REVIEW: (Kumpulan Puisi) Anak Mencari Tuhan | Pertempuran Rahasia

Judul: (Kumpulan Puisi) Anak Mencari Tuhan | Pertempuran Rahasia
Penulis: Nugroho Suksmanto | Triyanto Triwikromo
Pengantar: Putu Wijaya | Sapardi Djoko Damono
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Mei 2010 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. – (dapat di obralan dengan harga Rp. 10.000,-)
Jumlah halaman: 189 hal. (keseluruhan)
ISBN: 978-979-22-5755-7
Status: Posting Bareng Blogger Buku Indonesia, Maret 2014

*

Review:
Kurang lebih sebulan lalu, gue jalan-jalan ke salah satu tempat obralan. Niatnya sih nyari buku murah titipan temen, eh jadinya malah nemu buku ini. Awalnya nggak tertarik sama sekali, karena faktanya gue bukan orang yang suka-suka banget puisi atau baca buku puisi. Tapi ketika baca bagian ‘Pertempuran Rahasia’ sekilas, gue mendadak tertarik. Isinya lebih mirip prosa ketimbang puisi dan menceritakan tentang wayang.

Buku ini terdiri dari dua bagian. Setengahnya berjudul Anak Mencari Tuhan yang ditulis oleh Nugroho Suksmanto (87 halaman dari keseluruhan buku) dan setengahnya lagi berjudul Pertempuran Rahasia yang ditulis oleh Triyanto Triwikromo (98 halaman dari keseluruhan buku).

Sebenarnya suka konsepnya, menyatukan dua penyair dalam satu buku. Tapi gue merasa tulisan mereka kurang seimbang. Bukan masalah bagus atau tidaknya, itu realtif –hanya perkara selera pembaca. Tapi gue mikirnya, kalau yang satunya prosa tentang wayang, mungkin setengahnya bisa diusung puisi-puisi wayang –jadi bisa sekalian memuaskan hasrat baca orang-orang yang memang suka pewayangan atau baru mau tahu tentang wayang (kayak gue). Sedangkan di buku ini, pada bagian Anak Mencari Tuhan, penulisnya mengusung tema tentang Tuhan sebagai poin utamanya, dan beberapa tema kecil; alam, negara, buku dan sastra. Sekali lagi, ini hanya pendapat pribadi, sih.

1. First impression
Honestly, ketika pertama kali memegang buku ini, malah (satu-satunya) yang menarik itu cover bagian Anak Mencari Tuhan. Tapi ketika dibaca, ternyata gue malah lebih suka part Pertempuran Rahasia. Tapi kebetulan ada postbar BBI mengenai buku puisi, jadi sekali mendayung, langsung nyasar ke dua pulau. *ada yang salah dengan peribahasa ini*

Dan kelebihan buku ini adalah ilustrasinya, ada beberapa puisi/prosa yang disisipi lukisan-lukisan abstrak gitu *entah ya, gue gak tahu lukisan. Tapi yang gue tahu, lukisannya memang bagus, hehe*

2. How did you experience the book?
Biasanya baca novel, eh sekarang baca buku puisi. Awalnya jelas nggak nyaman banget -_- ngerasa aneh, walaupun puisi notabene pendek-pendek dan nggak sepanjang novel. Walau prosa sekalipun, tetep aja pendek. Tapi sekali lagi, awal baca tetep nggak nyaman. Yang kemudian bikin gue nyaman adalah ketika membaca Pertempuran Rahasia.

3. About this book
Buku terbitan 2010, seharusnya jadi barang langka ketika gue menemukannya di tahun 2014, dan beruntungnya dapet harga murah. Ceban, padahal hardcover. Dan dari isinya, sih, kayaknya gue nggak menyesal membawa buku ini ke kasir. (plus tambahan pegel dan encok pas ngantre di kasirnya)

4. About Anak Mencari Tuhan
Anak Mencari Tuhan adalah sekumpulan puisi karya Nugroho Suksmanto. Ada  beberapa halaman pengantar dari Putu Wijaya dan beberapa sub tema; Perihal Tuhan dan Agama, Perihal Pahlawan, Bangsa dan Kebebasan, Perihal Keluarga dan Perasaan, serta Perihal Alam dan Kehidupan.

Nggak begitu banyak puisi yang bener-bener gue suka di part ini, tapi salah satu dan salah duanya adalah puisi di bawah ini.

