REVIEW: Astral Astria – Fira Basuki

Judul: Astral Astria

Penulis: Fira Basuki

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2007 (Cetakan Pertama)

Harga: Rp. 27.000 (harga beli tahun 2013, harga asli kurang tahu)

Jumlah halaman: 332 hal.

ISBN (13): 9789797598709

ISBN (10): 979-759-870-5

*

Blurb:

Di dalamnya, tubuh  perempuan bergaun putih panjang itu masih bersimpuh di lantai dingin. Posisi bersujud. Rambut gimbalnya memanjang dan menutupi seluruh tubuhnya. Bowo duduk dengan posisi sila di belakang raga yang terkulai tadi. Direntangkannya kedua tangan. Gumpalan-gumpalan putih memasuki raga tadi.

Kedua tubuh tadi seperti terselubungi lingkaran energi hitam. Warna-warni dunia sempat singgah di sekelilingnya. Jagat maya mengitari dunia. Perempuan itu bertubuh dingin seperti dialiri listrik. Ia tersentak-sentak. Pelan-pelan perempuan tadi, Astria, membuka mata. Waktunya tiba. Kembali. Empat puluh hari. Perjalanan lama yang seperti sedetik hitungan cahaya.

*

Review:

Bisa  jadi ini buku Fira Basuki yang termasuk keren setelah trilogi Jendela-Pintu-Atapnya. Buku terbitan 2007, tapi begitu telat gue nemuin di tahun 2013. Nemuinnya juga nggak sengaja karena baca review di Goodreads waktu searching buku-buku karangan penulisnya. Karena tertarik, akhirnya gue berusaha nyari dwilogi ini lengkap, sebelum membacanya :)) Walaupun denger-denger bisikan orang katanya Paris Pandora nggak sebagus Astral Astria.

Tapi Astral Astria ini memang tipe novel yang lumayan ‘berat’ dan membingungkan awalnya, walaupun seterusnya kelamaan gue bisa mengerti ke mana alur cerita membawa *halah*

Astral Astria berpusat pada seorang gadis indigo berambut gimbal bernama Astria yang diangkat oleh kedua orangtuanya dari tanah Dieng. Kuncoro dan Nunik –pasangan arkeolog dari kota besar yang nggak bisa punya anak mengambil Astria karena kedua orangtua kandung anak itu meninggal bersama penduduk satu desa sewaktu ada bencana. Anak itu selamat dan meronta saat akan diamankan.

Setelah besar, Astria berguru pada Bowo (baca trilogi Jendela-Pintu-Atap mengenai kisah Bowo), seorang Kyai yang kemudian menuntunnya untuk melakukan perjalanan Astral. Banyak yang kemudian dilihat Astria di dunia antara, banyak hal tentang teman-teman dan orang sekitarnya yang tidak dia ketahui.

Tentang Indah Skali, si penulis novel cinta yang kemudian mati karena cinta.

Tentang Kasih, si penyanyi yang tewas sebagai korban perebutan cinta.

Tentang Marni, si penjaja cinta.

Tentang Sekar Suci, si penulis gila.

Tentang si tambun Fabio, teman Indah Skali –yang sudah beristri namun tetap selingkuh dengan Sekar Suci.

Tentang Karmin dan istrinya Nyiah –si penggila harta.

Tentang Permadi –lelaki antara yang pasrah dijodohkan, walau sebenarnya mencintai Astria.

Tentang Rizky, pria sholeh yang akhirnya menjadi labuhan Astria.

Tentang Beno, politisi yang bahkan lebih hancur ketika diguncang cinta sendiri dibanding diguncang lawan politik.

Tentang Cindy Chen, anak orang kaya korban keegoisan orangtua.

Tentang Bayu –pembuat film yang gila harta dan juga Kiara –kekasih gelapnya yang suka main dukun.

Tentang Zuni, sahabat baik Kasih yang ternyata kemudian menyantetnya karena bersaing karier.

Tentang Bagus, suami Kasih yang amat baik hati.

Tentang Kunti –adik angkat Astria, anak Ki Samudro –seorang yang dituakan dan ahli mendalang.

Dan Djati Suryo Wibowo –yang dulunya jadi anak kuliahan bimbang diantara dua perempuan (di novel Pintu), kini sudah jadi Kyai Bowo.

Ada Nunik dan Kuncoro –orangtua angkat Astria, berasal dari kalangan arkeolog, yang kemudian menghilangkan jejaknya dari Dieng selama bertahun-tahun.

Dan Astria Sima –si perempuan antara berambut gimbal. Menjelajah dunia selama tujuh hari, melihat banyak hal, banyak rupa, segalanya.

Iya, memang novel ini kebanyakan tokoh. Gue juga awalnya bingung dari perloncatan kisah yang satu ke kisah yang lain. Tapi di antara banyak kisah, gue paling suka kisah Astria ketika bersama Permadi. Astria mati-matian menolak dia, tapi ternyata nggak bisa hidup tanpa dia. Permadi yang awalnya deketin Astria tapi malah mundur sendiri karena terpaksa mau dijodohkan sama orangtuanya –walaupun akhirnya menyesal sampai ke buku Paris Pandora *eeeaaaaa* :p

Overall, novel ini cukup bagus menurut gue. Ada banyak info tentang budaya Jawa, Fira Basuki selalu begitu, mampu memberi ilmu dalam fiksi :)) Juga ada potongan bait Asmaradhana atau apalah namanya –gue nggak ngerti, tapi cukup suka bacanya.

Jadi, 4 bintang untuk Astral Astria, isinya yang bagus dan covernya yang keren.

Advertisements

4 thoughts on “REVIEW: Astral Astria – Fira Basuki

  1. Wah aku termasuk yang belum sempet baca novel ini, padahal aku suka Fira Basuki. Novel Birunya favorit aku banget. Uda ga pernah keliatan ya novel ini. Selain itu, Rojak juga bikin penasaran.

  2. Wah, kebetulan saya belinya terpisah 🙂 di bookshop online di FB. Dan ternyata di shop itu masing-masing stok cm 1 krn dia jual barang kolpri. Tapi kemaren rasanya astral astria dijual sama @cari_info di twitter. Coba tanya saja.

  3. Pingback: Book Kaleidoscope 2013 – Top Five Most Favorite Books | Petronela Putri (books)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s