REVIEW: Slammed – Colleen Hoover

Judul: Slammed (Slammed book #1)
Penulis: Colleen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Harga: Rp. 55.000
Jumlah halaman: 335 hal.
ISBN: 978-979-22-9518-4
Status: Baca bareng Reight Book Club, Desember 2013

*

Blurb:

Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya.

Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum malaikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada Slams –pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah…

Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan,

dan cinta terlarang mereka.

*

Review:

Seperti yang sudah gue tuliskan di tweet sebelum ini, tadinya gue sama sekali nggak punya ekspektasi tinggi terhadap Slammed. YA bukan genre gue selama ini, hanya beberapa kali membacanya jika memang harus membaca. I mean, jika ada tugas baca bareng dari bookclub 🙂 Bulan lalu pernah membaca The Fault in Our Starts-nya John Green, dan gue merasa biasa saja. Walaupun banyak orang menyukai buku itu, tapi gue merasa bahwa buku itu adalah buku selewat sekali baca dan seterusnya sudahlah.

Tapi ternyata, Slammed berbeda. Berikut reviewnya.

1. First impression

Menurut gue cover versi aslinya lebih lucu ketimbang versi terjemahan. Itu kembang kan, ya? Warna dasarnya merah agak orange pula, bikin gue inget aura cover novel-novel Mira W. aja 😐 Kenapa mest kembang, sih? 😐 Gue nggak terlalu suka covernya, tapi blurb belakangnya bolehlah, cukup penasaran dengan kata slams pertunjukan puisi. Dari sana gue mulai nebak, pasti banyak puisi dalam novel ini. Haha.

2. How did you experience the book?

Lancar-lancar aja, nggak ada kesulitan saat membaca buku ini. Gue membacanya dalam tempo singkat karena memang isinya nggak terlalu berat juga. Gue suka cara berceritanya. Tapi sebagian puisinya jadi kaku setelah diterjemahkan. Seorang teman sesama anak Reight juga bilang begitu, jadi rasanya ini bukan cuma sekedar perasaan gue aja 😐

3. Characters

Layken (Lake): Seorang remaja SMA berusia 18 tahun yang harus pindah dari Texas ke rumah baru mereka di Ypsilanti di Michigan. Ayahnya baru saja meninggal 9 bulan lalu karena serangan jantung dan kini ia tinggal bertiga dengan Ibunya, Julia dan adiknya yang berumur 9 tahun, Kel. Setidaknya semuanya normal-normal saja sampai akhirnya ia berkenalan dengan Will –tetangga depan rumahnya, ketika hari pertama kepindahan mereka. Perkenalan dengan Will mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna, sekaligus lebih suram dan banyak sedihnya (pendapat gue sendiri).

Will Cooper: Cowok 21 tahun, digambarkan sebagai cowok tampan dan cukup menarik di mata Lake. Kedua orangtuanya meninggal dan sekarang ia tinggal di rumah bersama seorang adik lelakinya yang ternyata seumuran dengan Kel. Will menyukai Lake sejak kali pertama bertemu dengannya, namun dibangunkan kenyataan sejak kali pertama pula mereka bertemu di sekolah.

Julia Cohen: Ibu Layken yang awalnya terlihat tegas dan kuat ini ternyata menyimpan banyak rahasia dalam hidupnya. Semuanya baru terbongkar di pertengahan cerita, ketika Lake harus menerima satu lagi kenyataan menyakitkan dalam hidupnya 😐 #dramatiskalimatgue

Kel Cohen: Adik Layken yang berumur  9 tahun. Asik dengan dunia khayalnya sendiri –sesuai dengan anak-anak seusianya. Kadang punya ritual hari terbalik, di mana dalam suatu hari ia akan melakukan segala hal terbalik. Termasuk memakan piza pesanannya sendiri yang sengaja dibuat dengan urutan terbalik. Kel ini lucu, dia jugalah yang menjadi semangat bagi Julia dan Lake agar tetap kuat usai ditinggal pergi ayah.

Caulder Cooper: Adik laki-laki Will yang seumuran dengan Kel dan langsung akrab sejak pertama bertemu. Mereka hampir setiap hari bermain berdua di rumah Lake (atau kadang di rumah Will) dan kemudian bersekolah di tempat yang sama pula. Lake, Will dan Julia mengurus mereka bersama-sama seperti sebuah keluarga besar. Kadang Will membawa keduanya jalan-jalan atau nonton siang. Kadang Lake  membiarkan mereka main di rumahnya hingga sore. Ini bagian paling manis menurut gue 🙂

Eddie: sahabat baru Lake di sekolah.  Cewek yang selama belasan tahun ikut program anak asuh dan sudah berpindah-pindah dari satu keluarga ke keluarga lain.

