REVIEW: Deviasi – Mira W.

Judul: Deviasi

Penulis: Mira W.

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit: 1996 (Cetakan Pertama)

Harga: Rp. – (harga baru kayaknya udah gak ada)

Jumlah halaman: 268 hal.

ISBN: 979-605-404-3

Status: Beli di lapak buku bekas – Book Fair, November 2013

*

Blurb:

“Kau hamil, Arneta?” Rivai duduk dengan hati-hati di sisi pembaringan, seolah-olah takut menyakiti Arneta. “Kau mengandung anak Rivai dan berani meninggalkannya?”

“Panggil Rivai kemari.” Arneta berusaha keras menekan rasa takutnya. “Aku harus bicara dengan dia.”

“Tapi Rivai mengirimku kemari untuk menghukummu.”

“Siapa kau?” tanya Arneta ketakutan.

Jadi mantan suaminya ini benar-benar gila! Sungguh tidak disangka. Hampir setahun dia telah hidup bersama orang sakit jiwa. Tidur seranjang dengan pembunuh yang mengidap deviasi seksual.

Dari ujung utara Benua Amerika sampai ke ujung selatan Benua Afrika, Arneta terjebak di antara tiga laki-laki yang sama-sama mengejarya.

Bekas kekasihnya yang berada di ambang perceraian.

Pria tanpa masa lalu yang sedang terpuruk dalam lumpur perasaan bersalah.

Dan mantan suaminya, seorang lelaki terhormat yang mengidap deviasi seksual dan mempunyai kepribadian ganda.

Mampukah Arneta melepaskan diri?

*

Review:

Jadi ini novel Mira W yang pertama kali gue baca. Memang sih, dulunya sering nonton bareng emak, sinetron-sinetron lawas yang dibuat dari novelnya beliau, tapi ndak pernah sekalipun baca bukunya. Ceritanya main ke book fair, terus nemu lapak buku bekas. Tadinya cuma mau iseng lihat-lihat sekilas. Ketika ngubek buku-buku Mira W, nemu buku ini –yang seminggu sebelumnya juga udah dipesen temen. Katanya dia ndak mau kalau judulnya bukan Deviasi. Dan itu bikin gue penasaran –ya, gue akui, cukup penasaran, seberapa bagusnya buku satu ini.

Gue iseng nyari di Goodreads, lalu menemukan bahwa blurbnya menggoda sekali :p *pecinta thriller* Dan belakangan tahu bahwa Deviasi punya sekuel bernama Delusi. Di toko buku bekas itu, gue menemukan keduanya sekaligus.Tanpa ragu, gue beli dan bawa pulang. Baru sempat baca tadi, tapi setidaknya gue nggak merasa rugi sudah beli buku lawas satu ini 😀

Berikut gue gunakan list yang biasa dipake anak-anak Reightbook dalam ngereview, karena menurut gue, list seperti ini lebih memudahkan saja.

1. First impression

Ketika pertama kali memegang buku ini, gue ndak peduli sama sekali dengan covernya. Semua orang kayaknya tahu, buku-buku jadul Mira W pasti covernya gambar bunga :p Jadi bagi gue semua bunga sama saja. Ndak terlalu jadi perhatian. Yang gue perhatikan adalah judul dan blurbnya, sebelum kemudian memekik riang dalam hati, “finally! Buku ini akhirnya ketemu juga!”

2. How did you experience the book?

Butuh waktu untuk menyesuaikan pikiran gue dengan jalan ceritanya. Karena prolog, bab 1 dan bab 2 nya agak sedikit jauh meloncat-loncat. Gue tahu prolog itu membahas masa kecil Rivai, tapi gue kurang ngerti kenapa beberapa bab membahas Dokter Heri. Hal ini baru gue pahami ketika menjelang setengah buku. Ketika Rivai menjual Arneta di meja judi. Tapi itulah hebatnya Mira W menuliskan cerita ini –menurut gue, beliau mampu membuat bingung sementara, lalu menyatukan semua kepingan cerita dan pembaca akan merasa blash! ternyata ini toh maksud bab yang tadi.

3. Characters

Ada 4 tokoh utama dalam cerita ini.

  • Rivai (Rizal) Maringka: Lelaki yang punya trauma mendalam akan masa lalunya. Ayahnya yang agak ‘sakit’ sering tempramen dan memukuli ibunya –termasuk anak-anaknya sendiri. Setelah kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan (yang ternyata disengaja), Rivai tumbuh besar bersama kakaknya, Rana Maringka. Sebuah sisi jahat dalam dirinya bernama Rizal, seringkali muncul untuk membantu Rivai menyelesaikan masalah dengan cepat dan licik.
  • Arneta Basuki: Anak tunggal dari keluarga yang cukup berada. Menjadi istri Rivai selama nyaris setahun adalah sebuah neraka baginya. Satu sisi, Rivai adalah orang yang amat sopan, pengertian, baik dan terpandang –hingga tidak ada yang percaya pada pengakuan Arneta tentang sikap buruknya. Tanpa diketahui orang lain, Rivai mengidap penyakit kejiwaan serius dan dapat membahayakan orang-orang di sekelilingnya.
  • Taufan: mantan dokter yang menyesali masa lalunya selama bertahun-tahun. Memenangkan Arneta pertama kali di meja judi, atas taruhan ajakan Rivai. Tapi semenjak itu ia sadar, ia tidak sanggup lagi melepaskan Arneta.
  • Rana Maringka: Kakak perempuan Rivai, selalu ingin menguasai hidup adiknya lebih dari siapapun. Sepertinya juga menderita sakit jiwa turun-temurun di keluarganya, sehingga ia menjadi dingin dan memusuhi semua perempuan yang mendekati adiknya. Rana juga sangat memusuhi Arneta –karena ternyata perempuan itu mampu membuat Rivai amat jatuh cinta, hingga enggan melepaskannya lagi. Ia selalu mengajarkan adiknya bahwa siapa yang bersalah, harus dihukum! dan sering membuat hidup Arneta celaka hanya karena ucapannya.
  • Tokoh pendukung lain: Tuan dan Ny. Basuki (orangtua Arneta), Paula Usman, Tony, Dokter Arif, Dokter Tiarno (ayah Paula), Suster Andini, Tiah, dll.

