Book Kaleidoscope 2013 – Top Five of Your Own Criteria

Ceritanya ikut meme book kaleidoscope yang ada di sini ๐Ÿ™‚ Tema hari keempat adalah hari bebas. Jadi bebas nulis kriteria sendiri, berdasarkan apa sebuah buku dinilai. Uhm, tunggu, biar gue mikir. Berdasarkan apa, ya : ))

Hmm, gimana kalo postingan ini temanya : 5 buku nggak banget yang gue baca tahun ini.

Di antara banyak buku yang dibaca (baik gue maupun kalian) pasti adalah buku yang sekiranya nggak banget atau nyesel membacanya atau nggak selesai sama sekali malah. Nah, gue nyari 5 judul yang kemudian gue masukkan ke postingan tema hari ini.

Ini dia..

1. Prasasti Hitam Luxuria (Nulisbuku.com) – Lutfi Makarim

(1/5 bintang)

Gue nggak punya penjelasan deh untuk buku ini, tapi biar kalian tahu gimana kesan gue waktu membacanya… izinkan gue copas review gue di Goodreads.

gue baca yang edisi 2011 cetakan nulisbuku.
Sorry to say, nggak ada maksud apapun, tapi dari awal aja gue menemukan beberapa kalimat deskripsi yang kurang efektif ๐Ÿ™‚ mungkin harusnya bisa dipersingkat saja, daripada jadinya malah bertele-tele dan terkesan ingin dipanjang-panjangkan ๐Ÿ™‚

Dan juga beberapa dialog yang menurut gue agak berlebihan. Seperti waktu Amanda mendapat kabar dari ibunya bahwa mereka harus pindah ke Jakarta karena urusan pekerjaan sang ibu.

Saking kagetnya Amanda hanya bisa melongo (dst)…
“Apa, Jaaakaaaartaaaaaa…..?”

Ya, menurut gue penulisan Jakartanya kelebihan huruf “a” :p

selanjutnya gue nggak meneruskan lagi.

Sekian.

Iya, bukunya langsung gue tutup dan gue hibahkan ke orang lain, ketimbang migren gue kumat dan itu buku kebanting juga pada akhirnya. sayang, kan? Mending dihibahkan :p

2. Stasiun (Plotpoint) – Cynthia Febrina

(1/5 bintang)

Ini juga bikin gue nggak sanggup MENGULANG untuk menuliskan kesan gue sendiri atas bukunya. Jadi gue copas aja ya review gue dari Goodreads.

tempo hari ke kost kak iif terus nemu buku ini.

sebenernya juga sejak awal terbit udah ngintip di Gramedia dan berencana membacanya.

alasannya simpel, buku ini judulnya stasiun dan dari blurbnya gue berharap bisa mendapatkan sesuatu yang beda. Stasiun itu adalah sebuah tempat yang seperti sirkus, ada banyak kejadian dan hal-hal ajaib di dalamnya. Walau nggak setiap hari, tapi gue termasuk sering dan senang naik kereta ketimbang transportasi lain, itu juga alasannya kenapa gue jadi penasaran sama buku ini.

Awalnya gue agak kurang ngerti ceritanya mau di bawa ke mana. makin ke belakang gue makin ndak ngerti *loh* :p ini seperti novel 2 POV, tapi bukan. karena tokoh utamanya sepanjang beberapa bab tidak saling bersentuhan.. hanya menceritakan kisah masing-masing, keseharian masing-masing. Ini seperti omnibook, tapi gue sendiri kurang yakin. Dua omnibook pernah gue baca sebelum ini, TCSC terbitan ByPass dan Blue Romance yg bernaung di bawah penerbit yg sama dengan buku ini. Kedua buku itu ada benang merahnya. lokasi yang sama dengan banyak kisah berbeda + tokoh berbeda pula. sedangkan di buku ini tokoh utamanya jelas: Ryan dan Adinda.

lalu menurut gue, ada beberapa kalimat yang terlalu formal untuk dijadikan dialog dalam sebuah buku roman ringan seperti ini. misal ketika adinda bertanya pada seorang perempuan tua yang duduk di sampingnya ketika menunggu kereta, “Ibu hendak ke mana?” Gue pernah berada dalam keadaan yang sama, tapi bahasanya nggak seformal itu ๐Ÿ˜ I mean, sepertinya lebih enak kalau pakai bahasa yang sama ringannya dengan isi cerita, jadi lebih seimbang aja.

