Review: (Kumpulan Puisi) Kotak Perak Berpita Ungu

Judul: Kotak Perak Berpita Ungu – Bahagia dan Duka yang Terbungkus Indah

Penulis: Tody Pramantha & dqueen

Penerbit: Indie Book Corner

Tahun Terbit: 2012 (Cetakan I)

Harga: Rp. 36.000

Jumlah halaman: 98 hal.

ISBN: 978-602-7673-76-2

*

Kotak Perak Berpita Ungu (KPBU) adalah sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh dua orang teman yang kemampuannya di bidang perpuisian *halah* sudah tidak diragukan lagi *lap air mata* 😐

Adalah sajak Om Tody dan Tante Dqueen yang kerap kali gue ritwit di Twitter, karena kata-katanya yang dalem dan ngena. Buku ini sendiri adalah karya duet mereka yang pertama kali, setelah sebelumnya beberapa kali duet sajak via dunia maya :)) tulisan di timeline atau postingan tumblr. Sayang memang kalau ndak dibukukan, maka gue sendiri ikut bangga dengan lahirnya buku ini.

Gue nggak pinter mendeskripsikan buku puisi sebenrnya. Entah untuk menyebutkan bahwa buku itu adalah sebuah paket atau perpaduan yang manis, romantika sajak yang blablabla, gue bener-bener nggak jago. Jadi langsung aja.

Spoiler? SPOILER? Hmm, kasih spoiler nggak ya..

Ini deh beberapa penggalan sajak yang gue suka.

Kelak,

bacalah selalu dengan mata bahagia,

juga dengan doa-doa yang menyelipkan namamu

di setiap jedanya.

Selamat jalan, kekasih.

Temukan cinta dengan cara yang kau mau,

jika tak ada,

kembalilah ke rumah kita,

muasal dari segala rasa bahagia.

Dan seperti biasa,

kunci pintu selalu aku letakkan dalam

kotak perak berpita ungu.

(Kotak Perak Berpita Ungu – Tody)

Di tepian bukit ini,

rindu terbakar bersama kayu yang tak pernah menjadi abu.

Menjelma bara cinta dalam dada,

tak lesap ditelan usia.

(Cara Tuhan Memeluk Kita – Tody)

Dan beberapa sajak pendek lainnya,

Jadilah engkau puisi yang paling abadi,

yang tak pernah mati,

meski terbalut sunyi.

Sebab, cinta ini terlalu nyeri,

jika aku memeluknya sendiri

(tody)

Asem! Mau pengakuan ndak? Gue paling suka sajak pendek terakhir ini. Sebab Cinta ini terlalu nyeri, jika aku memeluknya sendiri :(( Iya, cinta itu terlalu nyeri jika diperjuangkan sendiri. Jangan biarkan pasanganmu berjuang sendirian, ya, adek-adek. Jangan. Kasihan 😐 *kenapa jadi penuh wejangan gini, sih.*

Lalu, ada lagi penggalan sajak-sajak tante dqueen yang ndak kalah nusuk 😐 Tega plus terlalu sekali mereka ini, ya. *peras handuk basah, lap air mata lagi*

Kelak,

kau akan rindu bercermin

di mataku,

dan menyadari, bahwa:

di sanalah tempatmu bebas menyelam,

tanpa takut tenggelam

(dqueen)

Perempuan ini, tuan, berhenti menawar kehilangan,

hingga lihai menembok lupa.

Karena, cara terbaik menolak luka

adalah menerimanya

(dqueen)

Mungkin, langit telah lelah menampung

harapan dari jiwa-jiwa yang kesepian.

Dan hujan,

adalah dia yang sengaja dijatuhkan;

dikembalikan sebagai kenangan

(dqueen)

Pagi yang asin.

Epitaf melaut.

Sepasang mataku adalah langit hujan

yang tak tahu, tanah mana lagi yang ingin

di basahi, di dalam hati.

(dqueen)

*

Sekian spoiler dari sponsor 😛 Sisanya bisa kalian baca sendiri di bukunya. Kalau belum punya bukunya, caranya gampang. Bisa beli, bisa juga minjem *LOH* 😛 Tapi pas baca, tolong jangan terlalu serius seperti gue. Nanti bisa sedih. Sedyiihhh. #lebaymput 😐

Oh maaf, gue terbawa suasana. 😀

Dan yang menarik lagi dari buku ini adalah karena gue ketiban dua pesan cintah plus tandatangan si penulisnya. Pesan dari Om Tody sih, “Buat Mput, kapan ya bisa nulis bareng?” Well, someday, Om! :))

Sukses untuk kalian berdua, untuk KPBU, dan untuk karya-karya kalian selanjutnya.

Teruslah menuliskan puisi-puisi yang bernyawa, yang membakar jiwa. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s