REVIEW: Antara Aku dan Dia – Agnes Jessica

(Versi cover baru, yang gue baca versi lama)

Judul: Antara Aku dan Dia
Penulis: Agnes Jessica
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2007 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 33.000
Jumlah halaman: 224 hal.
ISBN (10): 979-22-3362-8
ISBN (13): 978-979-22-3362-9

*

Blurb:

Sasha, anak pengusaha kaya di Metro Lampung, lari dari rumah karena dipaksa menikah.

Sultan, anak pegawai ayah Sasha yang berniat membunuh ayah gadis itu, terpaksa kabur karena akan dibunuh.

Karena suatu hal, mereka kabur bersama ke Jakarta.

Tanpa terduga mereka terdampar di sisi gelap kehidupan metropolitan. Mereka berdua terjebak dan saling tergantung untuk bertahan hidup. Karena tiadanya uang, mereka terpaksa tinggal bersama dan mengaku sebagai kakak-adik, walau sebenarnya saling membenci.

Jakarta yang keras menekan mereka sampai batas kekuatan akhir. Mampukah mereka bertahan di tengah godaan untuk dorongan mencari uang secara ilegal? Apakah Sasha dapat bertahan, ataukah pulang dan menyerah untuk kembali ke sarang nyaman yang dihuninya selama ini?

*

Review:

Aslinya sebelum beli buku ini, gue nggak pernah sama sekali baca tulisan Agnes Jessica dan akan mencari bukunya yang Sang Maharani –atas rekomen seorang teman, yang katanya mungkin saja buku itu cocok untuk bacaan gue. Tapi setelah berkali-kali nyari, gue tetap nggak nemuin itu buku. Malah beberapa minggu lalu ketika ada lelang di @vixxio, gue menemukan buku yang ini. Setengah pasrah, akhirnya gue pesan aja, hitung-hitung sambil nunggu dapetnya buku Maharani.

Buku ini baru sampai ke tangan kemarin sore, dan langsung gue baca malamnya :p Soalnya blurbnya itu memang bikin penasaran. Drama banget, sih. Udah kayak cerita FTV aja, tapi memang menarik buat gue. Akhirnya gue begadang bacanya, hahaha. Untuk buku setipis dan seringan ini, dua jam biasanya kelar.

1. First impression

Cover, kalo dari cover, gue nggak gitu bisa menentukan gue tertarik atau nggak –khusus buku Agnes Jessica, Mira. W dan semacamnya, yang covernya senada semuanya. Kalo Mira W. ciri khasnya cover gambar kembang, maka Agnes Jessica era 2010an ke bawah ini ciri khasnya cover warna soft dan lembut. Semuanya senada, dan nggak bisa nebak apa-apa dari cover depan. Gue awal tertarik sama buku ini karena iseng googling blurbnya. Itupun karena buku ini termasuk salah satu judul yang tersisa di lelang waktu itu. Iseng karena harganya juga gak begitu tinggi, gue beli aja :p

2. How did you experience the book?

Hmm, membaca buku ini.. kalo gue sih bisa langsung masuk ke dalam dunia para tokohnya. Seperti yang gue bilang di atas, ini cerita ringan. Sasha itu anak orang kaya, dan seperti kebanyakan anak orang kaya, ia adalah seorang ‘putri raja’ di rumahnya yang mewah bak istana. Bukankah itu mainstream? Ya, sangat mainstream. Makanya gue bisa langsung nyambung. Nggak butuh waktu lama untuk memahami plotnya, karena jalan ceritanya pun sebenarnya sederhana. Cuma tetap dikemas menarik dan ada beberapa bagian yang lucu 🙂

3. Characters

Prinsesa (Sasha): Gue duga ini adalah nama plesetan dari kata princess yang berarti putri raja. Ayahnya memberinya nama itu dan menolak memanggilnya dengan nama lain, sedangkan ibunya memanggilnya dengan nama Sasha –yang notabene lebih disukainya. Sasha berasal dari keluarga kaya raya di Metro Lampung. Ayahnya orang terpandang dan punya banyak jaringan, namun hidupnya berubah menyebalkan ketika ayahnya menolak membiayai kuliah dan malah menyuruhnya menikah dengan seorang lelaki mata keranjang bernama Andi.

Sultan: Anak dari seorang pegawai ayah Sasha yang bertugas menjaga salah satu gudangnya. Ayah Sultan terpaksa masuk penjara lalu sakit-sakitan dan meninggal di sana, karena difitnah menyelundupkan barang ilegal yang sebenarnya ulah ayah Sasha. Sultan yang tahu hal itu tidak tinggal diam, lalu berniat menuntut balas. Rencananya berantakan ketika ia dilumpuhkan dengan pistol di rumah Sasha, tapi kemudian karena suatu hal, mereka terpaksa kabur bersama ke Jakarta. Sultan tidak punya pilihan, Sasha memberinya pilihan terakhir yang bisa menyelamatkan nyawanya saat itu.

