REVIEW: Waktu – Nyi Penengah Dewanti

Judul: Waktu

Penulis: Nyi Penengah Dewanti

Penerbit: Zettu

Tahun Terbit: Juli 2013 (Cetakan I)

Harga: Rp. 34.000

Jumlah halaman: 210 hal.

ISBN: 602-7999-11-4

ISBN (13): 978-602-7999-11-4

*

Blurb:

Jatuh cinta itu bisa bertahun-tahun terendap dalam hati seseorang

Begitu juga dengan kamu, dia dan sesiapa

Lalu jika cinta  benar-benar jatuh di antaranya

Apa setelahnya selesai?

Cinta membutuhkan uji coba, seberapa dalam, dan seberapa kuatkah kamu…

Maaf dan terima kasih atas segala cinta yang tak pernah luput kau beri.

Pertemuan denganmu adalah sebuah hal yang selalu kutunggu dari dulu semenjak kepergianmu.

Tentangmu, tentang waktu, dan segala tungguku

Aku masih mencintaimu

Dengan sukarela, tanpa diminta

*

Review:

Ini novel Zettu kedua yang gue beli, setelah dulu pernah baca salah satu novel Zettu yang boleh dibilang cuma gue inget-inget selewat karena kurang memuaskan. Novel ini ditulis seorang teman FB, namanya Nyi Penengah Dewanti :p IYA, si ratu antologi itu akhirnya nerbitin novel perdana :p Setelah minggu-minggu pertama bulan Juli ini gue keliling Gramedia, ternyata masih belum ada. Sekarang di minggu kedua gue baru nemu, langsung bawa ke kasir. Selesai gue baca dalam waktu tiga jam di sela-sela waktu menunggu bobok sore.

Waktu bercerita tentang remaja putih abu-abu bernama Mitha Nidiana, atau yang kerap disapa Tatha. Suatu hari, dia ketemu cowok senior di sekolahan bernama Delvin. Tipe cowok sengak, songong, badboy, dan ya tipe-tipe cowok tokoh utama novel abege, hahaha. Delvin ini berasal dari keluarga berantakan, karena ayahnya tipe pemukul dan sering kasar sama ibunya.

Kehadiran Tatha seolah bikin Delvin waras sejenak dari hidupnya yang terlalu sinting selama ini. Terlebih karena Tatha itu gebetan yang disukainya semenjak SMP. Tatha sendiri nggak tahu Delvin sebelumnya, sebelum mereka akhirnya kenalan dengan cara kurang mengenakkan gara-gara bola basket Delvin melayang dan bikin jus mangga Naya –sahabat Tatha- tumpah ke mana-mana.

Tatha sendiri punya dua sohip, namanya Naya dan Janis. Naya yang sehari-hari harus membantu keluarganya, nganterin adeknya dan punya rutinitas super lainnya, sedangkan Janis si anak pejabat yang stylish, tajir, tapi nggak sombong. Di kubu musuh –iya dong, tiap cerita ada antagonisnya. Apalagi cerita remaja- ada cewek bernama Anita. Senior satu angkatan Delvin yang sok kuasa dan suka ngebully adek kelasnya. Anita ini bokapnya juga pejabat kayak bokap Janis, tapi mainnya gak bersih. Samalah kayak hati anaknya, nggak bersih juga :p

Singkat cerita aja ya. Ini novel tentang dua anak remaja yang dimabuk cinta dengan segala lika-likunya. Yang gue sesalkan adalah typo yang gue dapatkan di bab awal. Judul bab pulak. Segede gajah.

