Ketika Membaca Kotak Mimpi

adc63-primadonnaangela-kotakmimpi

Awal gue membaca sebuah novel, yang akan gue lihat adalah prakata dari penulis/penerbitnya atau profil penulisnya. Gue nggak akan langsung mulai membaca, tapi baca-baca dulu hal-hal kecil yang sekiranya dapat menarik perhatian gue. Maka ketika gue membuka novel Kotak Mimpi, hal yang menarik buat gue adalah sambutan di halaman awal dan prakata dari Mbak Donna.

Isinya seperti ini:

Apa isi kotak mimpi?

Idaman tersembunyi, harapan menari-nari

Cinta dan asa, perasaan mendamba

Tidak untuk disebar kepada dunia.

Dan prakatanya berisi seperti ini: (yang menurut gue menarik juga)

DARI mana datangnya ide? Penggalan awal kisah ini saya dapatkan saat mendidihkan air untuk menyeduh teh tarik. Tiba-tiba saja kalimat pertama mengalir di benak saya, menuntut untuk segera dituangkan dalam bentuk tulisan.

Sesudahnya mudah saja. Semua karakter –bahkan nama-nama mereka- seakan ready made, sudah siap dan matang untuk diselesaikan. Hanya masalah waktu saja.

Jadi bersiap-siaplah –karena ide bisa saja tercetus saat kita tidak mengharapkannya.

Bahkan, menurut pengalaman saya, justru ide itu rajin bertandang saat kita berada dalam keadaan rileks dan tenang. Saya malah terpikir skenario seperti ini…

PENULIS

(santai, bersiap-siap untuk rehat)

PARA IDE

Hei, lihat, ada yang mau beristirahat  rupanya. Mana bisa kita biarkan dia bersenang-senang tanpa bekerja? (colek-colek, kitik-kitik)

PENULIS

(mendadak dihujani ratusan ide) AAAGH!

Maka kalau merasa stress, bingung mau menulis apa lagi, biarkan saja dulu. Istirahatlah. Bergembiralah. Dan bersiaplah dikejar berbagai gagasan yang mungkin akan membuatmu berpikir, “Kapan nih, bisa istirahat?”

*

Mengapa menarik? Sekilas itu cuma basa-basi biasa mungkin, tapi rasanya itu motivasi dari penulisnya untuk semua orang yang membaca Kotak Mimpi; bahwa ide bisa datang kapan saja dan di mana saja, ketika kita sedang tidak mencarinya. Jadi nggak perlu memaksakan diri untuk menulis dan malah menciptakan hasil yang kurang memuaskan. Ketika nggak tahu harus menulis apa, ya bisa bersantai dan menunggu ide baru datang dengan sendirinya.

Gue suka pemikiran ini, dan juga penggalan skenario di atas 🙂

*kemudian nyeduh kopi, nunggu ide datang untuk draft novel yang baru sampai bab 4 😐

*mainan pasir 😐

 *

PS: Arya Wiguna sama Dewi Sanca apa kabar, ya? *ditimpuk Bella, Noreen, Arya & Patrick* -__-“ *yang udah baca review gue di postingan sebelumnya pasti ngerti line ini -__-“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s