REVIEW: #28Hari – @Ndorokakung & @Beradadisini

Judul: #28Hari | #28Days
Penulis: @NdoroKakung | @Beradadisini
Penerbit: Nulisbuku.com
Tahun Terbit: Februari 2011 (Edisi Revisi: cover baru & dua bahasa)
Harga: Rp. 50.000,-
Jumlah halaman: 187 hal.
ISBN:
Bisa dibeli di: www.nulisbuku.com

*

Blurb:

Pada tanggal 1 Februari, seorang perempuan menuliskan kisah dan kenangan-kenangan mengenai lelakinya. Di hari yang sama, seorang lelaki menuliskan kisah dan kenangan-kenangan mengenai perempuannya.

Catatan-catatan mereka meninggalkan jejak yang acak, tetapi nampak saling berhubungan. Siapa mereka? Apa hubungan di antara keduanya? Dan apa yang terjadi ketika catatan-catatan mereka berakhir tepat pada tanggal 14 Februari?

*

#28HARI berawal dari proyek kolaboratif dan eksperimental antara @ndorokakung (Wicaksono) dengan @beradadisini (Hanny Kusumawati) untuk menulis prosa berbalas dan mempublikasikannya lewat dua halaman Tumblr berbeda: http://lelakiku.tumblr.com dan http://perempuanku.tumblr.com

Ketika menulis prosa berbalas ini, mereka sepakat untuk tidak menentukan alur cerita atau menyepakati akhir dari cerita ini.

*

Review:

Udah lama ngincer buku ini, malah sejak awal masih cover lama. Tapi kenyataannya baru kesampean beli ketika udah revisi ganti cover, hahaha. Berhubung beberapa bulan lalu @nulisbuku lagi adain diskon, ada seorang teman yang ngajak belanja bareng, lalu terpikirlah untuk membeli buku ini.

Dari komentar-komentar orang dan tulisan-tulisan yang gue baca di kedua alamat Tumblr di atas, kayaknya memang isinya menarik untuk dibaca. Eh, sekaligus galau sih :p

Maka setelah menunggu proses cetak kurang lebih dua minggu, akhirnya bukunya sampai ke Jakarta. Tapi baru bisa gue baca belakangan ini karena sempat ketahan dan nggak ketemu si teman yang gue tebengin pesan buku *halahh, nebeng* : ))

Berhubung ini bukan novel, jadi nggak bisa review pake poin-poin kayak biasanya. Ini lebih ke prosa, dan gue sebenernya lebih suka prosa daripada puisi. Lebih enak aja dibacanya :p

 

First impression

Covernya lucu, walau warnanya gelap dan suram, lebih soft warna edisi lamanya. Tapi kalau gambar, sebenernya lebih suka cover yang ini sih. Gramophone dari jarak dekat (banget), melambangkan hati yang kayaknya kesepian *sotoy* :p

POV

2 POV, masing-masing POV 1. Dari si perempuan dan dari si lelaki.

About #28Hari

Di saat gue lagi nggak pengin baca buku sedih, di saat gue skip beberapa buku di tengah jalan dan nggak di baca sampai habis cuma karena nggak mau sedih-sedihan, ini buku pertama yang gue baca, dan akhirnya gue selesaikan dengan sukses, hahaha. Iya, buku ini sedih. Kalau kalian lagi patah hati atau kecewa berat, sebisa mungkin jangan baca. Tapi, kalau kalian maksa pengin baca, kalian akan mendapatkan sebuah bonus istimewa ketika membacanya; tulisan yang manis, meremukkan hati, tapi JLEB banget : ))

Ada banyak kata-kata yang gue suka dalam buku, ini. Kalo ditanya kutipan quotes, rasanya pengin gue kutip semua. Tapi nggak mungkin, kan. Itu sama aja kalian baca ulang bukunya di blog gue ==” jadi, inilah beberapa kutipan dari #28Hari yang gue anggep bagus dan sempat gue kutip di timeline selama dua hari proses membaca bukunya.

Dan bukankah hingga detik ini, kita masih bertanya-tanya, apakah dulu yang kita campakkan itu cinta?

Sejak kamu ke Baratm dan aku ke Timur, hidup tak pernah sama lagi –seperti ketika Hong Kong diserahkan dari Inggris ke tangan pemerintah Cina. Bukit-bukit cinta di hatiku pun tentu saja masih ada dan berdiri kokoh seperti perbukitan Tai Mo Shan Territories. Tapi tak ada lagi yang membuat rumput menghijau dan kembang bersemi begitu kau pergi.

Dari manakah datangnya luka dan air mata? Aku tak tahu. Tapi dari hidup aku belajar merasakannya. Dan lama-lama aku pun terbiasa menikmatinya. Dari sanalah aku tahu bahwa luka yang paling pedih adalah ketika kita tahu apa yang kita mau, tapi tak dapat meraihnya.

Bagaimana mungkin kita menafikkan perasaan sendiri dan melipat kenangan ke sudut hati? Bagaimana mungkin harapan yang baru menyala langung kita matikan begitu saja?

“Huh, kukira rumah buatmu adalah di mana ada aku.” | “Kamu lebih dari sekedar rumah.” | “Lalu apa arti diriku buatmu?” | “Seluruh sisa hidupku.”

One fairy tales is always somebody elses nightmare.

Every time I look up at the twinkling stars scattered over the night sky, I always see us in the past. We were those twinkles.

Now, we are like two strangers that have never crossed path. We force ourselves not to look back. To burry all that ever was.

As always, we never talked about it. Because we would be okay as long as we didnt talk about us.

I still remember a fragment when we sat at the corner of Bongo Cuban Cafe by 1498 East Buena Vista Drive, Orlando. Summer.

 *

Nah, itu beberapa diantaranya. Walau gue suka keseluruhan bukunya. Untuk kategori buku mungil yang gue beli dengan harga gocap diskon sedikit, ini lumayan bagus dan gue nggak nyesel belinya :p

Selanjutnya, 4/5 bintang untuk #28Hari dan dua penulisnya. Menunggu duet mereka selanjutnya, karena kayaknya tulisan mereka cocok :p hehe.

Advertisements

One thought on “REVIEW: #28Hari – @Ndorokakung & @Beradadisini

  1. Pingback: Review: (Tak) Percaya Cinta – Muthia Zahra Feriani & Alldo Fellix Januardy – Bukunya Mput

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s