Andrew: Ayah Sasha, seorang lelaki dengan banyak jaringan bisnis, relasi, istri dan anak. Orang kaya di Metro Lampung, namun licik dalam kesehariannya. Ia akan melakukan apa saja agar bisa mendapatkan keinginannya. Kemudian memutuskan menikahkan anaknya dengan Andi Chandra, anak dari keluarga yang cukup terpandang seperti keluarganya, tak peduli apakah anaknya suka atau tidak.

Andi Chandra: Anak dari relasi bisnis Andrew. Lelaki mata keranjang dan bawaannya mesum mulu 😐 Sasha tidak pernah menyukainya dan memutuskan melarikan diri sebelum dinikahkan dengan laki-laki ini.

Diana: Wanita penghibur, teman satu kos Sasha dan Sultan di Jakarta.

Nancy: Sama seperti Diana, satu kos juga dengan mereka, namun ia punya dia anak di kampung yang harus diberinya makan tiap bulan dari hasil menjual diri.

Atun: Satu kos dengan mereka semua namun memilih bekerja jadi pelayan di sebuah resto ayam goreng di Jakarta. Atun ini yang cukup berjasa untuk hidup Sasha dan Sultan. Ia mencarikan pekerjaan tetap bagi mereka selama di Jakarta.

Rini: Teman satu kos mereka yang juga pelacur, namun kebobolan dan akhirnya punya anak dari lelaki yang tidak dia ketahui siapa, anaknya baru berumur dua bulan.

Katrina: Pelacur golongan A, karena ia dulunya adalah mahasiswi. Paling cantik diantara Diana, Nancy, dan Rini. Bayarannya paling mahal dan paling dicari-cari tamu. Kamar kosnya juga kamar paling luas dan terhitung mahal di rumah itu. Katrina menaruh hati pada Sultan, dan pelan-pelan tidak mau lagi melacur semenjak bertemu Sultan. Ini membuat bos dan pelanggannya berang, sampai akhirnya nyaris membuat Sultan jadi korban (namun selalu berhasil diselamatkan Sasha). Kalo gue boleh bilang, tiap novel selalu ada tokoh yang gengges dan pengin dibunuh pembaca. Di novel ini, si cantik Katrina inilah yang pengin sekali gue cekek dari awal 😐 Dia tuh nyusahin, tapi entah polos atau naif –nggak nyadar bahwa dia itu nyusahin. Dan Sultannya juga kelewat baik, terus aja bantuin walau sebenarnya nggak ada rasa sama dia dari awal.

Apak dan Ayi: Artinya Paman dan Bibi, bos Sasha dan Sultan. Pemilik resto ayam goreng tempat mereka bekerja.

Yakub: Anak bos mereka yang baik hati dan menaruh hati pada Sasha. Cowok dua puluh tahun, kuliah di UKRIDA jurusan kedokteran. Kayaknya nggak sedikit cewek yang naksir dia, tapi dia malah nempelnya ke Sasha. Baik, pengertian, sopan. Sayang, Sasha nggak punya rasa yang sama dan terlanjur menyukai Sultan.

Saraswati: Saraswati, bukan Sarasdewi 😐 Gue sering salah mengingat nama tokoh satu ini. Karena belakangan ada kasus anak UI yang heboh dan nama guru besarnya dia itu Sarasdewi, gue jadi keinget nama itu mulu. Saraswati ini pengusaha garmen yang juga cukup tajir di Metro Lampung. Sasha adalah penggemar rancangannya. Apa hubungannya dia dengan mereka semua, sehingga gue menuliskan namanya di sini? Ada, berhubungan banget. Tapi bukan istri kesekian Andrew, kok. Tenang aja : )) Baca aja sendiri :p

4. Plot

Plotnya cukup menarik. Ide ceritanya tidak biasa dan jujur gue suka. Apalagi Agnes Jessica menampilkan potret kehidupan di Jakarta dalam buku ini. Kehidupan orang kelas bawah, harus melacur demi dapat sedikit uang agar terus bertahan hidup di kota besar. Semuanya dibeberkan di sini. Yang gue suka, dia menulis realita. Bukankah kenyataannya memang banyak kasus seperti itu? 🙂