Gavin: Cowok teman sekelas mereka, pacar Eddie.

Nick: Cowok yang juga teman sekelas mereka, selalu berusaha mendekati Layken namun sayangnya bertepuk sebelah tangan. Lelucon andalannya adalah tentang Chuck Noris. Lawas.

Javi: Anak nakal di kelas, di bab menjelang akhir cerita, tampak ia berusaha mencium Layken secara paksa namun akhirnya babak belur dihajar Will. Mana teriakan so sweetnyaaaa? : ))

Brenda: sahabat baik Julia yang memohon padanya agar pindah ke Michigan. Perempuan ini namanya cuma disebut-sebut dan tidak pernah benar-benar muncul selama cerita hingga ending.

Di akhir cerita, ada banyak sekali perubahan daripada sebelumnya. Yang paling gue suka adalah, Will akhirnya menyadari bahwa sikap keras kepalanya selama ini salah dan setelah mendapatkan pekerjaan baru, ia masih punya niat baik untuk kembali pada Lake. Akhirnya elo nyadar ya, Broohh *tujes Will* 😐

4. Plot

Plotnya cukup rapi, setidaknya otak gue nggak sampe keriting membaca buku ini :p gue membacanya kira-kira 5 jam dari sore hingga malam. Alurnya pas, tidak terlalu cepat juga tidak lamban. (Alur maju).

5. POV

POV 1 (sudut pandang Layken).

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang anak perempuan yang baru saja ditinggal ayahnya dan ibunya menyatakan keluarga mereka telah bangkrut, jadi mereka harus pindah ke kota baru yang lebih baik, di mana ibunya dapat bekerja dengan upah yang lebih lumayan untuk hidup mereka. Ia berkenalan dengan seorang lelaki yang membuatnya jatuh cinta sejak kali pertama, namun ternyata memberinya banyak tangis di hari-hari berikutnya karena cinta mereka susah kesampaian. Bukannya tidak bisa, ya, tapi susah. Beda tidak bisa dengan susah.sulit.

Banyak hal ia lalui dan akhirnya memberikan ending yang cukup membahagiakan. Ending yang juga cukup membuat penasaran untuk melanjutkan ke buku berikutnya 😐 Iya, ada sambungannya.

Btw, gue nggak sreg kenapa ditulis judulnya ‘Cinta Terlarang’. Ini seolah Lake dan Will itu anak manusia dan anak vampir yang saling jatuh cinta. Bahkan ternyata anak manusia dan vampir aja bisa menikah di serial Twilight dan tidak ada label Cinta Terlarang di halaman sampul bukunya, kan? Dan saking terlarangnya, kisah macam apa ini? Bisa bikin pembaca yang belum pernah baca bukunya menganggap ini sesuatu yang berbahaya sekali, padahal nggak begitu. Label ‘Cinta Terlarang’ untuk kisah ini agak berlebihan menurut gue. Come on, mereka bukan anak manusia dan anak setan yang ingin bersatu lalu memaksa berevolusi jadi malaikat, jadi buang kata-kata ‘terlarang’ itu -__-“

7. Quotes

Penyesalan itu kontraproduktif,  karena kita menoleh ke masa lalu yang tidak bisa kita ubah. Mempertanyakan sesuatu saat peristiwa itu terjadi, bisa mencegah penyesalan di kemudian hari. Julia to Lake, hal.45

Ada tiga pertanyaan yang mesti benar-benar bisa dijawab iya oleh seorang perempuan sebelum dia mengikatkan dirinya pada seorang laki-laki. Kalau ada satu saja yang kau jawab tidak, maka larilah sekencang-kencangnya. Apakah laki-laki itu selalu memperlakukanmu dengan hormat? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua adalah, misalkan dua puluh tahun lagi dia masih orang yang persis sama dengan dia yang sekarang, apakah kau tetap mau menikah dengannya? Terakhir, apakah laki-laki itu menggugah keinginanmu menjadi orang yang lebih baik? Jika berhasil menemukan laki-laki yang bisa membuatmu menjawab iya untuk ketiga pertanyaan tadi, berarti kau sudah menemukan laki-laki yang baik. Julia to Lake, hal. 45 bawah 46 atas.

Harapan, dugaan, penyangkalan batin

Beterbangan dari dalam diriku bak genangan darah

menyembur dari luka

Bak janin dari rahim mayat di dalam makam

Layu dan bertebaran bagai seprai merah di atas ranjang

Di sebuah kamar bersih tak bernoda

– Puisi Will di kelas, hal. 99

Lampauilah keterbatasanmu, Lake. Keterbatasan ada untuk dilampaui.Julia to Lake, hal. 253

Kematian. Satu-satunya hal yang tak terhindarkan dalam hidup..Puisi Will, Kematian, hal. 258

Jangan terlalu serius menyikapi hidup. Tonjoklah wajah kehidupan jika kehidupan memang butuh diberi tonjokan telak. Lalu tertawakan dia.

