REVIEW: Kishi – Marga T.

Judul: Kishi (Trilogi Oteba buku 2)
Penulis: Marga T.
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Mei 1992 (Cetakan Kelima)
Harga: Rp. – (mau beli di tokbuk bekas tetap belum ada, akhirnya minjem ke Mbak @asdewi)
Jumlah halaman: 521 hal.
ISBN:

*

Blurb:
Skandal di kelab malam telah menyebabkan Ramon diskors dari rumah sakit. Namun perkat perkawinannya dengan Kishi, namanya berhasil dipulihkan  dan dia diizinkan dinas kembali. Tapi perkawinan mereka gagal.

Hubungan mereka tegang dan hampa, terlebih setelah kepergian putra kesayangan mereka, Malleo. Dunia makin bertambah kelabu ketika pasien-pasien Ramon terkapar secara misterius. Satu per satu plus di tempat sebelum tenngah malam! Semua orang mencurigai Dokter Ramon Erlanda, termasuk istrinya sendiri.

Karena tak tahan menghadapi ulah suaminya, Kishi pergi merantau dan di sana berkenalan dengan Dokter Renard yang amat simpatik.

Insaf bahwa mereka tak mungkin bersatu lagi, Kishi akhirnya memutuskan untuk mengakhiri perkawinan yang dingin itu. Atas bujukan Renard!

Ramon membalas dengan caranya sendiri! Tepat waktu rencana Kishi dan Renard hampir terlaksana, Ramon kena ledakan bom ketika sedang bernyanyi di kelab malam. Cuma tubuhnya yang hangus dikembalikan pada keluarganya. Kishi mendadak sadar bahwa dia masih mencintai Ramon! Hatinya penuh rasa bersalah. Renard tak bisa diterimanya. Hidupnya hancur!

Dan di belakang layar, seseorang ketawa senang. Ramon serta keluarganya telah berhasil dihancurkannya!

*

Review:

Novel yang Saskia dan Oteba udah dapet sejak kemarin-kemarin, tapi cuma Kishi ini yang agak susah dicari, padahal menurut Mbak @asdewi, seluruh konflik ada di sini. Bener juga, gue sempat memutuskan baca Oteba langsung –tapi yang ada malah pusing. Nggak nyambung kalo bacanya dari Saskia. Jadi, setelah memutuskan minjem, akhirnya gue nemu juga konflik utama mereka : ))

Berikut reviewnya..

1. First impression

Mau baca buku ini bukan karena covernya, sih. Walau gue memang tipe orang yang sedikit banyak menilai buku pada pandangan pertama dari covernya. Tapi untuk beberapa buku (termasuk trilogi Oteba ini) gue tertarik karena rekomen temen dan liat di Goodreads. Covernya sih senada semua, tipe cover jadul ._. tapi malah bikin bingung, ini cover bagus tapi maksudnya apaan gitu : )) Seorang cewek berkacamata dan dipeluk cowok dari belakang itu pastinya Kishi sama Ramon, kan? Nah, masalahnya siapa cewek gaun merah? 😐 Kurang paham deh arti gambar covernya.

2. How did you experience the book?

Karena ini buku kedua dan berhubung gue juga udah baca yang Saskia sampai selesai, jadi nggak ada kesulitan untuk masuk ke dalam cerita Kishi. Sesuai dugaan gue, Kishi lebih seru dan complicated ketimbang Saskia yang cuma 126 halaman.

3. Characters

Sebagian besar tokoh tetap sama dengan novel Saskia, kecuali penambahan beberapa karakter dokter baru dan pacar baru Kishi. Tapi secara keseluruhan, hidup mereka sudah berubah, karena time line nya udah beda. Gue tulis ulang aja, deh.

