[Talking With Author] Brahmanto Anindito

Brahm D Ranch(Foto: dok. pribadi penulis)

Hai, ada yang udah pernah baca Pemuja Oksigen? Atau barangkali Satin Merah? Atau mungkin, Rahasia Sunyi terbitan Gagas Media pada 2012 lalu?

Nah, kali ini gue akan posting hasil ngobrol-ngobrol bareng Bang Brahmanto Anindito (@Brahmandito), penulisnya. Kebetulan tahun lalu pernah baca Satin Merah, dan 3 hari yang lalu baru selesai baca Rahasia Sunyi 😀

Review Rahasia Sunyi bisa kalian baca di sini dan kebetulannya lagi, Rahasia Sunyi ini dijadikan baca barengnya bookclub gue untuk bulan Maret 2014, Reight Book Club 😀

Berikut laporan hasil ngobrol-ngobrolnya 😀

1. Sejak kapan mulai suka menulis cerita?
SD. Jangan salah, tulisan-tulisanku waktu itu kualitasnya sudah hampir setara lho dengan artikel-artikel atau cerpen-cerpen di majalah Hai, KawanKu, Intisari, dll. Sumpah, beneran! Gimana nggak setara, itu kan hasil plagiasi. Aku ketik ulang tulisan yang kusuka dari majalah-majalah itu, terus aku modif dikit, kububuhi nama “Oleh: Brahmanto Anindito”, jadi deh! Hehehe…

2. Selain thriller, biasanya menulis genre apa?
Untuk fiksi ya? Kalau nggak thriller ya misteri, petualangan, fiksi ilmiah, atau fantasi. Kadang horor. Eh, tapi horor jarang banget ding. Pokoknya, aku nggak suka nulis genre-genre yang umum. Tapi bukan berarti aku antimainstream lho. Yang tengah-tengah sajalah. Yah, yang nggak pasaran, tapi masih bisa menghibur sambil memberi “sesuatu” kepada pembaca gitu deh.

3. Punya jam-jam khusus untuk menulis?
Nggak.

4. Menurut Abang, di mana tempat paling nyaman untuk menulis?
Dimana aja, yang penting nggak berisik dan nggak ada gangguan teknis maupun nonteknis.

5. Apa latar belakang dari ide cerita Rahasia Sunyi?
Banyak sih. Jadi, aku ini kan penulis yang punya bank ide. Tiap ada ide, aku setorin ke bank itu. Satu ide bukan berarti jadi satu buku. Tapi seringnya kebalikannya: satu buku dibuat dari beberapa ide. Contohnya?

Kalau Satin Merah kan idenya bagaimana membuat anak muda, dalam hal ini pembaca, nggak lagi merasa udik pas belajar bahasa daerah, sebagaimana dicontohkan tokoh Nadya yang ambivalen. Nah, Rahasia Sunyi ini, salah satu idenya supaya anak muda mulai mikir investasi (dalam hal ini emas), seperti dicontohkan oleh tokoh Kirey Fowler.

Ada juga ide-ide lain yang meledak-ledak ingin kukeluarkan dalam bentuk cerita yang menghibur, seperti uhang pandak, qarin, Quora, Google+, tempat-tempat wisata Kerinci, hemofilia, Roa si pawang roh yang nyentrik, scrapbook, satwa-satwa penghuni Gunung Kerinci, termasuk macan dahan yang ditemui Lautan. Juga penokohan Lautan sendiri, cowok yang fisiknya di bawah standar, tapi punya prinsip kuat. Kaya nggak, ganteng nggak, hebat nggak. Dia bukan sosok hero. Bahkan dia kalah pas duel lawan Roa, hahaha. Tapi, orangnya care.

6. Berapa lama proses riset untuk Rahasia Sunyi dan sejauh mana risetnya? Karena dari yang terbaca, sepertinya gambaran lokasi + tokoh-tokoh di Kerincinya cukup detail.
Rahasia Sunyi ini pengembangan ceritaku dari pas aku kuliah dengan mata kuliah Perencanaan dan Produksi Audiovisual. Per kelompok, kami harus bikin film pendek. Aku yang kebagian nulis cerita. Di situlah lahir tokoh-tokoh seperti Kirey, Roa, Aria, dan bibinya (Dyah Budi Astuti). Cuma empat tokoh itu, namanya film pendek. Lautan, Mr. Fowler, Tiara, Om Inal dan yang lain nggak ada.

