Review: Jiwo J#ncuk – Sujiwo Tejo

Judul: Jiwo J#ncuk

Penulis: Sujiwo Tejo

Penerbit: Gagasmedia (Cetakan pertama, 2012)

Jumlah halaman: 196 halaman

Harga: Rp. 38.000

ISBN: 979-780-572-7

*

Diantara banyak buku yang ditulis Sujiwo Tejo, Jiwo J#ncuk ini yang paling bikin gue penasaran. Kenapa? Karena katanya di sini sang dalang bicara soal cinta. Sekian bulan follow twitnya, gue tahu dia orangnya gokil, ‘semau gue’, tapi juga bisa dalem kalo bicara cinta. Jadi di suatu ketika *halah* gue menghadiri talkshow bedah buku ini, dan gue melihat sang dalang dari deket *sayang aja nggak bisa foto bareng, karena abis acara dia langsung kabur karena katanya ngejar pesawat* -___-“

Tapi untuk foto bareng pun, gue nggak yakin gue berani. Memang sih, Mbah Tejo orangnya gokil. Gue suka cara dia mengungkapkan sesuatu, tapi pandangan matanya serem. Ini jujur. Walaupun di keluarga gue, orang-orang bilang pandangan mata bokap gue serem, tapi gue nggak pernah melihat pandangan mata seserem mata Sujiwo Tejo. Salah satu teman berkata, itu hanya perkara kebiasaan. Karena gue baru pertama kali ketemu dia, makanya gue merasa serem. Mungkin beda dengan anak-anak beliau, yang ketemu dia setiap hari. Intinya, kita akan terbiasa. Seperti halnya gue yang merasa bokap gue nggak serem sama sekali. Karena terbiasa ketemu dan terlalu dekat.

Lupakan curcol barusan. Dari hasil talkshow itu bisa gue simpulkan kalo Sujiwo Tejo adalah sosok yang sangat mengutamakan wanita. Uhm, mengutamakan.. nggak gitu juga sih bahasanya, tapi gue nggak tahu gimana nyebutnya. Intinya dia menghormati wanita. Di sesi akhir talkshow, ada seorang cewek dan seorang cowok yang melemparkan pertanyaan. Dua-duanya dijawab, tapi buku hadiah dari pihak penerbit tinggal satu. Mbah Tejo langsung memberikan buku itu sama si cewek sambil berkata sama si cowok, “kamu cowok, dia cewek. Ngalah dulu ya sama cewek.”

Lalu ditambah lagi komentar temen gue, “ya, Sujiwo Tejo kan memang sangat menghormati perempuan, kelihatan dari linimasanya.” Gue malah baru nyadar, apa gue yang kurang merhatiin TL twitter ya :))

Oke, gue ngefans. Heuheuheu..

 

Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelpon

tak saling SMS

BBM-an

dan lain-lain tak saling

namun diam-diam keduanya saling mendoakan

 

Bicara tentang cinta selalu tak berkesudahan. Kali ini Sujiwo Tejo, budayawan yang dikenal dengan gaya nyentrik, akan berbagi rasa tentang cinta dan bermacam hal yang dekat dengan kesehaiannya lewat kata-kata. Berbicara tentang perempuan, budayawan, kemacetan kota, hingga filosofi sederhana tentang kehidupan.

Jiwo J#ncuk mengemas pemikiran-pemikiran dan ungkapan rasa Sujiwo Tejo dalam berbagai bentuk, mulai dari prosa, puisi, hingga kumpulan kicauannya di dunia virtual dengan akun @sudjiwotedjo. Hasil observasinya terhadap detail kehidupan disampaikan dengan bahasa yang santai, namun tetap sarat nilai dan kerap “menyentil”.

Pemikirannya laksana bola liar. Loncat ke sana kemari, tapi selalu memberi ruang bagi para pembaca untuk ikut tenggelam dalam kata. Bahwa sejatinya kehidupan itu adalah terus bertanya di tiap kejadian, bahkan lewat tulisan yang tersampaikan.

Review apalagi yang bisa gue tulis tentang buku ini? Secara keseluruhan gue suka semuanya. Seperti yang gue tuliskan di akun goodreads;

1 bintang untuk covernya
1 bintang untuk isi bukunya
plus 1 bintang tambahan untuk sajaknya yang gue suka dan sisanya 1 bintang untuk lukisan/ilustrasi mbah tejo di dalam buku ini.

overall, suka. dalang satu ini selalu dalem ketika bicara cinta :))

So, 4 bintang untuk Jiwo J#ncuk 🙂

Dan untuk spoiler, gue paling suka bagian bab awal, ketika Mbah Tejo bicara tentang cinta dan perempuan, di bab yang diberi judul Amor. Berisi surat-surat cintanya kepada seorang perempuan yang disebutnya sebagai kekasih, berlatar kota Bandung. Di talkshownya Mbah Tejo juga sempat bercerita tentang hal ini. Katanya itu surat-surat yang ditulisnya semasa muda, waktu masih jadi penyiar di Bandung. Di salah satu tulisan, ada yang berjudul Retno Kusumawardani, lalu seorang peserta talkshow bertanya, siapakah perempuan itu? Apakah ia yang sekarang menjadi istri sang dalang? Tapi Mbah Tejo langsung tertawa, dan gue nggak inget kelanjutannya *digebukin warga* :))

Dan satu alasan lagi kenapa gue paling suka bab Amor; karena diantara surat-surat untuk kekasih dan ceritanya tentang perempuan, Sujiwo Tejo menyelipkan puisi dan lukisan-lukisan karyanya. Membuat tulisan-tulisan itu menjadi lebih hidup. Sebut gue lebay, tapi memang begitulah yang gue rasakan.

Ah,

Marimba

rumpun bambu berdaun salju

kau berkata:

pacaran bukanlah pengadilan

kau tak perlu membuktikan segalanya

Cinta adalah ketika kuat kau rasakan kehadiran tuhan

dalam diri

kekasih

(Puncak Kangen Paling Dahsyat – hal. 2-3)

 

“Tak ada yang kebetulan,” lagi-lagi begitu katamu sambil tergelak di antara wangi bunga-bunga jalanan.

…Angkot-angkot berlalu…

…Pejalan kaki berlalu…

Seribu sayang di pagi yang syahdu itu tak ada permintaan maaf mengapa kamu tak datang membantuku merangkai janur. Sebetulnya aku penasaran, ingin bertanya, kamu sudah lupa atau pura-pura lupa janji. (Braga Stone – hal. 11)

 

Kekasih,

Tahukah engkau manusia paling tak berperasaan di muka bumi

dia yang jauh dari kekasih di saat hujan

namun tak ia tulis satu pun puisi

(Menangislah di Luar Kemarau – hal. 16)

 

Perempuan suka es krim dan cokelat, tapi lebih suka kepastian. (Perempuan suka es krim dan cokelat – hal. 26)

Jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu

dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu

(Jika dengan Jancuk pun tak Sanggup Aku Menjumpaimu – hal. 32)

Cukup. Segitu aja ya spoilernya :)) Bab-bab selanjutnya berjudul Metropolitan, Ceplas Ceplos, dan Twit Wayang. Di bab Metropolitan, gue suka tulisan yang berjudul “Hanya Tidur yang Belum di Mall” (hal. 65). Sedangkan bab terakhir juga lumayan menarik, bicara tentang wayang yang nyeleneh. Entah kalau yang lain, mungkin gue suka karena gue memang tertarik pada wayang :))

Sekian.

Advertisements

One thought on “Review: Jiwo J#ncuk – Sujiwo Tejo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s