Dokter Ramon Erlanda: Dokter spesialis bedah dan tulang. Setelah sekian tahun jatuh bangun dan sinis-sinisan sama Kishi –mantan pacarnya, akhirnya mereka menikah. Itupun karena Kishi mau menyelamatkan muka Ramon dari insiden kelab malam yang berlanjut dari novel Saskia. Saskia sendiri yang memang naksir Ramon sampai sekarang, merelakan mereka menikah –karena memang begitulah seharusnya. Ramon memang cintanya sama Kishi. Inilah, cinta nggak bisa direbut kalau memang cowoknya kekeuh udah cinta sama satu cewek, kan : ))

Dokter Kishi: Dokter spesialis anak. Mantan pacar Ramon yang berkali-kali sinis padanya namun akhirnya mau dinikahi. Karena dia merasa bersalah pada Ramon jika reputasi Ramon sebagai dokter di rumah sakit mereka jadi rusak, makanya dia nerima. Sebenernya di awal dikisahkan dia terpaksa, sekedar menikah demi reputasi Ramon. Tapi belakangan, setelah Ramon dikabarkan meninggal kena bom, Kishi baru sadar bahwa dia masih cinta sama suaminya sedari kuliah dulu. Terlebih sejak anak pertama mereka meninggal dan anak kedua mereka terus bertanya kenapa papanya nggak pulang-pulang. Kishi semakin tertekan dan nggak mau menerima lamaran Dokter Renard. Renard terus memaksa. Tapi, untungnya Ramon ‘kembali’ di saat yang tepat :3

Dokter Renard Tampubolon: Dokter mata keranjang ini ditemui Kishi ketika dinas sementara di Medan. Setelah bertahun-tahun dinasnya selesai, Renard malah menyusul Kishi ke Jakarta, meminta kepastian menikah. Terlebih ketika didengarnya Ramon mati kena bom, makin semanagat -__-“ Tapi tetap aja, Kishi menolak pada akhirnya. Karena suaminya sudah kembali.

Malleo: Anak pertama Kishi dan Ramon, tapi meninggal dalam usia dini karena sakit keras.

Fibulla: Anak kedua Kishi dan Ramon. Kishi sempat merahasiakan keberadaan Fibu –sama seperti Leo dulu. Tapi kemudian, Ramon akhirnya lebih licik dan bisa tahu bahwa itu anaknya. Sweetnya, Fibu lalu nempel dan nggak bisa pisah lagi sama papanya. Bahkan dia tetap mengenali dan mau memeluk Ramon ketika wajah papanya itu rusak akibat terkena ledakan bom. Nggak ada yang lebih sejati ketimbang cinta ayah dan anak perempuannya. Trust me :p

Saskia: Haduh, sumpah, gue kesel sekali sama anak ini. Di buku pertama dia kecentilan sama Ramon. Di buku kedua makin kecentilan –walau nggak terang-terangan. Dan berani-beraninya dia godain kakak iparnya sendiri waktu kakaknya sedang di Medan -__-“ Untung akhirnya dia nikah sama Fadilla karena terlanjur hamil. Seenggaknya itu nggak bikin hidup Kishi dan anaknya jadi hancur, deh 😐

Tobi: anak Saskia –yang diakui Fadilla sebagai anaknya. Padahal aslinya itu anak Ramon. Saskia menggoda Ramon waktu Kishi sedang getol-getolnya menjauh karena ngambek. Sebelum anaknya lahir, Ramon keburu mati kena bom di Manila. Tapi ajaibnya, ketika Ramon kembali, Saskia dan Fadilla udah kelewat menikah. Lalu si Ramonnya balik aja baik-baik ke keluarganya gituh, ke Fibu dan Kishi : )) *ketawa setan* *elu mamam tuh, Sas!* : )) Yang paling njleb itu ketika Tobi cuma bisa bengong liat Fibu digendong dan ketawa-ketawa main sama Ramon, tanpa tahu bahwa itu ayah kandungnya. Ya ampuunn, menyakitkan sekali, ya karma itu? : )) *ketawa lagi* *pembaca yang jahat*

Dokter Wudu: Salah satu teman Ramon di rumah sakit. Punya bidang yang sama. Mereka teman semenjak SMA dan Wudu ini membawa pembaca pada inti masalah utamanya di menjelang ending.

