REVIEW: Cinta yang Terputus – V. Lestari

Judul: Cinta yang Terputus
Penulis: V. Lestari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2012 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 60.000
Jumlah halaman: 519 hal.
ISBN: 978-979-22-7761-6

*

Blurb:
Sarah terkesiap ketika secara tak sengaja mendapati Arman, kekasihnya yang tampan dan santun, sedang bertengkar dengan ibunya. Arman bukan hanya membentak-bentak ibunya, bahkan dia mengancamnya pula. Seperti itukah sisi gelap kekasihnya yang selama ini tak diketahuinya?

Malam harinya ibu Arman diketemukan mati. Sarah menjadi ketakutan. Arman-kah yang telah membunuh ibunya sendiri?

Setelah kejadian itu, Sarah memutuskan menyudahi hubungannya dengan Arman. Semula Arman tidak terima, tapi akhirnya ia pasrah, asalkan Sarah masih mau berteman dengannya.

Arman lalu memutuskan untuk ikut ayahnya, yang sudah lama bercerai dengan ibunya. Dia tak mau lagi tinggal di rumahnya, Arman tahu ayahnya adalah lelaki jahat, yang dulu suka menyiksa ibunya. Dan dia sebetulnya takut pada ayahnya, takut pula menjadi jahat seperti ayahnya. Tapi ke mana lagi ia harus berlindung, kalau tidak ke sana?

Menyadari ketakutan Arman, Sarah tetap berusaha berteman baik dengan lelaki itu, dan berusaha membawanya ke jalan yang lurus. Tapi rupanya Teguh, ayah Arman tidak menyukai hal itu. Arman anaknya, harus menjadi seperti dirinya. Teguh bertekad untuk tidak hanya mewariskan perusahaannya pada Arman, tapi juga sifat jahatnya pada anak lelakinya itu…

*

Review:
Kedua kalinya baca buku V. Lestari, sebenernya memang kurang afdol menilai keseluruhan karya kalau cuma baca satu. Nah, setelah baca buku yang kedua ini kayaknya mulai ada gambaran tipe-tipe tulisan beliau itu kayak apa : )) bukunya dihibahkan @ridoarbain dari Palembang, dan pesannya, jangan ditinggalin di bandara *syalala* : ))

Ini review lengkapnya,

1. First impression

Covernya gambar buah apel yang agak membusuk dengan (seperti biasa) tulisan nama penulis di bagian atas segede gaban dan judul di bagian bawah segede gaban. Khas bukunya V. Lestari banget : )) itu yang membedakan buku-buku beliau dengan buku lainnya. Nggak ada korelasi yang terbayang di kepala gue begitu melihat covernya dan membaca blurbnya, tapi begitu baca beberapa bab baru nyadar, itu maksudnya si tokoh diumpamakan sebagai buah yang luarnya bagus tapi dalamnya busuk.

2. How did you experience the book?

Membaca buku V. Lestari sih, biasanya langsung masuk ke dalam cerita tanpa butuh waktu lama, soalnya penulisannya juga ringan dan nggak begitu berat.

3. Characters

Sarah: Cewek muda yang kerja kantoran, punya seorang tunangan yang pada awalnya tampak serba sempurna dengan sikap santun dan wajah tampan, sampai suatu hari dia melihat tunangannya mengasari calon ibu mertuanya sendiri. Sarah tidak pernah melihat tunangannya sekasar itu selama mereka pacaran, dan ia jadi semakin kaget ketika tahu calon ibu mertuanya meninggal malam itu juga.

Arman: Menurut gue dia ini anak lelaki yang salah dibentuk. Salah ayahnya, yang waktu kecil suka menyuruh dia menonton ketika sang ayah menyiksa ibunya. Dia nggak boleh pergi dan dipaksa menonton. Kalau dia tahan menonton sampe ibunya babak belur, dia akan mendapat pujian. Ayahnya mengajarinya jadi anak yang rusak, dan kebawa-bawa sampai dewasa. Dia jadi punya kecendrungan sadistik –walau sudah hidup berjauhan dengan ayahnya. Arman terobsesi menikahi Sarah dan menjadi sakit hati ketika didepak begitu saja.

Indra: anak tetangga depan rumah Arman yang banyak membantu Arman dan Sarah pasca meninggalnya ibu Arman. Karena saking seringnya menolong, kelamaan ia jadi dekat dengan Sarah, sampai bikin si Arman pengin bunuh dia : ))

Rosa: Ibu Arman yang digambarkan begitu kaku, kuno, dan pendiam. Ia bercerai dengan suaminya semenjak belasan tahun lalu dan merasa menang karena mendapat hak asuh atas Arman. Ia berusaha untuk tidak mengasuh Arman dalam kekerasan, tapi malah membuat Arman jadi bertingkah seenaknya. Rosa kemudian meninggal karena serangan jantung.

