Review: A Romantic Story About Serena – Santhy Agatha

Walaupun sebelumnya udah pernah nulis review tentang novel ini di Goodreads, tapi gue akan ngulang nulis via blog. Berhubung pas gue bahas dikit di linimasa, followers gue langsung heboh (well, maksudnya temen-temen deket gue) #dirajampenulisnya :))

Mereka begitu bersemangat sepertinya yah. Mungkin karena sebelumnya gue nggak pernah bahas novel dewasa di linimasa. Nggak bahas bukan berarti nggak perah baca, ya. Gue pernah baca beberapa novel Dastan dan Harlequin yang dihibahkan sodara-sodara gue. Ya, dari kalimat barusan kalian akan tahu berapa jauhnya umur gue dengan mereka. Beda generasi -_-“

Jujur, awalnya gue kira ARSAS ini murni novel roman. Roman yang sebener-benernya roman kayak punya Gagasmedia. Awal gue tertarik karena gue liat di beberapa bookshop online di FB ramai-ramai buka PO untuk bookset novel Santhy Agatha yang terbitan Nulisbuku. Bukan bermaksud songong ya, tapi honestly baru kali ini gue nemu buku terbitan Nulisbuku/selfpublishing yang dibukain PO sama bookshop online (karena biasanya mereka hanya buka PO dan menjual buku-buku terbitan major). Dan ketika gue mampir ke blognya, bujuggg.. pembacanya rame pisan.

Tapi walau begitu, gue nggak langsung mesen dan ikut POnya. Gue pengen tahu kira-kira ada nggak temen-temen gue yang sebelumnya pernah baca tulisan Santhy Agatha? Baik novel sebelumnya ataupun novel sebelumnya lagi *ribet*

Lalu bertanyalah gue di linimasa, siapa yang pernah baca novel Santhy Agatha. Adalah @putripwu yang muncul sebagai kandidat pertama dan satu-satunya yang kemudian ‘meracuni’ gue dengan novel erotis dewasa ini. “Aku pernah baca A Romantic Story About Serena dan ebooknya masih ada, mput mau baca?” tawarnya kalem.

Singkatnya, gue langsung ngacir ke e-mail #ditoyor

Bener, bahkan sampai di situ, gue masih belum sadar itu novel erotis dewasa. Dengan alimnya gue mau dan masih mengira itu roman galau ala gagasmedia *ngikik*

Dan setelah gue baca… baiklah, penggal dulu pendapat gue. Mari baca dulu sinopsisnya 😀

A Romantic Story About Serena / ARSAS

Dalam hidupnya, impian Serena hanya ingin menjadi perempuan yang biasa-biasa saja. Dia ingin menikah dengan Rafi kekasihnya, membentuk keluarga kecil yang bahagia, lalu seperti akhir kisah klise lainnya; bergandengan tangan di usia senja, melangkah menuju matahari terbenam.

Tetapi ternyata apa yang dia inginkan meskipun sederhana, tidak semudah itu menjadi kenyataan. Kecelakaan itu telah merenggut semua yang diimpikannya, orangtuanya, merenggut rencana pernikahannya dengan Rafi yang kemudian tak berdaya dan membuatnya harus berjuang sendirian, dan menghancurkan semua mimpi-mimpinya yang sebelumnya terbungkus dalam rencana masa depan yang telah tersusun rapi. Semuanya hancur.

Dalam perjuangannya untuk bangkit itulah dia harus berhubungan dengan Damian, seorang taipan kaya yang sombong, arogan, suka memaksakan kehendak, dan…

Punya obsesi seksual terpendam terhadap dirinya. Serena membutuhkan Damian lebih demi menyelamatkan Rafi, sedangkan Damian membutuhkan Serena untuk memuaskan hasrat obsesif yang terus-menerus menyiksanya terhadap Serena.

Dua manusia yang seharusnya tidak pernah bersilang jalan inipun dipertemukan oleh keadaan. Dua manusia yang saling membenci satu sama lain tetapi dikalahkan oleh hasrat dan kebutuhan. Hubungan mereka panas membara, luar biasa sampai mereka bisa terbakar habis di dalamnya. Mereka menjalin hubungan karena keterpaksaan, yang lama-kelamaan menjadi hubungan saling membutuhkan, saling merindukan dan saling memuaskan dan… akhirnya menyerah untuk saling mencintai.

Sampai kemudian tiba saatnya Serena harus memilih antara hasratnya pada Damian, lelaki arogan yang terus-menerus menyakitinya tetapi berhasil merenggut hatinya, atau cintanya kepada Rafi, lelaki yang baik, yang pernah meninggalkannya untuk berjuang sendiran, tetapi tetap menjaga janjinya dalam sebentuk cincin pertunangan di jari manisnya.

Genre: Novel erotika, roman.