Dan ada juga beberapa poin yang gue kurang sreg aja:

  1. Gue merasa Tatha terlalu cepat jatuh cinta ke Delvin. Untuk orang yang pertama ketemu, ralat! Baru kenalan satu hari –apalagi dimulai dengan kenalan yang tidak mengenakkan- jatuh cinta itu hal yang imposible. Tapi kembali lagi, ini fiksi, and maybe “love at the first sight” does exist.
  2. Delvin kabur sementara gara-gara protes sama kelakuan papanya. Lalu kenapa dia harus ikut menghilang dari teman-teman dekatnya semacam Arif dan Naufal? Bukankah mereka sohipnya?
  3. Delvin kabur ke mana, nggak ada yang tahu. Bahkan kalau dia nggak mau ketemu mukapun, harusnya sohipnya tahu kan dia sedang berada di mana, jadi nggak harus bikin Tatha panik.
  4. Delvin mengaku nggak kenal Tatha di depan Anita. Really, that’s not gentle, dude. Maksudnya, helloooo, sama cewek sok kuasa macam Anita aja. Disentil cowok dikit juga nangis yang begitu mah. Sementara tokoh utama cowok lain berusaha menyelamatkan si tokoh cewek dengan membelanya, Delvin mengaku tidak mengenal Tatha, itu… sakit *lap air mata* :))
  5. Perjalanan Tatha ke Hongkong itu akan lebih kece kalo lebih rinci, misal seperti penceritaan Seven Days-nya Rhein Fathia tentang Pulau Bali 😀 Membuat membaca seolah ikut merasakan perjalanan si tokohnya.
  6. Kakaknya Tatha, yang gue heran banget kenapa dia mau-maunya ngedate sama om-om tua anak dua. Atasan sendiri pulak. Jarang banget gue temui ada cewek muda yang mau seperti itu kalau bukan karena harta. Dan dilihat dari sifat Kak Naqi di sini, ya pastilah bukan karena materi. Jadi ini agak janggal. Dan horrornya, ternyata si om tua itu bokapnya Delvin. *oke, kebanyakan spoiler*
  7. Kenapa Delvin nggak setuju orangtuanya cerai, dan pake acara kabur sementara segala, sedangkan mamanya sering dipukul papanya. Kenyataannya memang papanya kasar, kan? Logikanya kalo gue sebagai anak, lebih baik mereka cerai ketimbang emak gue yang keburu mati. Begitulah.

Cara penulisan novel ini cukup ringan, membuai, dan juga ada kata-kata puitisnya :p kalau kalian suka roman remaja yang remaja banget. Cuma disayangkan ya itu, novel-novel Zettu tampaknya masih kurang kualitasnya dalam hal pengeditan. Kurang memuaskan sekali malah. Sisanya, lebih kurangnya, silahkan baca sendiri saja :p

Tadi penulisnya minta novel ini dibantai. Satu-satunya kalimat yang bisa gue kasih adalah, novel ini belum maksimal. Bukannya songong, tapi memang rasa-rasanya begitu 🙂 Tapinya lagi, bagaimanapun ini adalah karya perdana. Semoga Nyi Dewanti – si penulisnya itu, tetap bersemangat di karya-karya selanjutnya \o/ Semuanya butuh proses dan waktu, pun sama halnya dengan novel-novel gue yang masih banyak kurangnya. FYI, kami berdua temen sharing. *lalu melebar ke mana-mana* *berubah jadi curhat* :))

Tiga bintang untuk Waktu.

Satu untuk cerita.

Satu untuk temen gue, si penulisnya :p

Satu untuk cover dan layoutnya yang super manis! 🙂 Kali ini serius, gue suka cover dan layoutnya :))

*

Kau bisa berkata, “aku tidak mencintainya..”

tapi kau tak bisa menipu hatimu sendiri,

bahwa kau mencintainya.

Advertisements

14 thoughts on “REVIEW: Waktu – Nyi Penengah Dewanti

  1. sumpah keren banget ini novel, aku udah baca karna aku dapet novel ini dari tugas sekolah tapi beruntungnya aku dapet novel yang ceritanya anak SMA banget, g.luck ya buat pengarangnya 🙂

  2. Permisi kak mau tanya, kalau penerbit zettu itu alamatnya dimana ya ? Trus syarat-syarat ngirim naskah ke penerbit zettu gimana ? Terimakasih

    • Alamat dan syarat kirim naskah, saya kurang tahu ya 🙂 tapi ada grup FBnya: Kinomedia Writer Academy. Cek aja. Atau tanyakan langsung ke penulis buku yg saya review ini. FBnya: Nyi Penengah Dewanti 🙂 semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s