Review: Aimez Moi – 10 Pena

Judul: Aimez Moi (Cinta tak berkata-kata)
Penulis: 10Pena
Diterbitkan melalui: Nulisbuku.com
Jumlah halaman: 249
Tahun Terbit: 2011
Harga: Rp. 60.000
ISBN: (buku indie, tanpa ISBN)

*

“Dear God, are you writing my love story? I know You are writing the best seller love story in the world for me. Thank you…”

Pertama kali membaca judul novel ini (inget, baru judul) yang terlintas di pikiran saya adalah “sweet“.. apalagi pas tau arti dari judulnya, Aimez Moi yang berarti Cintai saya. Lalu setelah baca keseluruhan ceritanya, jeng jeng… Kita mulai dulu deh reviewnya *digetok yang baca* 😛

Aimez Moi berkisah tentang Damar dan Chantal yang sebenarnya saling suka, sama-sama punya rasa. Mereka yang awalnya tidak saling peduli, perhalan belajar saling menyukai.

Bekerja di satu kantor yang sama, tapi sifat Damar yang pemalu serta terlalu mengulur waktu membuat Chantal bosan dan akhirnya memutuskan menerima penugasannya ke Paris. Apalagi setelah hubungan dengan Damar ditentang ibunya karena berbeda budaya. Chantal Ningrum Fitzgerald adalah blasteran Jerman, Jawa dan Cina, sedangkan Chandra Damar Raditya adalah pria asli keturunan Padang!

Mirisnya, waktu Chantal kembali ke Indonesia, dia malah mendapati Damar balikan dengan Giselle, mantan pacarnya semasa di London. Di saat yang sama pula, sang ibu akhirnya memberi restu untuk Chantal agar tetap berhubungan dengan Damar. Chantal dilema, ditambah lagi dengan hadirnya rekan dari departemen lain yang dijodoh-jodohkan teman-temannya dengan Damar.

Lalu Chantal sampai pada sebuah kenyataan dimana dia harus memilih, tetap tinggal di Jakarta dan menjadi asisten Damar yang kini menjabat sebagai CEO baru, tapi dengan konsekuensi melihat gerak-gerik Damar dan Giselle setiap hari, atau kembali ke Paris?

Ini kisah cinta beda budaya, yang terpisahkan oleh waktu, jarak, dan negara. Kisah yang mengajarkan kita untuk berani mengatakan sesuatu sebelum semuanya terlambat. Kisah yang sebenarnya sederhana, tapi menjadi rumit karena kedua tokohnya terlalu sulit menjalin komunikasi dan sulit untuk saling mengerti.

Okeh, saya nggak pinter nulis review, tapi saya mau mengungkapkan pendapat jujur saya tentang novel satu ini! 🙂

Kekurangannya (waktu saya baca naskahnya), masih ada beberapa typo alias kesalahan penulisan, dan dannnn! Alurnya.. yang bikin saya (jujur) pusing. Alurnya yang kurang rapi, yang bisa cepat berganti waktu, bahkan ganti latar negara, juga alurnya yang maju mundur, membuat pembaca tidak nyaman dan harus selalu membolak – balik cerita di halaman sebelumnya.

Dan mungkin juga harus memperhatikan pergantian musimnya, karena tiap beberapa bulan, negara-negara barat sana mengalami musim yang berbeda. Ini detail sederhana, tapi kayaknya beberapa orang lupa memperhatikan, sehingga salah menulis bulan dan musim yang cocok 🙂 hehe.

Kelebihannya, kisah manis ini ditulis oleh sepuluh penulis muda yang mampu mengantarkan Aimez Moi pada hasil akhir yang cukup manis. Ditambah dengan latar berbagai negara, dan para penulis sudah menggambarkan detail negara-negara tersebut dengan cukup lumayan. Yah, saya paling suka bagian yang ini *curhat dulu :P*

Ceritanya juga diselipi beberapa kata-kata puitis 🙂 Dan dari segi judul, harus saya akui, judulnya memang “so sweet” dan benar-benar beda dari pemilihan judul novel pada umumnya 😛

Secara keseluruhan, ide cerita Aimez Moi cukup bagus, para penulisnya cukup kreatif dengan menuliskan beberapa latar berbeda, hanya saja cara meramunya masih perlu disempurnakan.
Itu pendapat saya, mana pendapatmu (?) *lho, jadi iklan indomie* XD

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s