Bonus Spoiler dari gue:

Nah, postingan ini lagi-lagi akan penuh spoiler. Gue suka menceritakan kembali apa yang gue baca. Jadi kalo kalian berminat membaca novelnya langsung, tutup segera blog gue 😀 Dan review dari goodreads juga akan gue copas ke sini, ditambah dengan review tambahan yang mungkin tempo hari gue lupakan karena ngetiknya via mobile.

Kisah ini berawal dari seorang gadis bernama Serena. Ia bekerja di perusahaan milik taipan kaya bernama Damian Marcuss. Damian ini sebenernya udah lama naksir Serena, mungkin mata lelaki selalu nggak tahan liat cewek cantik dikit. Awalnya dia sengaja menempatkan Serena di divisi-divisi yang biasa diawasinya, supaya mereka sering bertemu. Tapi kemudian dia menawarkan Serena menjadi simpanannya dengan jaminan uang dan harta berlimpah.

Serena, gadis baik-baik yang selama ini berjuang demi membayar biaya rumah sakit tunangannya yang sedang koma selama 2 tahun, menolak mentah-mentah. Begitu marah dengan tawaran Damian yang dia anggap melecehkan dirinya. Tapi kemudian, karena terdesak keadaan berhubung ginjal Rafi harus dioperasi dan butuh uang tiga ratus juta, Serena menawarkan dirinya kepada Damian. Singkat kata, ia menjual keperawanannya pada Damian. Oh yeah, tentu saja dia masih virgin. Kan ceritanya dia gadis baik-baik ._.

Damian yang kaya raya nggak mempermasalahkan uang tiga ratus juta. Dia langsung setuju dan membawa Serena ke hotel. Lalu.. *sensor dan lo baca aja sendiri*

Kelamaan, Damian semakin nggak bisa lepas dari Serena. Tiap malam dia selalu pulang ke apartemen yang dibelikannya untuk Serena. Nyaris seperti simpanan memang, tapi gue herannya, simpanan dari mana, wong si Damian Marcussnya masih bujangan dan nggak punya anak istri. Tapi mungkin juga menyimpan hubungan mereka dari orang-orang kantor.

Di bab-bab berikutnya, pembaca dikenalkan kepada Freddy, sahabat sekaligus pengacara Damian yang mengurus surat perjanjian dengan Serena. Freddy ini kurang suka sama Serena, karena menganggap Damian menjadi ‘mabuk cinta’ semenjak bersama Serena dan suudzon kalo Serena hanya memanfaatkan uang Damian demi kepentingannya sendiri. Lah, wong Damiannya aja seneng kok dia yang rempong ya. Gue juga nggak ngerti *getok Freddy pake sapu*

Lalu muncul Vanessa, seorang dokter yang bertugas di klinik kantor, yang juga sahabat Damian dan Freddy. Vanessa ini orangnya lemah lembut dan lebih smart. Dia lebih jauh berfikir ke depan, bukan tipe orang yang langsung menghakimi seperti si Freddy.

Singkatnya, suatu hari Serena harus menunggui Rafi operasi ginjal di rumah sakit. Dan dia berbohong pada Damian, mengatakan bahwa dia cuma sebentar ke rumah sakit menjenguk temannya yang melahirkan. Tapi kenyataannya dia pulang pukul tiga pagi, bahkan mematikan ponsel. Dan Damian sudah mencarinya ke seluruh rumah sakit bersalin; kayak orang kurang kerjaan.

Damian marah besar, kejengkelan Freddy juga bertambah. Hingga keesokan harinya Damian menyuruh serena menunggu di ruang kerjanya karena dia lagi ada meeting. Ternyata di sana Freddy juga sudah menunggu. Karena merasa Damian akan masuk sebentar lagi, muncul niat jahat Freddy untuk fitnah si Serena. Dia menyudutkan Serena dan menciumnya, mengaku pada Damian kalo Serena menerima tawarannya untuk dibayar Freddy.

Damian murka dan langsung menghajar Freddy sampai babak belur. Tapi cuma marah di luarnya yang terluapkan. Freddy langsung diamankan Vanessa. Lalu ganti Serena yang terkena serangan marahnya Damian. Kejadian malam itu bikin Serena trauma dan memutuskan meninggalkan Damian, keluar dari kantor. Ia mendapat pinjaman uang dari Suster Ana (suster yang biasa merawat Rafi di rumah sakit) dan mengembalikan hutangnya pada Damian.

Damian yang tidak terima, merobek surat pengunduran diri Serena. Tidak mau melepasnya. Sampai akhirnya Vanessa mendesak Freddy mengakui perbuatannya. Damian menyusul Serena ke rumah sakit, menyatakan cinta, tapi sepertinya terlambat karena Rafi mendadak bangun dari tidur panjangnya.

Endingnya ya tetep seperti novel roman pada umumnya; tokoh utama cewek akan menikah dan hidup selamanya dengan tokoh utama cowok. Ah, dan seperti petuah nyokap gue, “santai aja kalo nonton atau baca buku, tokoh utama nggak akan pernah mati, segimanapun ia terluka. Karena kalo tokoh utama mati, ya ceritanya berakhir sampai di sana, mau ngelanjutin gimana toh kalo tokoh utamanya udah nggak ada?”

