Review: Nayla, Diantara Pujian dan Hujatan

Judul: Nayla
Penulis: Djenar Maesa Ayu
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Tahun terbit: 2005
Jumlah Halaman: 180 hal
Harga: Rp. 38.500
ISBN: 9792214135
*
Nayla. Belahan jiwanya adalah mabuk, dia merasa menjadi bidadari saat mabuk.
Nayla suka menulis, awalnya tidak ada media yang mau memuat tulisan Nayla. Tapi, kemudian Nayla menjadi terkenal sebagai penulis. Pada akhirnya, Nayla juga menulis skenario.
Nayla, pecinta kehidupan, suka bercinta. Dan berhubungan dengan sorang perempuan, Juli dan seorang laki-laki, Ben.
Nayla pernah masuk panti rehabilitasi, tapi melarikan diri. Nayla pernah mau merampok taksi, tapi masuk kantor polisi. Nayla, pernah tidur di terminal. Nayla pernah jadi juru lampu di tempat hiburan. Pernah jadi penari.
Nayla sering dihukum Ibunya karena masih mengompol. Nayla pernah mengalami pelecehan seksual. Nayla punya Ibu tiri bernama Ratu. Ayah Nayla sudah meninggal.
Nayla punya teman. Olin, Shanty, Nathalia, Luna, Maya, Yanti, tiga orang penulis dan seorang wartawati. Dan seseorang dipanggil Bencong. Dan seorang penyiar radio bernama Ardan yang dia panggil Nak.
*
Bertahun-tahun sebelum ini, saya selalu bergidik jika kebetulan liat sampul depan novel satu ini seliweran di Google. Gambarnya tidak menakutkan, tapi mengerikan. Susah dijelaskan. Yang jelas, ada sebuah rasa sakit yang seolah ikut menusuk ketika melihatnya. Gambar kulit yang ditusuk peniti.
Tapi tahun ini; bertahun-tahun setelah Nayla terlahir dari tangan seorang Djenar, saya menyerah dan penasaran, sepedih apa isi cerita di dalamnya?
Maka saya memutuskan membacanya, dan hasil pinjaman dari teman.
Nayla, seorang anak broken home yang awalnya tinggal bersama sang ibu, selalu dihukum karena suka mengompol. Hukuman ibunya yang tidak biasa adalah menyuruhnya memilih peniti dan memasukkannya ke dalam kemaluan sang anak. Saya mikir dikit, ibu macam apa yang tega berbuat seperti itu. Tapi sepertinya pertanyaan itu tidak butuh jawaban, karena bukan Djenar namanya kalau menuliskan hal yang biasa-biasa saja. Nayla adalah sosok tak biasa, karena terlahir dari tangan seorang Djenar Maesa Ayu, yang selalu frontal dan blak-blakan tentang realita kehidupan.
Salah satu kalimat yang menarik adalah,
Nayla ingin memilih tak punya Ibu, ketimbang punya Ibu yang mengharuskannya memilih peniti.
Nayla, gadis tak biasa itu bahkan pernah melakoni berbagai macam sandiwara hidup di usianya yang masih belia. Nasib beruntung hanya menghampirinya beberapa bulan, saat tinggal bersama sang ayah. Di scene ini ada seorang ibu tiri bernama Ratu yang kelihatannya begitu menyayangi Nayla. Tapi ternyata tokoh ini penipu besar. Beberapa bab terlewat dan saya terus menyangkanya tokoh baik, hingga saya tahu bahwa dialah yang memasukkan Nayla ke rehab. Bahkan berani datang ke Ibu kandung Nayla untuk meminta persetujuan.
Sekian tentang cerita. Keseluruhan novel ini menggunakan alur maju mundur. Satu-satunya buku dengan alur maju mundur yang tidak membuat saya pusing. Djenar berhasil membuat pembaca ikut ‘mabuk’ bersama Nayla dengan kisahnya yang tak biasa. Tak biasa karena berani menyinggung masalah seks dan selangkangan di masa seperti saat itu, saat semua orang menganggapnya tabu. Djenar mendobrak sifat “jaim” masyarakat dengan tulisannya yang blak-blakan, hingga menuai banyak pujian juga hujatan.

*

Selengkapnya bisa dibaca sendiri, saya beri tiga bintang untuk buku ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s