Tuti dan Faisal: Tetangga depan rumah Rosa, orangtua Indra. Tuti sangat cermat menilai sebuah kejadian dan sering menangkap detail-detail kecil yang biasanya luput dari pemikiran orang di sekitarnya. Sedangkan Faisal adalah seorang dokter –dan dia yang pertama kali dimintai tolong oleh Arman ketika mendapati Rosa meninggal di dalam kamarnya.

Teguh: ayah Arman yang punya kecendrungan sadistik namun sangat kaya raya karena usahanya sukses di mana-mana. Sifat buruk Teguh adalah hobi menyiksa orang dan kemudian memberinya imbalan materi untuk mengurangi rasa bersalahnya. Itu yang dilakukannya selama bertahun-tahun pada Rosa. Setelah bercerai, ia menikah lagi dengan Betsy –perempuan yang agak seumuran Rosa tapi berbeda seratus delapan puluh derajat.

Betsy: Ibu tiri Arman yang heboh, hebring dan seksi. Betsy ini bisa dibilang kebalikan dari sosok Rosa. Jika Rosa pendiam, Betsy banyak bicara dan selalu bisa meramaikan suasana. Untuk ukuran tante-tante dengan dua anak remaja, ia digambarkan cukup seksi dan cantik.

Miranti: Ibu Sarah, yang kemudian bersahabat dengan Tuti Faisal. Awalnya karena Tuti ingin menjodohkan Indra dengan salah satu adik Sarah, tapi malah jatohnya ke Sarah sendiri : ))

Mona dan Lisa: Dua adik Sarah yang dari awal memang kurang menyukai sikap romantis Arman yang berlebihan.

4. Plot

Plotnya, biasa aja. Sebenernya tipe cerita yang bisa ditebak, tapi tetap menarik dibaca hingga akhir. Pengin tahu Arman akan jadi sesadis apa di endingnya. Dari pembangunan cerita di awal, hingga mengalir ke tengah dan nyaris sampai belakang semuanya stabil. Nggak ada bagian yang terkesan dipanjang-panjangkan seperti di novel Misteri Dua Cinta di Dalam Satu yang tempo hari gue baca. Tapi endingnya itu loh, ya sudahlah. Ada di poin 8 nanti.

Butuh dua hari untuk membaca buku ini, alurnya stabil, maju. Cuma ada beberapa kali flashback.

5. POV

POV 3.

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang anak dari ayah dengan kecenderungan sadistik dan hobi menyiksa perempuan. Si anak yang kemudian setelah besar pelan-pelan malah meniru sikap ayahnya, berusaha disadarkan mantan tunangannya. Ayahnya tidak suka, karena ia malah ingin anaknya menjadi seperti dirinya.

7. Quotes

Apakah keyakinan hari ini bisa lenyap di hari esok? Bisakah suatu keyakinan bertahan selamanya? – hal. 136-137

8. Ending

Endingnya ndak memuaskan. Setelah perjalanan kompleks sepanjang 500 halaman, endingnya kelewat simpel. Pengin tahu apalagi yang dilakukan Arman selain berusaha mencelakakan Indra. Kurang seru aja. Padahal Arman yang mati-matian ingin tahu kenapa Sinta –istri anak buah ayahnya babak belur, tapi endingnya ketika dia jadi sadis seperti ayahnya, gue penasaran apa dia juga demen nyiksa cewek-cewek di luar keluarganya kayak gitu.

9. Questions

10. Benefits

Mungkin benefitsnya, jadi tahu bahwa ada kecenderungan sadistik di luar sana –orang-orang yang malah suka menyiksa orang lain tanpa sebab, lalu menutupi kesalahannya dengan memberikan imbalan usai menyiksa si korban.

11. Lain-lain

Tambahan, masyarakat terbiasa menyebut TransJakarta dengan sebutan ‘Busway’. Bahkan di ending, ketika Indra dan Sarah kecelakaan di busway, penulisannya di ‘jalur busway’. Setahu gue busway itu memang jalurnya, jadi ndak perlu ada tambahan kata ‘jalur’ lagi di depannya. Busway adalah sebutan untuk jalur bus, sedangkan busnya bernama TransJakarta. Agak surprize menemukan hal janggal ini dalam buku terbitan Gramedia. CMIIW aja 😀

Overall, 4 bintang untuk Cinta yang Terputus dan V. Lestari. 🙂 Akan terus membaca buku-buku lainnya, semoga kasus ‘bagus di penceritaan tapi failed di ending’ atau sebaliknya, nggak terjadi lagi :p

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW: Cinta yang Terputus – V. Lestari

  1. Hai mput..seneng banget baca review nya kamu,apalagi banyakan yg u review pengarang favoritq,serasa ada tempat tukar pikiran huehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s