Gue rasa ada benernya. *ketawa nista*

Dan lo pasti bertanya-tanya kenapa Serena memilih Damian dan akhirnya menikah? Gini, Damian memasang sedikit jebakan dan membuat Serena hamil, agar Serena mau menikah dengannya. Tapi ternyata Serena juga nggak bisa bohong kalo dia masih sayang sama Damian. Rafi akhirnya ikhlas dan melepaskan Serena, lalu pergi ke luar negeri bersama Vanessa untuk menjalani pengobatan dan demi menyembuhkan kelumpuhannya.

Happy ending, yes? Itu baru spoiler. Ini review gue :)) *pembaca keburu tidur*

Sebenernya mau ngasih 2 bintang untuk novel ini, karena sebab-sebab berikut:

1. Gaya berceritanya yang seperti novel terjemahan dan memang kebetulan gue nggak begitu suka membaca novel terjemahan. Berasa agak kaku dan gimana gitu. Dan satu-satunya novel terjemahan dewasa yang berhasil gue baca sampai selesai plus bikin terharu adalah novel Beloved – Diana Palmer. Begitulah.

2. Penempatan tanda baca yang masih berantakan dan pengetikan tanda seru/tanya yang kebanyakan. Tapi untuk sebuah novel selfpublishing ini memang sering terjadi. Mengingat penulis melakukan semuanya serba sendiri *inget masa lalu :p

3. Konfliknya kurang nendang. Tokoh antagonisnya teh saha, itu pertanyaan yang membingungkan gue sepanjang membaca buku ini. Meski sempat disebutkan seorang cewek aktris film yang menjadi mantannya Damian dan mengejarnya demi cintah, tapi si cewek (yang entah bernama Shanon atau Sharon) ini hanya dibahas sekilas. Itupun lewat telepon. Sungguh terlalu XD Padahal dia mungkin bisa membantu menghidupkan cerita. Intinya, agak kekurangan konflik. IMO.

Yah, bukan berarti dalam setiap kisah fiksi harus ada tokoh ‘nenek sihir’nya. Tapi mengingat dari awal kisah ini sudah sooo drama, jadi aneh aja kalo nggak ada tokoh jahat/penghalang.

Tapi kemudian gue berubah pikiran dan menambahkan satu bintang lagi. Kenapa? Karena to much drama. Novel ini seperti novel terjemahan dewasa. Banyak kata sensitif, adegan 17+ dan kelewat drama, pemirsah. Tapi itulah, belakangan gue memang butuh bacaan yang drama-drama, di luar drama kehidupan gue sendiri *halah :))

Dan bagi gue, nggak ada salahnya menulis genre seperti ini. Walaupun sebagian orang di negara ini (maaf) menganggap seks adalah tema yang tabu untuk ditulis. Tapi inilah fiksi, semua orang bebas berimajinasi seperti apapun, kan? Gue nggak mau munafik, gue nggak begitu doyan genre dewasa erotis, tapi bukan berarti gue nggak baca. Kalau memang bagus ceritanya ya dibaca, dan gue akan me-review seperti gue review novel-novel lainnya. Bagi gue ya sama saja. Sama-sama novel fiksi.

Ah ya, dan gue salah satu penggemar Djenar Maesa Ayu; iya, dia. Oma-oma cantik yang tenar karena tulisannya tentang selangkangan itu :)) Gue suka karena dia frontal, menulis tanpa harus takut akan ketabuan dan semacamnya. Dia kece!

Jadi, 3 bintang untuk Serena, Damian dan Santhy Agatha.

Dan trims untuk @putripwu yang berbaik hati mengirimkan ebook novel ini :))

*

Note: Kalian yang mau baca ebooknya, bisa mention gue untuk minta file, atau mungkin membelinya langsung ke penulis (dalam bentuk hardcopy) 🙂

Kalau mau baca online di blog, novel ini ada di http://portalnovel.blogspot.com

Advertisements

7 thoughts on “Review: A Romantic Story About Serena – Santhy Agatha

    • Hai Mira, barusan saya googling lagi tentang ebook itu. Dan rasanya memang sudah tidak disebar, ya. Harusnya ada link downloadnya. Tapi mungkin ini kebijakan Mbak SA sendiri. Atau kalau mau, kamu bisa baca online di portal novel. Nah, saya belum cek PN lagi. Kalau di PN juga sudah gak ada, coba cek di wattpad Mbak santhy: http://www.wattpad.com/user/SanthyAgatha 🙂

      Di wattpad masih ada. Barusan sudah saya lihat 🙂

      Good luck! 🙂

  1. Kak maaf, saya mau tanya kira2 bookshop online yang masih open order A Romantic Story about Serena itu di bookshop mana ya? Mungkin masih ada restock nya saya mau beli kak, terima kasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s