Setting cerita juga hutan antah berantah. Bayanganku waktu itu sih latarnya di Riau. Tapi tahu kan mahasiswa. Posisi kami di Surabaya. Bujet terbatas, gila aja syuting sampai Riau! Ya udah, kami pilih lokasi perkebunan di Jember sebagai hutan antah berantah itu. Filmnya jadi. Setelah itu, ya udah. Nasibnya kayak skripsi, nggak ada tindak lanjut apa-apa. Berkarya hanya demi nilai, hehehe.

Sampai beberapa tahun berikutnya, aku pergi ke seberang pulau untuk liburan. Lokasinya relatif dekat dengan Riau: Kerinci. Di sana langsung kepikiran, “Ngapain ceritaku waktu itu nggak diterusin!?” Akhirnya, buru-buru corat-coret kerangka di hotel di Padang. Jadi pas di Kerinci, aku udah tahu mau apa aja.

Jadi, survei lapangan di Kerinci untuk Rahasia Sunyi cuma tiga hari. Karena di otakku, rajutan ceritanya sudah siap. Kalau mau tahu rahasianya, coba diintip di sini http://warungfiksi.net/pehasomi-and-your-travel-article-becomes-a-novel/
Riset online dan riset perpus malah jauh lebih lama dari riset lapangan.

7. Butuh berapa lama rentang waktu dari menulis Rahasia Sunyi, riset, hingga selesai dan terbit?
Sulit menentukan berapa lama menggarap Rahasia Sunyi. Karena ya itu tadi, cikal bakalnya justru pas aku kuliah. Ada vakum beberapa bulan, bahkan tahun. Yang jelas, riset lapangannya tiga hari, menulisnya tiga bulan, terus masih ada self editing dan waktu baca buat first readers yang nggak kuhitung lamanya.

Untuk penerbitannya sendiri, kalau nggak salah, dari pertama aku ngeposin naskah ke GagasMedia sampai nongol di toko buku itu sekitar… setahun. Lama juga ya? Maklumlah, genre-ku ini kan bukan genre andalan mereka 😦

8. Dari semua tokoh yang Abang ciptakan di novel Rahasia Sunyi, tokoh mana yang paling disukai? Mengapa?
Semuanya dong! Semua kan “anak-anakku”, hehehe….

9. Adakah penulis (baik lokal maupun luar) yang Abang idolakan tulisannya? Siapa dan alasannya?
Banyak sekali. Dan Brown karena pelintiran dan kelugasan bahasanya, Stephen King karena metaforanya yang sering bikin pembaca pelan-pelan dibawa ke alam lain, Dahlan Iskan karena kemampuannya menyederhanakan hal-hal yang rumit, AS Laksana karena diksi dan cara menggiringnya yang kena, Mohammad Fauzil Adhim karena kesejukan dan keempukan kata-katanya… banyaklah.

10. Pesan yang ingin Abang sampaikan kepada pembaca?
Jangan lupa kunjungi microsite Rahasia Sunyi (http://warungfiksi.net/rahasia-sunyi), Satin Merah (http://warungfiksi.net/satin-merah), dan Pemuja Oksigen (http://warungfiksi.net/pemuja-oksigen) ya… ^^V

*

😀 Nah, gimana? Itu tadi sedikit obrolan gue dengan Bang @brahmandito kemarin. Sayangnya cuma bisa via e-mail, karena jarak yang membentang *halah* : )) kalau masih pengin tahu banyak, bisa mention dan nyapa-nyapa langsung di twitter atau cek webnya di http://warungfiksi.net

Buat Bang @brahmandito, terima kasih banyak ya sudah meluangkan waktunya buat menjawab pertanyaan-pertanyaan bawelku ^^v Walaupun genre yang Abang tulis bukan andalan penerbitnya Rahasia Sunyi, tapi aku yakin ada aja yang suka genre seperti ini *aku juga salah satunya* 😀 hehe.

Ditunggu buku selanjutnya, Bang 🙂

Advertisements

2 thoughts on “[Talking With Author] Brahmanto Anindito

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s