Dokter Lukas Oteba: Nah, dokter ini agak serem di mata gue. Dia ahli jiwa, kembaran Dokter Wudu. Dari sejak gue tahu judul buku ketiga itu ‘Oteba’ –nama belakangnya, dan ketika namanya beberapa kali disebut dalam novel Kishi, gue kok punya feeling jelek, ya? Feeling bahwa ini anak biang keladi semua perkara hidup Ramon dan Kishi. Tapi sudahlah, nanti aja gue baca langsung di buku ketiga -____-“

Dokter Darmadi: Sahabat Kishi di rumah sakit. Ini juga agak mencurigakan, walau sikapnya lebih baik dan sopan ketimbang Wudu. Kayaknya dia punya sebuah rencana sama Oteba dan Wudu. Karena selama ini dia naksir Kishi dan nggak pernah kesampaian. Begitu Ramon dikabarkan mati, eh, ada Renard nikung : )) Cucian deh, Dok! : ))

Masih ada beberapa karakter lain, tapi kelewat banyak kalau ditulis. Belum kepala rumah sakit dan suster-suster dan pasien-pasien Ramon. Haduh banyak, malas ngetiknya. Udahan, ah 😐 Intinya mereka semua figuran. Tokoh utamanya yang gue ketik di atas itu.

4. Plot

Plotnya masih menarik. Bahkan konfliknya lebih menarik daripada novel Saskia. Cuma, ya, gitu, kasusnya seperti kebanyakan dan sama. Pasien meninggal lagi, bosan. Mereka kan, dokter, kenapa nggak nyari kasus yang beda-beda. Misalnya yang lebih thriller gitu? :\ Selebihnya suka dan nyaman dibaca sampai ending. Alur majunya nggak terlalu cepat, stabil.

Gue baca buku ini dalam waktu lima hari, karena kepotong kesibukan *halah, mput* *gaya lu* 😐

5. POV

POV 3

6. Main Idea/Theme

Tentang jatuh bangun rumah tangga dua orang dokter muda, karena sang suami ternyata punya seorang musuh dari masa lalu, yang kemudian merancang banyak rencana untuk menghancurkan hidup mereka : )) Latar belakang dunia kedokterannya kental sekali. Banyak istilah-istilah medis juga.

7. Quotes

Ramon! Aku selalu cinta padamu. Itukah harkat perempuan?! Selalu cinta walau betapapun sakitnya hati?!Kishi, hal. 316

Bahasanya agak jadul, sih. Jadi kadang kalo ada kata-kata bagus, gue susah menangkapnya sebagai quotes. Cuma ini satu-satunya yang bisa gue cerna 😐

8. Ending

Ending buku trilogi jarang yang memuaskan. Maksud gue, jarang, sebelum bukunya selesai. Ini juga sama kayak Saskia, endingnya ngegantung : )) Tapi cukup seru, ah, ketimbang Saskia yang endingnya cuma Kishi menolak Ramon di tengah hujan. Halah : ))

9. Questions

Beli novel Kishi di mana, ya? *Ngulang pertanyaan dari review novel Saskia* *abis bukunya masih belum nemu* *kalo minjem nggak puas* 😐 *digetok yang nulis*

10. Benefits

Nambah wawasan di bidang medis. Banyak istilah medis seliweran, suasana rumah sakit juga digambarkan cukup jelas dan banyaakkkk sekali. Yah iyalah, suami istri dokter -__-“ Tiap hari ya kerjanya di rumah sakit -___-“

Overall, 3/5 bintang untuk Kishi. Seharusnya bisa 4 bintang, sih. Tapi konfliknya yang monoton (semua pasien Ramon meninggal) tadi, bikin bintangnya turun. Nggak beragam. Gue lebih suka korban dihabisi dengan banyak cara yang nggak diduga-duga pembaca, ketimbang cuma dibunuh begitu saja (semuanya). *komen horror*

Nggak sabar pengin lanjut baca Oteba buku 1.

Advertisements

4 thoughts on “REVIEW: Kishi – Marga T.

  1. ya ampun komen mput jahat bener, aku gak nyangka kamu jadi begini setelah kita jadi kembar yang terpisah, mput #apaseh
    Jadi mau pinjem, tapi nanti deh, masih banyak utang #yakindipinjemin xD

  2. Saskia tuh emang nyebelin ya. Bahkan ampe kelar Oteba pun aku masih keki sama Saskia. Walopun akhirnya dia luluh juga sama Fadilla.
    Dan Fadilla itu baiikk buanget sih jadi cowok.

    Oteba jauuuhh lebih seru, mput. Ayo buruan lanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s