REVIEW: Waiting For You – R. Kurniadi

20131123_142104

Judul: Waiting For You (Ku tak ingin terbangun tanpa dirimu)

Penulis: R. Kurniadi

Penerbit: Media Pressindo

Tahun Terbit: November 2013 (Cetakan Pertama)

Harga: Rp. 29.000

Jumlah halaman: 148 hal.

ISBN: 978-979-911-327-6

*

Blurb:

Kunang-kunang itu asalnya dari kuku orang yang sudah meninggal…

Tiga belas tahun telah berlalu… namun kata-katamu masih terus melekat di ingatanku.

Aku masih menunggumu, terus.. dan terus..

Tanpa sedikit pun merasa lelah.

Terus berharap kau akan hadir kembali, menemani hari-hariku seperti dulu.

Sampai akhirnya kusadari

Dengan terus membawamu dalam hatiku..

Aku telah melepas hati lain

Hati yang selama ini tulis mencintaiku

Lalu, haruskah aku melepasmu?

*

Review:

Ini adalah buku keduanya @misterkur, baru terbit dan beredar minggu ketiga November 2013 di toko buku. Dan kebetulan postbar BBI bulan ini temanya thriller/horror dan semacamnya, jadi gue pikir, nggak ada salahnya ngereview buku ini. Sebelum ngereview, kayaknya mending gue kasih gambaran ceritanya dulu. Karena di blurbnya juga nggak ada.

Waiting For You bercerita tentang seorang gadis muda bernama Bella (yang katanya terinspirasi dari nama @bellazoditama, kalo gue nggak salah :p) yang bekerja sebagai seorang pegawai toko buku. Bella pernah punya trauma pada masa kecilnya, ketika melihat Jody –sahabat baiknya (beserta kedua orangtua anak itu) tewas dihabisi perampok yang masuk ke rumah mereka. Bella ada di sana malam itu, menginap. Namun hanya ia satu-satunya orang yang lolos dan terus hidup, karena perampok itu tidak menyadari bahwa ada satu lagi anak perempuan dalam rumah.

Kunang-kunang itu asalnya dari kuku orang yang sudah meninggal…

Itulah yang selalu terpatri di benak Bella. Ia mengenang Jodi dengan cara yang salah, mungkin juga karena terlalu menyayangi sahabatnya itu. Tiga belas tahun telah berlalu, seorang lelaki bernama Oka –yang juga teman kerja dan teman Bella semasa sekolah, diam-diam menyukainya. Bella sendiri tidak pernah ambil pusing dengan perhatian-perhatian Oka kepadanya selama ini –padahal lelaki itu benar-benar tulus. Hingga suatu hari, rekan-rekan kerjanya mengajak liburan ke Pok Tunggal –tempat yang menyimpan kenangan bagi Bella. Dan juga, munculnya seorang laki-laki lain bernama Yudhistira.

Yudis, yang juga mencintai Bella –namun berhasil membawa kembali semua kenangan tentang Jody.

1. First impression

Ketika pertama kali melihat covernya, yah memang sweet menurut gue. Tapi ketika selesai membacanya, pemikiran gue agak berubah. Hmm, I think, cover seperti itu terlalu manis untuk sebuah kisah thriller. Iya, ini thriller. Memang, sih, ada romannya juga, tapi gue tetap nggak melihat bumbu thriller di covernya. Terasa kurang kelam.

2. How did you experience the book?

Tidak butuh waktu lama untuk memahami plot dan karakternya. Waiting For You termasuk cerita ringan, tapi tetap seru untuk diikuti hingga ending.

 

3. Characters

Bella Gagarmayang (Bella): Seorang cewek muda umur dua puluhan yang bekerja di toko buku di kotanya. Sehari-hari hidup di sebuah kos-kosan. Gadis yang bisa dibilang agak mirip Bella Swan-nya Stephanie Meyer. Pendiam, sendu, kelabu, menutup diri. Tapi bedanya Bella Swan tidak menyimpan trauma pembunuhan di masa lalunya. Oh, bedanya lagi, Bella Gagarmayang tidak menikah dengan vampir. *ditujes dua penulisnya*

Bantoro Oka Setiadjie (Oka): Teman Bella semenjak SMA kelas satu, hingga sekarang bekerja dengannya di tempat yang sama. Bisa ditebak dari penceritaannya, Oka naksir berat sama Bella. Tiap hari merhatiin Bella, sampai ngikut Bella kerja di toko buku. Tiada hari tanpa Bella, deh, pokoknya. Namun entah kenapa, dengan cara yang seperti itu gue menganggap cowok satu ini annnoying banget.

Ya kale, lo pikir aja sendiri. Kalo lo jadi Bellanya, lo betah nggak diikutin satu cowok yang sama selama hampir bertahun-tahun, dianya naksir, menunjukkan sinyal-sinyal itu, tapi kalian nggak pacaran/jadian. Cuma menghabiskan waktu 8 tahun untuk flirting (ralat, Okanya yang flirting, karena Bellanya lebih sering dingin dan masih cuek bebek ketimbang senyum. Masih inget kenangannya bersama Jody. Cucian deh, Oka).