Pertanyakan segala sesuatunya. Cintamu, keyakinanmu, kecintaanmu. Jika tidak punya pertanyaan, kau tidak akan pernah menemukan jawaban.

Pilihlah peruntunganmu, tapi jangan pilih terlalu banyak.

Tetap berpikiran tebruka; hanya dengan cara itulah hal-hal baru bisa masuk.

Yang terakhir namun tak kalah penting, dan ini bukan yang paling remeh; Jangan pernah menyesal.

Surat Julia untuk Layken, hal. 332 333

 Tambahan: sebenarnya gue juga suka puisi Eddie di halaman 179, tapi itu kepanjangan untuk dituliskan seluruhnya. Jika kalian membaca bukunya, kalian juga bisa membacanya sendiri. Di antara banyak puisi yang diterjemahkan secara kaku, itu termasuk satu puisi yang paling gue suka. Suka cara Eddie menuturkan kisah hidupnya lewat puisi.

8. Ending

Ya, endingnya memuaskan. Memuaskan sampai gue nggak akan mengomentari apapun lagi. Juga nggak menggantung, nggak ada tanda-tanda bahwa novel ini akan dilanjutkan ke buku berikutnya. Tapi setelah kemarin baca di Goodreads, ternyata serialnya sudah sampai buku 3, tapi setelah di kroscek lagi ke bukabuku.com ternyata yang dijual baru sampai buku 2, itu berarti buku 3 nya belum diterjemahkan. *niat banget sampe nyari tahu* : ))

9. Questions

Pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang gue ajukan untuk buku John Green yang gue baca tempo hari. Cuma akan ada satu pertanyaan ini saja.

Kenapa kanker?

Bukankah kanker terlalu mainstream untuk penyakit dalam sebuah novel?

Oke, barusan dua pertanyaan.

Untuk kasus Dad, gue rasa memang masuk akal. Kisah seseorang meninggal secara mendadak, penyakit apalagi yang masuk akal selain serangan jantung? Serangan jantung selalu berhasil membuat kehebohan mendadak, baik di novel, film, FTV, drama korea, maupun sinetron kejar tayang Indonesia. Iya, serangan jantung selalu ampuh jika ada 2 situasi menghadang; si penulis ingin menggambarkan serangan yang menyebabkan kematian tiba-tiba, atau si penulis malas mikir akan memberikan penyakit apa untuk membunuh tokoh ceritanya. *ditoyor sampe Michigan* 😐

10. Benefits

Manfaat gue membaca novel ini, gue merasa dejavu sama kisah sendiri. Setidaknya hanya di bagian pertama. Karena gue nggak yakin bakal jatuh cinta sama guru SMA dan gue sendiri udah selesai sekolah, jadi itu nggak bakalan kejadian. Dan gue lebih amit-amit lagi kalo emak sampe senasib sama Julia. Nggak mau. Jadi dejavunya cukup di bagian Dad meninggal dan Layken harus menguatkan hatinya agar pindah dari rumah yang lama. Iya, pindahan rumah setelah kejadian menyedihkan itu, sedihnya jadi kuadrat. I feel you, Lake 😦

Manfaatnya lagi, gue merasa novel ini lebih dalam daripada The Fault in Our Stars-nya John Green tempo hari. Mungkin gue yang nggak terlalu perasa, di saat semua orang bilang novel itu sedih, gue nggak sedih. Tapi ketika baca Slammed –walau nggak mewek, gue cukup sedih atas kisah Lake dan Will, terutama kisah hidup Lake. Itu pasti berat sekali 😐

Selanjutnya 5/5 bintang untuk Slammed dan Colleen Hoover. Semoga ada kesempatan baca kelanjutan ceritanya. Dan semoga kelanjutannya nggak membuat gue mengurangi bintang yang udah sempurna ini : ))

Tapi dari hasil intipan gue di GR, sih, kayaknya buku kedua juga ratingnya bagus. Malah buku ketiga yang ratingnya rendah karena konon kabarnya mengulang kisah di buku pertama tapi dari sisi POV Will. Mengulang cerita bulan ide bagus, Ms. Hoover 😐 Eh, dia Ms. atau Mrs. ya? *dipikirin*

Advertisements

One thought on “REVIEW: Slammed – Colleen Hoover

  1. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Top Five Most Favorite Books | Petronela Putri (books)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s