Review: Sleep With The Devil– Santhy Agatha

Ini tulisan Santhy Agatha kedua yang gue baca setelah ARSAS selesai. Seperti covernya, gue menduga cerita ini nggak jauh-jauh dari kata ‘erotis’ dan ‘dewasa’. Tapi kalau mau disuruh milih, gue lebih suka tokoh Lana di sini daripada Serena di ARSAS. No, no, bukan karena nggak suka sama Serena, tapi Lana karakternya mungkin lebih kuat. Tipe cewek pemberontak.

Tapi untuk cowoknya gue lebih suka Damian Marcuss daripada Mikail Raveno. Mikail lebih sadis daripada Damian. Damian bisa marah dan menyiksa. Lebih dari itu, Mikail terbiasa menggunakan kekerasan bahkan menculik. Dan dia diberi gelar ‘sang iblis’. Kalo gue jadi Lana, walaupun dikasih rumah mewah, mobil mercy dan duit segepok serta setumpuk emas permata, gue tetep nggak mau sama Mikail. Kenapa? Karena Damian nggak mungkin bisa marah, tapi nggak akan ngiket plus mengurung ceweknya di kamar -_-“

Sinopsis Sleep With The Devil / SWTD

Ketika bisnis orangtuanya jatuh dan keluarganya mengalami kebangkrutan secara tiba-tiba, Lana terpaksa melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana orang-orang yang dicintainya satu-persatu meninggalkannya. Ibunya terpuruk dalam rasa malu dan kecewa lalu meninggal karena digerogoti penyakit yang sumber utamanya adalah dari hatinya yang hancur karena tidak kuat menjalani kehidupan baru setelah kejatuhan keluarganya. Ayahnya yang menjadi pemabuk setelah kematian ibunya, akhirnya meninggal dalam sebuah kecelakaan yang diindikasikan bunuh diri dengan sengaja. Mereka berdua meninggalkan Lana sendirian, sebatang kara di dunia ini.

Sendirian di dunia ini, Lana menyadari bahwa penghancur hidup keluarganya, yang menjadi pembunuh tak langsung kedua orangtuanya adalah Mikail Raveno. Pria berdarah Italia, penguasa bisnis yang punya hobby menghancurkan dan menguasai perusahaan-perusahaan kecil yang dia incar, termasuk perusahaan orangtua Lana. Kehidupan keluarga mereka sebenarnya baik-baik saja sebelum Mikail Raveno masuk dan merusak semuanya. Entah apa yang dilakukan lelaki itu kepada perusahaan ayahnya, yang Lana yakini, lelaki itulah yang menjadi penyebab utama dia kehilangan kedua orangtuanya.

Mikail Raveni adalah pengusaha dengan kejeniusan di bidang bisnis dan berdarah dingin, dia ditakuti karena tidak punya belas kasihan. Tidak ada yang menyukai wataknya yang pemarah dan kejam, tetapi tidak ada yang berani menentangnya, karena lelaki itu selalu menghancurkan siapapun yang berani menghalanginya tanpa ampun.

Dengan nekat dan didorong oleh keinginan membalaskan dendam bagi keluarganya, Lana mencoba mendekati Mikail dan mencari cara untuk membalaskan dendamnya kepada lelaki kejam itu. Lana ingin mencari kepuasan dengan melukai Mikail, meskipun hanya sedikit. Tetapi sayangnya, penjagaan keamanan di sekeliling Mikail tidak tertembus. Lana malahan berahkir dalam cengkeraman Mikail, dirinya di culik paksa, dilecehkan di luar kehendaknya dan dipenjara di rumah Mikail.

Kenapa Mikail menyekapnya?

Apakah Mikail mengetahui niat Lana untuk membalaskan dendam kematian kedua orangtuanya sehingga memutuskan untuk menahannya? Dan kenapa semakin lama, Mikail semakin tidak ingin melepaskan Lana?

Apa sebenarnya rahasia yang disimpan oleh Mikail Raveno yang misterius itu?