Gue baca buku ini dan selesai dalam dua jam. Alurnya maju dan stabil, tapi sampai di ending bagian epilog, gue agak kaget juga mendapati kisahnya sudah beranjak ke 5 tahun kemudian. Mau komentar alur bagian sini terlalu cepet, tapi ragu juga. Untuk epilog, apa saja bisa terjadi, kan, ya? : ))

Tapi gue merasa ada ketimpangan saat penulis mendeskripsikan latarnya yang berbeda. Di latar Metro Lampung, gue nggak mendapati nama tempat yang mereka lewati untuk menuju pelabuhan, tahu-tahu eh udah di Bakauheni aja. Mau naik feri menuju Merak. Sedang di Jakarta, ada deskripsi tempat yang lumayan rinci seperti daerah Hayam Wuruk dan Gajah Mada di Jakarta Pusat. Yakub juga mengajak Sasha ke UKRIDA, ke mal Citraland, dan ke tempat-tempat yang disebutkan rinci. Jomplang banget kebacanya, deskripsi Lampung minim banget –gue bahkan nggak tahu rumah mewah Sasha adanya di daerah mana. Sedang Jakartanya rinci banget. Kelihatannya penulis (yang memang sih orang Jakarta) lebih menonjolkan Jakarta ketimbang Metro Lampung.

5. POV

POV pertama, dari sudut pandang Sasha.

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang putri kaya raya yang lari dari sarang nyamannya karena menentang keinginan ayahnya. Kemudian terpaksa hidup berdua dengan lelaki yang hendak membunuh ayahnya karena mereka terlunta-lunta dan saling bergantung selama di Jakarta.

7. Quotes

Kurasa menikah itu perbuatan yang sia-sia saja. Buat apa menikah kalau akhirnya rasa cinta yang mendorong untuk menikah itu lama-lama akan berubah menjadi perasaan yang lain? Kalau begitu untuk apa menikah? Untuk punya anak yang kadang-kadang akhirnya menyusahkan kita sendiri? – Sasha, hal. 14

Aku akan ke Jakarta, itulah kota impianku. Aku sering ke sana saat liburan, dan sejak pertama kali menginjak kota Jakarta, aku berkata pada diriku sendiri bahwa kelak aku akan tinggal di sana. Dibanding Jakarta, kota Metro hanya seperti kuburan, sepi. Jakarta kota yang tak pernah tidur. Aku akan ke sana. – Sasha, hal. 16 <– suka sekali quotes ini, karena inilah pemikiran gue dulu beberapa tahun yang lalu sebelum akhirnya menetap di Jakarta. Jakarta adalah kota yang tidak pernah tidur, ya, gue akan ke sana! Itu yang gue bilang ke diri sendiri. Dan sekarang gue di sini. Bedanya sih, gue gak harus hidup berdua sama orang yang mau bunuh bokap gue sendiri 😐 #Drama

8. Ending

Cukup memuaskan. Tapi sebenernya 200an halaman pun kurang. Tadinya gue berharap bukunya mendadak tebel sendiri dan konfliknya merumit biar gue bisa lama mencapai ending *pembaca yang belum move on*

Oh ya, nama Sultan sebenarnya bagus banget didenger. Kebayangnya tampan-tampan hot gitu kayak Sultan Djorghi, kan, ya. Cuma agak gimana gitu kalo nama anaknya Raja. Sedangkan nama ibunya udah Prinsesa (yang kayaknya memang plesetan dari princess). Lama-lama mungkin nama anak berikutnya Ratu, Selir dan Dayang 😐 Jadi keluarga negeri dongeng, ntar. Namanya terlalu menggelikan, menurut gue.

Raja, oh plis 😐

Daradam daradaaamm. Daradam daradaamm. Jujurlah padaaaakuuuu~ *digebok Ian Kasela*

Prinsesa, inget princess syahrini juga lama-lama. Keep calm and be cetar tar tar! 😐

 9. Questions

Ada yang bilang di Goodreads bahwa cerita ini mirip dengan film Far and Away yang dibintangi Tom Cruise dan Nicole Kidman. Benarkah ada sedikit inspirasi dari film itu yang kemudian membuat penulis merangkai cerita ini? : )) Gue beneran penasaran, ini cuma kebetulan dan ceritanya memang semodel, atau penulis sebelumnya pernah nonton film Far and Away. Dari hasil gue kepoin Google, Far and Away film tahun 1992. Buku ini terbit tahun 2007, rentang jarak yang lumayan lama sekali.