Tapi gue suka obrolan-obrolan kecil yang di stasiun. Sekali lagi, stasiun memang selalu menarik. Ada banyak kejadian dan kisah di dalamnya.

Ah, gue juga suka ilustrasi dalam novelnya. keren.

Intinya, buku ini menang di layout dan desainnya. Sekian.

3. Raksasa dari Jogja (Plotpoint) – Dwitasari Gebetannya @ridoarbain

(2/5 bintang)

Review singkat dari gue:
satu bintang untuk covernya yang gue suka
satu bintang lagi untuk buku dan seluruh ceritanya, yang memang agak flat.

Sisa celotehan gue bisa kalian baca di https://bukunyamput.wordpress.com/2013/06/16/review-raksasa-dari-jogja-dwitasari/

4. Amore: Hawa (Gramedia Pustaka Utama) – Riani Kasih

(1/5 bintang)

Untuk kategori Amore Gramedia, mungkin kalian bingung kenapa buku ini gue masukkan ke kalangan bintang 1. Tapi seenggaknya ini buku masih selesai gue baca, nggak kayak Stasiun yang setengahnya pengin gue lempar. Tapi gue kemudian ingat, itu minjem dari Kak Iif. Batal deh gue lempar ๐Ÿ˜

Selengkapnya tentang Hawa ada di https://bukunyamput.wordpress.com/2013/12/13/review-amore-hawa-riani-kasih/

5. Cinta dalam Kardus (Catatan si anak magang) – Plotpoint – Anom Kiskenda

(2/5 bintang)

Sejujurnya, ini masalah selera komedi. Buku ini nggak bikin gue tertawa sama sekali. Mungkin selera humor gue beda dari yang lain, atau mungkin penulisnya nggak sekeren radityadika -walau dia menulis tentang filmnya radityadika, atau mungkin, hati gue terlalu dingin untuk bisa memahami jenis joke dia. Serius, gue… bosan ๐Ÿ˜

buku ini berisi catatan magang si Joni Lennon yang ikut magang di pembuatan film Cinta Dalam Kardus. catatannya setengah buku, selanjutnya diteruskan foto-foto behind the scene-nya, lalu skenario filmnya.

Konsep bukunya menarik. Pertama gue liat di tokbuk, gue berpikir, “ah buku ini bisa jadi referensi untuk belajar-belajar nulis skrip film.” Memang, skrip yg dicantumkan di dalamnya lengkap sampe ending. nilai plus lainnya adalah foto-foto behind the scene-nya berwarna. kalo hitam putih sih gak lucu juga kali, ya :/ ga hidup aja rasanya.

Tapi buat gue, catatan magangnya biasa aja. Kayaknya ini cerita yang dirancang utk jadi komedi. tapi gue lebih suka tulisan-tulisan radityadika sendiri, dibanding si Joni Lennon ini ๐Ÿ˜€ Mungkin cuma karena lebih terbiasa sama humor radit, jadi ga dapet feel ketika ganti ke humor orang lain. Pernah baca buku Pidi Baiq juga, dan gue jarang sekali tertawa hingga setengah buku ludes dibaca. ๐Ÿ˜

*

Maaf untuk segala review yang terbaca pedas dan jahat, tanpa bermaksud apa-apa, gue selalu berusaha jujur dan mengungkapkan kesan gue terhadap sebuah buku. Sama sekali nggak ada niat menjatuhkan atau apapun.

Advertisements

5 thoughts on “Book Kaleidoscope 2013 – Top Five of Your Own Criteria

  1. Akhirnya malah jadi bacain review2 lainnya mput :))

    Di antara 5 buku itu msh ada yg disimpen gak, put? Boleh nih disimpen buat baca bareng ntar

  2. Pingback: Liebster Blog Award 2014 | Petronela Putri (books)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s