Rak Buku (Perpustakaan) Idaman

Seperti apa rak buku atau mungkin bahkan, perpustakaan mini idaman kalian? Setiap penyuka buku, gue yakin pernah membayangkan akan membangun sebuah perpustakaan mini di rumah. Minimal punya buku beberapa rak, yang bisa dipandang, dipukpuk, dipeluk-peluk kalo sedang bosan :p

Gue sendiri pengin banget punya rak buku. Rak buku sendiri, seperti di rumah dulu 😦 Perjalanan hidup membuat gue kehilangan semuanya, dan kini harus menimbun buku dengan tempat penyimpanan seadanya #halagh

Tapi itu bener 😦

Gue rindu rak buku, rindu jejeran buku kuno Papa di lemari tingginya. Rindu sekali 😦

Sekarang Papa sudah nggak ada, rak dan lemari-lemari itu sudah nggak ada. Gue kehilangan semuanya. Karena nyatanya di rumah memang cuma kami yang suka baca buku. (ralat, maksud gue, suka menimbun buku).

Gue lalu nomaden. Berpindah entah ke mana-mana. Buku gue masih banyak, tapi nggak sebanyak dulu zaman tinggal sama Papa. Punya sebuah rumah tetap membuat semua buku itu ikut merasa nyaman, sepertinya. Setidaknya, mereka nggak perlu ikut gue luntang-lantung seperti sekarang 😦

Tapi yang jelas, jika kedepannya punya rak buku lagi, gue nggak mau punya rak yang tampilannya monoton seperti ini,

Nah, yang seperti itu sudah terlalu mainstream. Nyaris semua orang punya πŸ˜€ Gue pengin sesuatu yang unik. Masih rak, masih untuk menyimpan buku, tapi konsepnya yang beda biar nggak terlihat mainstream atau membosankan πŸ˜€

Mungkin dimodif untuk sekalian menghias dinding seperti ini,

Yang seperti itu menarik, kan? πŸ˜€ Selain bisa naro buku, juga bisa naro pajangan lain. Tapi kelemahannya, ISINYA SEDIKIT :)) Jadi menurut lo, gue butuh berapa buah rak seperti itu untuk gue tempel-tempelin di dinding rumah, kalo nyatanya buku gue berkadus-kardus?! :)) Hahaha.

Atau alternatif lain juga bisa. Masih berkonsep pajangan, cuma agak besaran dikiiitt. Dan sepertinya nggak butuh terlalu banyak rak πŸ˜€

See? Itu lebih gedean,  tapi nggak ditempelin. Dipajang seperti lemari biasa. Bisa jadi rak buku, bisa jadi tempat pajangan, bisa nyimpen sepatu juga kayaknya dibagian bawah (nyempil-nyempil), nyimpen apa aja sesuka hati, asal jangan nyimpen anak. Jangan. Nanti anaknya sesak napas, cyin~ 😐

Dan selain rak-rak ajaib diatas, gue juga mengincar sofa penuh buku seperti ini (yang kalo nanti jadi bisa kebeli, akan gue rancang versi gedenya! Biar muat banyak) :p

GIMANA? Itu kiri kanan bawah belakang buku semua. PUAS KAN? :))

Atau kalau semua itu masih belum cukup untuk menampung buku-buku gue tersayang, gue akan mengalihkan semuanya ke kamar saja. Perpustakaan pribadi di kamar maksudnya. Kalau ruangannya dipisah, jadi berasa jauh aja sama bukunya. Jadi mending dimodif di kamar sendiri, toh? 😐

Jadi mungkin penampakannya akan seperti ini kurang lebih,

Terlalu anak muda? Baiklah, untuk yang udah nikah, mungkin penampilan kamarnya akan lebih elegan sedikit. Misalnya seperti foto berikut ini,

Plus ada lampu baca di samping keduanya. Ah, manis sekali, ya πŸ˜€ Gue berharap menikah dengan seorang lelaki yang juga menyukai buku seperti Papa, jadi dia nggak perlu protes kalo nanti gue buang-buang uangnya untuk shopping buku, bukannya baju atau make-up seperti kebanyakan tante-tante lain.

Gue berharap dia bukan sekedar lelaki teman tidur yang asik atau teman hidup yang baik, tapi juga teman baca yang nyaman. Jadi sebelum tidur kami bisa meluangkan waktu sekian menit/jam untuk membaca buku masing-masing. Meluangkan waktu untuk diri dan buku sendiri.

Seorang teman pernah berkata, dia menyukai buku, namun tidak mau menikah dengan seorang lelaki yang juga suka membaca. Kenapa? Kalo sebelum tidur baca buku mulu, kapan dong **-nya? Begitu katanya. Ndak perlu dibuka sensornya, ya. Cuma buat 21 tahun keatas. HAHAHAHA.

Tapi gue rasa, semua ada waktunya. Membaca ada waktunya, menulis ada waktunya, pelukan ada waktunya, ciuman, bahkan ** yang dia maksud itu ndak akan hilang kesempatannya cuma karena buku. Oh, dia harus tahu, buku itu menyenangkan sekali~ Rugi kalo dapet lelaki yang tidak menyukai buku! :))

Sekian postingan ngalor ngidulnya.

Itu rak buku dan perpustakaan mini idaman gue. Gimana versi kalian? πŸ˜€

*

Jumat dinihari,

di tengah mendengarkan Father and Son-nya Cat Stevens

It’s not time to make a change,
Just relax, take it easy.
You’re still young, that’s your fault,
There’s so much you have to know.
Find a girl, settle down,
If you want you can marry.
Look at me, I am old, but I’m happy.

Advertisements

14 thoughts on “Rak Buku (Perpustakaan) Idaman

  1. Pingback: Liebster Blog Award 2014 | Petronela Putri (books)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s