Novel ini begitu panas, oleh gejolak dan percikan gairah dua manusia yang saling bermusuhan, yang sama-sama bertemperamen keras, Lana seorang perempuan mandiri yang meledak-ledak harus berhadapan dengan Mikail, lelaki arogan yang terbiasa mendapatkan apa yang dia mau.

Genre: Novel, Erotika, Roman

Baiklah. Spoiler time! Masih mau spoiler? :)) Kalau nggak, silahkan tutup blog gue.

Kisah ini berawal dari Lana yang menyamar sebagai waiters di sebuah klub malam yang biasa didatangi Mikail, karena menurutnya hanya dengan cara itu ia bisa meracuni dan membunuh Mikail Raveno, karena lelaki itu punya satu gelas khusus untuk dirinya sendiri; gelas yang tidak pernah digunakan tamu lain.

Tapi ternyata rencana pembalasan dendam Lana tidak berjalan mulus *yah untungnya nggak berhasil. Coba kalau dia berhasil ngeracunin si Mikail Raveno, gue nggak bisa bayangin. Mungkin novel ini akan tamat setelah bab 1 menemui endingnya* 😐

Mikail Raveno yang selama ini mengetahui rencana balas dendam Lana, membawa gadis itu ke rumahnya lalu mengurung Lana di kamar lantai 2. Tanpa sepengetahuannya, Norman –ajudan setia Mikail, mencampurkan minuman Lana dengan obat yang bisa membangkitkan gairah, yang berhasil membuat Lana kepanasan dan terus kepanasan meskipun berada di ruangan ber-AC. Mikail Raveno baru menyadari hal itu nggak lama kemudian. Tapi Norman bilang, jika tuannya tidak berkenan, ia dapat meninggalkan kamar Lana. Tapi Mikail Raveno ternyata nggak kuat ngeliat Lana kesakitan, jadilah.. *sensor, baca sendiri deh, gue masih lugu untuk menjelaskannya* -_-“

Singkatnya Lana terus dikurung di rumahnya, entah sampai kapan. Hanya sesekali ia boleh keluar, jika Mikail Raveno ingin mengajaknya makan malam di luar. Pernah suatu kali, ketika Lana berontak ingin keluar, Mikail melemparkannya jatuh dari balkon lantai 2 sampe nyebur ke kolam renang. Tapi labilnya, si Mikail Raveno malah ikutan nyebur dan menolong Lana yang nyaris tenggelam. Kalau cinta bilang saja~ syududuu~ *digaplok Mikail Raveno*

Hingga suatu hari ada musuh besar Mikail yang menyewa pembunuh bayaran bernama Jackal untuk membunuh Mikail sepulangnya mereka dari restoran. Insiden rem blong yang dibuat seolah seperti kecelakaan betulan itu ternyata gagal. Mikail dan Lana selamat, walau Lana sempat dirawat beberapa hari di Rumah sakit.

Tapi si pembunuh bayaran yang seorang psikopat tidak mau berhenti sebelum Mikail dan Lana mati. Ia tidak akan berhenti sampai korbannya tewas, meskipun bosnya sudah ketahuan dan dibereskan Norman. Lana yang bosan di rumah sakit, memutuskan kabur dengan bantuan Dokter Teddy –seorang dokter muda yang baik hati, ramah dan tidak sombong (?).

Tanpa mengetahui bahwa Dokter Teddy-lah si pembunuh bayaran yang sebenarnya, Lana mengikuti perintah lelaki itu untuk mengenakan pakaian perawat lalu membawanya kabur dari rumah sakit. Singkatnya, sesampainya Lana di villanya, Lana nyaris dibunuh perlahan kalau saja Mikail dan anak buahnya tidak cepat menyusul. Dokter Teddy aka pembunuh bayaran lalu tewas di tempat.