Kalo ditanya, apakah ada perubahan pada tokoh-tokohnya di ending cerita, gue akan jawab, “ya! Banyak sekali perubahannya.” Rivai jadi semakin buas halaman demi halaman. Arneta yang awalnya bimbang lalu bertemu dengan Tony –mantannya waktu SMA, namun kemudian memilih Taufan sebagai pendampingnya.

4. Plot

Plotnya menarik. Cuma butuh 3 jam untuk melahap buku ini. Alurnya maju dan tidak terlalu cepat, bisa dibilang pas dengan ceritanya 😀

5. POV

Sudut pandang orang ketiga serba tahu.

6. Main Idea/Theme

Tema besar Deviasi adalah tentang seorang lelaki yang mengidap deviasi seksual dan berkepribadian ganda –yang disebabkan oleh trauma masa lalu dan genetik (turunan ayahnya). Cerita ini dimulai dari Sun City, Afrika Selatan. Balik ke Jakarta, lalu balik lagi ke Taj Mahal, India. Lintas benua pokoknya :p

7. Quotes

“Pandanglah aku. Aku sama pengecutnya dengan kamu. Maukah kamu menerima si pengecut ini untuk mendampingi hidupmu, supaya kita dapat saling menguatkan?” – Taufan to Arneta, hal. 201. (aha, ini quotes paling so sweet yang gue temukan dalam novel ini :p Walau kebacanya agak seperti gombal, tapi sebenernya kalau pengucapannya serius, ini beneran manis.)

“Ya bisa saja kan dia lupa. Namanya saja masih pengantin baru. Atau mengganti rencananya. Siapa tahu Taufan mengajaknya makan malam diluar. Di Jakarta kan banyak restoran yang punya nasi goreng yang lebih enak dari nasi goreng istimewamu.” Tuan Basuki to Ny. Basuki, hal. 256 (Nah, kalo yang ini quotes paling lucu :p Ini diucapkan Tuan Basuki pada istrinya, ketika istrinya terus bertanya kenapa Arneta nggak jadi menelpon untuk menanyakan resep nasi goreng ikan asin istimewanya. Komennya panjang dan nyelekit. Hahaha.)

8. Ending

Iya, bagi gue endingnya cukup memuaskan. Keseluruhan ceritanya memuaskan buat gue! :p Tapi untunya ending di Deviasi masih belum bener-bener ending, masih ada kelanjutannya di Delusi (akan segera dibaca secepatnya, agar bisa membandingkan mana yang lebih seru).

9. Questions

  • Mengapa dokter? Mengapa bukan profesi lain? Apa karena penulis sendiri adalah dokter? Soalnya pernah denger, katanya penulisnya juga seorang dokter dan selalu menyelipkan kisah-kisah dokter dalam setiap novelnya 😀
  • Apakah sulit untuk meriset kisah kejiwaan pada tokoh Rivai dan Rana Maringka?
  • Mengapa Rana tidak digambarkan sama sadisnya dengan Rivai? Selama ini Rana hanya ‘bayang-bayang’ Rivai, tapi ndak pernah benar-benar sadis dalam ‘mengeksekusi’ seseorang.
  • Apa ada pengalaman pribadi dalam novel ini?

10. Benefits

Sebagai pecinta thriller, buku ini sepertinya memberi banyak inspirasi dan referensi buat gue. Terutama tentang cara menyusun plot cerita agar menjadi lebih tertata tapi ngena di hati pembaca 🙂 Mira W. berhasil menciptakan thriller yang tidak setengah-setengah –walau sebenarnya lebih sering menulis roman. Itu yang gue belum bisa. Menciptakan genre lain dengan baik, di luar genre yang kita tekuni sehari-hari. Buktinya gue kalo nulis roman, biasanya kurang ngena. Tapi kalo mainnya udah thriller, lancar jaya :p

*

Selanjutnya, gue nggak bisa komentar banyak untuk buku seorang Mira W. Jadi, 5/5 bintang untuk Deviasi dan Mira W. Nggak sabar untuk segera baca kelanjutannya di Delusi.

🙂

Advertisements

One thought on “REVIEW: Deviasi – Mira W.

  1. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Top Five Most Favorite Books | Petronela Putri (books)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s