlake.

Jacqui Adams: salah satu selingkuhan Grant yang kebetulan namanya lewat sedikit dalam novelet ini.

Kristy: seorang perawat baik hati di Meadowlake yang setia memberikan kabar mengenai perkembangan Fiona pada Grant.

4. Plot

Plotnya menarik, walau sekali lagi dengan bawelnya gue berkata, kurang sreg sama terjemahannya. Alurnya campur, maju mundur. Kadang-kadang ada cerita mengenai masa muda Grant dan Fiona juga. Oh, dan gue menyelesaikan novelet ini dalam dua jam.

5. POV

POV 3

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang wanita tua yang kehilangan ingatannya dalam jangka pendek dan segala pergolakan yang terjadi dalam kehidupannya, akibat penyakit tersebut.

7. Quotes

8. Ending

Cukup suka sama endingnya, tapi berhubung ceritanya nggak begitu panjang, mending bacca sendiri aja. Spoiler ending akan membeberkan seluruh cerita 😐

9. Questions

10. Benefits

Benefitsnya sih, ngerasa bangga aja bisa baca tulisan seorang pemenang nobel sastra, hahaha. Tapi memang sih, kadang-kadang harus melahap tulisan-tulisan sastra begini, untuk nambah-nambah ilmu sendiri :p

*

Jadi, 3/5 bintang untuk Alice Munro dan The Bear Came Over The Mountain. Sebenarnya pengin kasih bintang 4, cuma ya itu, versi terjemahannya nggak begitu memuaskan. Walau memang, nangkep intinya dan cukup suka 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s