Yudhistira (Yudis): Tentang nama tokoh ini, haduh gue no comment. Hahaha, mengingatkan gue pada seorang kenalan yang sebenernya gue hindari selama bertahun-tahun karena takut. Nama ini selalu mampu bikin gue parno sendiri. Dan sialnya si gendut malah nulis novel pake nama ini *elus dada*

Tapi so far, gue suka karakter tokoh Yudis. Dia mendekati Bella dengan cara yang menurut gue lebih elegan. Awalnya Bella berpikir buat nyuekin dia, tapi dia datang lagi dan akhirnya gadis itu penasaran juga, kan? Yang gue suka lagi, ternyata Yudis ini adalah tokoh yang menggiring alur cerita menuju thriller. Good job, bro! :p

Jody: Anak ini cuma ada di dalam kenangan dan flashback ingatan Bella tentang kejadian tiga belas tahun sebelumnya. Tidak dibahas terlalu banyak, namun memang mempengaruhi tokoh Bella dan inti cerita cukup besar.

Pada endingnya, ada banyak perubahan dalam cerita. Kenangan tentang pembunuhan keluarga Jody kembali lagi ke ingatan Bella. Tapi bedanya, kali ini bukan hanya sebagai kenangan. Misterinya benar-benar terkuak. Hingga Bella mau dan rela untuk melepaskan Jody pergi.

4. Plot

Plotnya sudah lumayan menarik dan tersusun rapi. Alurnya nggak terlalu cepat, tapi juga nggak terlalu lambat. Menurut gue ini lebih pas ketimbang Lovefool yang gue tulis bersama penulis yang sama beberapa bulan sebelumnya 😐 Oh, alurnya maju –walau memang ada beberapa flashback-flashback tentang Jody.

5. POV

POV orang ketiga.

6. Main Idea/Theme

Tentang seorang cewek yang nggak bisa move on dari kematian sahabat masa kecilnya, karena menganggap dengan menyimpan kuku-kukunya, maka sang sahabat akan selalu ada di sana bersamanya. Di sisi lain, dua orang lelaki lain juga menyukainya.

7. Quotes

Suka kata-kata yang ini,

Tak pernah sengaja jerami tergigit oleh geligi burung kenari

Dan dengan sempurna sangkar nyaman kokoh berdiri

Bak cinta yang tidak pernah diniati

Hadir, melumpuhkan, dan kelamaan tumbuh hingga mati…

dan ini!

Kita adalah sepasang kunang-kunang penerang jalan

Mencari setitik celah agar langkah sampai di masa depan

Tidak lantas melupakan masa lalu

Namun aku tahu, karena kau masa depanku…

8. Ending

Apakah endingnya memuaskan? Nggak! Nggak! Gue puas dengan seluruh endingnya, kecuali ending dengan siapa Bella pada akhirnya. Kemudian gue menyadari, Oka, maybe I hate you that much. Hahaha. Kayaknya gue tipe pembaca yang aneh. Kalau pembaca lain senang dengan happy ending bahwa akhirnya Oka berhasil mendapatkan hati Bella, gue malah berpikir –Bel, nyari cowok lain aja! Cowok lain! Kan kerja di toko buku, gebet penulis, kek? Penyair, kek? Demonstran, kek? *kenapa jadi demonstran* *elus bukunya Gie* 😐

9. Questions

Poin nomer 9 ini fungsinya untuk memberi pertanyaan pada penulis. Gue nggak punya pertanyaan sementara ini. Tapi kalau memang ada pertanyaan, gue sih tinggal BBM penulisnya, nggak perlu ngetik-ngetik di blog segala. Oh, ya, pin BBnya dia itu 25F70A6A. Silahkan di invite, dia seneng banget kalo ada temen baru. Apalagi gebetan baru. *diracun* : ))) *iya, gue memang hobi ngerjain dia dengan menyebarkan pin BBnya* *dan kalo lo pernah baca Lovefool –novel duet kami, pin BB tokoh utama cowoknya juga pinnya dia*

10. Benefits

Manfaat gue membaca novel ini adalah bikin jantung gue lebih sehat. Karena olahraga dan jedag-jedug. Kenapa? Karena thrillernya serem? Ah, nggak terlalu. Yang bikin jantung gue olahraga adalah cerita yang gue tulis di poin karakter tadi. Namanya Yudhistira itu, loh. Haduh, kenangan buruk. *kemudian parno dan nggak bisa tidur dua hari* *jambak R. Kurniadi*

Overall, 4/5 bintang untuk Waiting For You. Walaupun ceritanya ringan, tapi tanpa bermaksud ngiklan berbayar atau nepotisme, jujur gue mau bilang bahwa cerita ini berkesan buat gue.

Dan sekarang lagi nunggu novel Kur berikutnya. Soalnya dia janji, kalo novelnya terbit lagi, gue mau dibeliin boneka LINE.

*asah piso*

*nunggu paket kiriman boneka datang ke Jakarta*

Advertisements

8 thoughts on “REVIEW: Waiting For You – R. Kurniadi

  1. blog ini bisa di-report as spam nggak, sih? PIN BEBE GUEHHHH!!!!! *kirim Yudis ke kosan emput*

    Sungguh, review ini bikin murka. Murka karena sampai sekarang pun penulisnya belum melihat langsung fisik novelnya kayak apa! Dan nggak pernah inget pernah nulis quote seromantis itu sebelumnya 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s