Gue semakin penasaran lalu nyari sinopsis film yang bersangkutan. Berikut sinopsis singkatnya,

Pada suatu masa, ratusan tahun silam di negara bagian Amerika, tepatnya di wilayah daratan luas Oklahoma, pemerintah setempat mengumumkan akan membagi-bagi tanah yang cukup luas untuk hunian warganya secara gratis. Namun, karena banyaknya peserta yang menginginkan tanah tersebut, maka diadakan perlombaan secara adil dan transparan di hadapan masyarakat. Kalangan tua maupun muda mengikuti perlombaan tersebut, termasuk pasangan muda Joseph (Tom Cruise) dan Shannon (Nicole Kidman).

Dalam perlombaan itu, setiap warga masyarakat diizinkan untuk mendapatkan tanah yang diinginkan dengan cara menancapkan bendera di atas tanah yang akan dimilikinya. Maka secara hukum, tanah tersebut sah dimiliki walaupun dengan perjuangan yang tidak mudah untuk mendapatkannya.

Kisah ini berawal dari seorang pemuda bernama Joseph (Tom Cruise), setelah kematian ayahnya, ia diusir oleh Daniel Christie (Robert Prosky) selaku pemilik rumah yang sedang dihuninya. Atas kejadian itu, ia balas dendam padanya dan ingin membunuhnya. Keadaan itu berubah, setelah Shannon (Nicole Kidman), putri Daniel berpikiran modern dan bertolak belakang dengan pandangan orangtuanya yang tradisional. Untuk merubah hidupnya, ia memutuskan meninggalkan desanya dan menuju Amerika. Maka kedua pasangan muda ini memiliki satu tujuan yaitu Amerika.

Untuk menutupi kehidupan di perjalanan yang masih panjang itu, Joseph menjadi petinju bayaran dan Shannon bekerja sebagai penari club. Hingga uang terkumpul dan melanjutkan kembali perjalanan mereka, hingga sampai di daratan Oklahoma.

Di sana sudah banyak orang berkumpul untuk mengikuti perlombaan untuk mendapatkan tanah impian bai setiap warga yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah setempat. Tapi masalahnya, tanah yang disediakan tidak mencukupu dari kebutuhan warga. Maka, setiap warga harus berkompetisi dan berjuang untuk mendapatkannya.

Bagaimana perjuangan hidup pasangan muda ini, untuk mewujudkan impiannya?

Berhasilkah mereka mendapatkan tanah dan lancarkah kisah mereka berdua?

(temukan jawabannya hanya di Inse*t Investigasi! #Melotot #tatapanibutiri #halagh)

 Dari sinopsis di atas, bisa gue simpulkan bahwa polesan luarnya sama. Lari bersama lelaki yang hendak membunuh ayahnya sendiri. Tujuannya pun sama, sebuah tempat. Joseph dan Shannon hendak ke Amerika, sedangkan Sasha dan Sultan melarikan diri ke Jakarta –kota impian Sasha.

Tapi permasalahan yang mereka hadapi beda. Joseph dan Shannon mencari uang sepanjang perjalanan dengan bekerja sebagai apa saja, sementara Sasha dan Sultan ingin bertahan hidup di tempat tujuan mereka (sudah tiba di tujuan, baru mereka berusaha kerja apa saja. Bukannya di perjalanan. Soalnya aneh kalau di perjalanan. Lampung Jakarta itu deket).

Penyebab Sasha dan Shannon kabur juga beda. Shannon itu kabur karena beda sudut pandang dengan orangtuanya yang masih tradisional, sedangkan ia berpikiran lebih modern. Sedangkan Sasha kabur karena menentang keinginan ayahnya yang tidak ingin dilakukan tapi terus dipaksa sang ayah.

Bedanya lagi, gue nggak yakin Sultan dana cerita ini seganteng Tom Cruise dan Sashanya secakep Nicole Kidman. *jreeengg* *ditoyor pembaca*

10. Benefits

Benefitsnya gue baca novel ini adalah, gue jadi tahu gimana realita kehidupan kalangan kelas bawah di Jakarta. Gue tahu ada kehidupan yang seperti itu, tapi gue sampai sekarang belum pernah temenan sama pelacur, jadi gue nggak tahu gimana kehidupan mereka di kos-kosan sempit dan mendengarkan kisah mereka secara langsung. Jadi seenggaknya, buku ini memberi gambaran. Ini buku pertama karangan Agnes Jessica yang gue baca, dan not bad. Gue cukup suka. Mengenai yang katanya mirip film, dari sudut pandang gue itu cuma semodel, bukan benar-benar mirip. Ada banyak hal yang cukup berbeda dari filmnya. 🙂

Well, 4/5 bintang untuk Antara Aku dan Dia, Agnes Jessica, Sasha dan Sultan. Semoga buku-buku berikutnya juga bisa memuaskan seperti ini : ))

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW: Antara Aku dan Dia – Agnes Jessica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s