; mencari Tuhan (2) – hal. 10
…dan Malaikat pun bertanya,
“mengapa engkau mencari Tuhan?”
Mendapatkan jalan ke surga, kata Ulama

Mendapatkan penghapusan dosa, kata Pendeta
Mendapatkan kebenaran hakiki, kata Filsuf
Mendapatkan cinta sejati, kata Sufi
Malaikat pun membukakan pintu bagi mereka

“…kalian mengapa diam saja?”
Tanya Malaikat kepada nelayan dan petani
Bukankah Tuhan yang mencari kami, jawabnya

Diiringi seniman bernyanyi sambil menari
Dan sastrawan membaca puisi
Mereka memasuki pintu yang membuka sendiri

; wajah Sastra terkini – hal. 85
Tak muncul Wiji Tukul
Tak lahir orasi Munir
Tak terdengar resah Marsinah
Yang hadir penyair langganan

Tampil elite di koran Kompas
Menyingkirkan karya-karya “picisan”

5. About Pertempuran Rahasia

Pertempuran Rahasia adalah sekumpulan (yang di barcode katanya puisi, namun lebih terbaca seperti) prosa, karya Triyanto TriwiKromo. Pengantarnya ditulis oleh nama yang nggak kalah familier –Sapardi Djoko Damono. *mainan hujan di bulan Juni*

Nih bagian yang paling gue suka. Pertempuran Rahasia ini adalah prosa tentang wayang. Berhubung belakangan gue lagi suka banget segala yang berbau pewayangan, jadinya bagian ini tuntas gue baca dalam waktu dua jam. Agak lamaan dikit dan setara satu novel, karena ternyata membaca tentang wayang itu nggak bisa buru-buru dan langsung dicerna. Ada beberapa judul yang malah isinya harus gue baca berulang-ulang.

So far, cukup menarik. Suka.

Prosa yang gue suka dari part Pertempuran Rahasia, salah satu dan salah duanya adalah…

Bima Moksa – hal. 31

(1)
Maaf, tak sanggup aku menunda kematianmu, Amba, tak sanggup kupadamkan amuk unggun yang kunyalakan dengan dendam kesumat, tak sanggup kuhentikan keinginanmu untuk mati wangi dalam kobar api yang kaunyalakan sendiri dengan hikmat.

Api kembali pada api
Nyeri kembali pada nyeri
Dengki kembali pada dengki

(2)
Dan pada malam hampir hilang aku tak berani bercakap tentang takhta dan cinta, Amba, aku ragu memilih menjadi raja atau resi tanpa taman tanpa kupu-kupu bersayap wangi senja. Aku tak berani, sungguh tak berani, menatap kilau mata dan berbuncah berahi yang menusuk-nusuk ke ulu hati.

Cinta lepas dari cinta
Duka lepas dari duka
Jiwa lepas dari jiwa

Sumpah Drupadi – hal. 45
Pada akhir hidupku kau boleh menelanjangiku lagi, Dursasana. Pada waktu itu wangi musim bunga menyebar di Kurusetra. Pada waktu itu burung-burung bernyanyi di angkasa dan tak seorang pun bersorak-sorak menatap sanggulku terlepas, menatap puting susuku menggelegakkan berahi para Kurawa.

Pada akhir hidupku –setelah kubasuh wajah remukku dengan darahmu –kau boleh menculikku dari pelukan Prabu Yudhistira. Apakah kau juga masih berani melepaskan seribu selendang yang membelit tubuh wangiku, wahai, ksatria Kurawa?

Dan salah satu yang paling gue suka adalah ini…

Pembakaran Sinta – hal. 87
(1)

Aku ingin menjadi abu

Dari arang yang kaubakar

Dengan amarahmu, Ibu

Aku ingin menjadi ibu
Bagi api Rama
Yang menghanguskan kesetiaanku

Tapi hujan begitu cepat menghapus gigitan cinta Rahwana di leherku. Hujan begitu cepat menenggelamkan kenangan indah percakapan rahasiaku dengan ular-ular kencana yang menjulur-julur di pohon asongka itu.

6. Questions

7. Benefits

Bisa tahu lebih banyak tentang nama-nama wayang. Nama dulu, sih, ya. Dan beberapa detail kecilnya. Karena di barcode sih katanya ini fiksi, jadi bisa jadi prosa-prosa dalam Pertempuran Rahasia sudah diolah sedemikian rupa menjadi sebuah fiksi namun masih berlandaskan pewayangan.  Target berikutnya, memburu Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata! \o/

*

Overall, 3/5 bintang untuk Anak Mencari Tuhan & Nugroho Suksmanto dan 5/5 bintang untuk Pertempuran Rahasia karya Triyanto Triwikromo. Jarang beli buku kumpulan prosa/puisi, but I really love this book!

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW: (Kumpulan Puisi) Anak Mencari Tuhan | Pertempuran Rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s