Kisah thrillernya berakhir, tapi romannya belum. Kisah berlanjut dengan kepergian Lana dari rumah Mikail, karena ingin menempati rumahnya kembali. Tapi ternyata Mikail hanya melepaskan Lana untuk sementara waktu. Menurut cerita Norman, beberapa tahun lalu ayah Lana ‘menjual’ putrinya pada Mikail untuk sejumlah uang demi menopang perusahaannya yang hampir bangkrut. Mikail awalnya tidak tertarik, namun ia langsung setuju begitu melihat foto Lana yang amat mirip dengan Natasha Raveno –mantan istrinya yang sudah meninggal dan dimakamkan di Italia. Mereka membuat perjanjian bahwa Lana akan dinikahi Mikail Raveno saat umurnya genap 25 tahun, perjanjian yang tanpa sepengetahuan Lana. Dan kenyataannya, Mikail Raveno tidak pernah menjebak ayah Lana. Ayah Lana-lah yang lalai mengatur perusahaannya sehinggnya nyaris bangkrut berkali-kali. Mikail Raveno lalu mengambil alih perusahaan, dan hanya memberikan tunjangan bulanan kepada keluarga Lana. Ibu Lana yang terbiasa hidup mewah, tidak tahan dengan kebangkrutan suaminya, lalu jatuh sakit dan meninggal. Tak lama setelah meninggalnya sang ibu, ayahnya menyusul, meninggalkan Lana seorang diri.

Setelah sekian tahun, Lana baru mengetahui kisah yang sebenarnya dari Norman. Akhirnya ia menikah dengan Mikail, namun beberapa kali merasa tidak nyaman karena menduga Mikail hanya menganggapnya sebagai boneka pengganti sosok Natasha yang sudah tiada. Hingga akhirnya Lana hamil dan Mikail Raveno menyuruh menggugurkan kandungannya, karena trauma pada kisah Natasha yang meninggal saat hamil 3 bulan. Natasha yang memang sakit-sakitan bersikeras untuk hamil, padahal tubuhnya tidak kuat.

Lalu setelah banyak konflik-konflik kecil *gue ngantuk ngetiknya* akhirnya Lana melahirkan seorang putra yang diberi nama Angel. Dan mereka hidup bahagia selamanya *endingnya dongeng banget, jreeenggg!*

 

Well, langsung saja. Review dari gue! :))

Mulai membaca novel ini pagi-pagi saat bangun tidur dan menyelesaikannya sesaat setelah makan siang.

Satu-satunya hal yang bikin kening gue berkerut adalah, ceritanya nyaris mirip dengan A Romantic Story About Serena. Bahkan tokoh utama cowoknya digambarkan sebagai lelaki (yang lagi-lagi begitu perfect) yang menjadi rekan bisnis Damian (tokoh utama cowok di novel ARSAS).

Ada beberapa scene yang bikin gue jadi dejavu dan flashback ke kisah Serena – Damian. Tentang pemaksaan untuk… you know lah :p (walau Damian nggak sekasar Mikail Raveno). Juga tentang ‘perkosaan’ paksa si tokoh ganteng terhadap tokoh cewek (yang di dua novel ini digambarkan sebagai cewek biasa-biasa aja plus jauh dari glamour).

Jadi bisa gue simpulkan, Sleep With The Devil ini nyaris punya kesamaan ide dengan A Romantic Story About Serena. Ya, selain vulgarnya, sikap pemaksaan si cowok dan penolakan si cewek di awal cukup mengingatkan gue pada Serena (walau ceritanya memang dikemas dengan versi sedikit berbeda)

Kok gue ribet sih :))

I need more, tapi yang berbeda. Mungkin ceweknya dari kalangan atas dan cowoknya seorang pengamen (?) *error*

2 Bintang untuk SWTD. Dan tambahan 1 bintang untuk scene pas Lana diceburin ke kolam dari lantai 2, tapi si Mikail Raveno malah langsung buru-buru nolongin dia. Sekali lagi gue bilang, percaya deh boy, itulah cinta! *getok Mikail* :))

Total 3 bintang untuk novel ini.

Salah satu quotes favorit gue;

Kau adalah kelemahanku – Mikail Raveno

*

Note: Kalian yang mau baca ebooknya, bisa mention gue untuk minta file, atau mungkin membelinya langsung ke penulis (dalam bentuk hardcopy) 🙂

Kalau mau baca online di blog, novel ini ada di http://portalnovel.blogspot.com

Advertisements

One thought on “Review: Sleep With The Devil– Santhy Agatha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s